KKN-T Tim 28 UNDIP Edukasi Baku Mutu Kualitas Air dan Pembuatan Filter Air Sederhana di Desa Pugeran

Jumat, 16 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pelaksanaan edukasi dan demonstrasi baku mutu kualitas air oleh Mahasiswa KKN UNDIP kepada ibu PKK RT 3/RW 5

Pelaksanaan edukasi dan demonstrasi baku mutu kualitas air oleh Mahasiswa KKN UNDIP kepada ibu PKK RT 3/RW 5

Jatengvox.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Undip, yakni Aulia Rahmadhany, Feodora, Jesica Manda Prianto, Muhamad Hoki Saputro, Nayyara Fathiha Sahupala, Septerizal Sirait dari Program Studi Kimia melaksanakan kegiatan edukasi dan demonstrasi mengenai baku mutu kualitas air sumur di beberapa titik masjid dan rumah warga di Desa Pugeran.

Kegiatan ini dilaksanakan di RT 3/RW 5 Desa Pugeran, Kecamatan Karangdowo, Kabupaten Klaten. Edukasi dan demonstrasi tersebut berlangsung pada hari Jumat, 16 Januari 2026, pukul 13.00 – 15.00 WIB.

Materi yang disampaikan meliputi pengenalan baku mutu kualitas air sumur, pengujian kualitas air sumur menggunakan bahan alami yang mudah ditemukan dalam kehidupan sehari-hari, serta cara sederhana dalam menangani air sumur yang tercemar.

Kegiatan ini bertujuan untuk menanamkan kepedulian masyarakat terhadap kualitas air sumur guna mendukung kebersihan serta menciptakan lingkungan yang sehat dan nyaman.

Edukasi difokuskan pada pengenalan beberapa parameter untuk menentukan kualitas air sumur, yaitu parameter pH, kadar besi (Fe), dan kesadahan air.

Parameter pH digunakan untuk mengetahui tingkat keasaman atau kebasaan air sumur. Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 32 Tahun 2017, standar pH air yang memenuhi persyaratan kualitas air berada pada kisaran 6,5–8,5.

Besi atau ferrum (Fe) merupakan logam yang hampir selalu terdapat dalam air tanah, namun umumnya sukar larut di dalam tanah. Air dengan kandungan Fe yang berlebih dapat menimbulkan iritasi pada kulit serta menyebabkan perubahan warna dan bau pada air.

Baca juga:  KKN Tematik UNDIP Tanamkan Kesadaran Pengelolaan Sampah Plastik di Desa Plosowangi

Air sadah adalah air yang mengandung kadar mineral tinggi, terutama mineral kalsium (Ca) dan magnesium (Mg). Air sadah dapat menyebabkan terbentuknya kerak pada peralatan rumah tangga, yang berpotensi menyumbat saluran pipa dan keran.

Demonstrasi pengujian baku mutu kualitas air sumur dilaksanakan dengan memanfaatkan bahan-bahan alami yang mudah ditemukan dalam kehidupan sehari-hari, antara lain kol ungu, kunyit, teh, dan sabun cair.

Pengujian menggunakan bahan alami dipilih karena mudah diperoleh, murah, aman, dan ramah lingkungan, sehingga dapat diaplikasikan kembali oleh masyarakat tanpa alat laboratorium. Kegiatan ini dilakukan pada air sumur masjid serta air sumur rumah warga di Desa Pugeran.

Parameter kualitas air yang diuji meliputi tingkat keasaman (pH), kadar zat besi, dan kesadahan air.

Pengujian pH dilakukan menggunakan air rebusan kol ungu dan kunyit yang menunjukkan perubahan warna berdasarkan tingkat keasaman atau kebasaan air sumur/rumah warga, untuk kol ungu akan menghasilkan warna ungu jika tingkat keasaman air berada di pH netral dan untuk kunyit akan menjadi warna orange, pengujian kadar zat besi (Fe) menggunakan air rebusan teh akan menunjukkan perubahan warna menjadi coklat kehitaman ketika air memiliki kandungan Fe yang cukup tinggi.

Baca juga:  Mahasiswa KKN UIN Walisongo Ajak Lansia Desa Ngareanak Hidup Sehat Lewat Senam Pagi

Sedangkan uji kesadahan dilakukan menggunakan sabun cair dengan mengamati jumlah busa yang terbentuk, yang mana semakin sedikit busa yang dihasilkan maka tingkat kesadahan air semakin tinggi.

Hasil pengujian menunjukkan bahwa air sumur masjid dan rumah warga di Desa Pugeran memiliki tingkat keasaman yang berada dalam kisaran aman, yaitu pH 6,5–8,5 yang sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) No. 492/Menkes/Per/IV/2010.

Selain itu, hasil uji kadar zat besi dan kesadahan air juga menunjukkan nilai yang masih dalam batas aman, sehingga air sumur tersebut layak digunakan oleh masyarakat.

Metode yang digunakan bersifat kualitatif sebagai indikator awal kualitas air, sehingga hasil pengujian tidak menggantikan pengujian laboratorium, namun dapat menjadi langkah awal deteksi dini terhadap potensi pencemaran air.

Sebagai tindak lanjut dari pengujian kualitas air sumur, mahasiswa KKN-T Tim 28 Universitas Diponegoro tidak hanya memberikan informasi mengenai kondisi kualitas air sumur bersih layak tetapi juga memberikan edukasi dan keterampilan kepada masyarakat dengan membekali cara pengolahan air secara mandiri.

Cara ini dilakukan agar masyarakat memiliki solusi sederhana yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari jika dikemudian hari terdapat penurunan kualitas air sumur.

Baca juga:  Berawal dari Protes hingga Menjadi Budaya Baru, Festival Lembutan Bansari Temanggung
Pembuatan Filtrasi Air Sederhana oleh Mahasiswa KKN-T Tim 28 Undip 2025/2026

Kegiatan pembuatan filter air sederhana dilaksanakan sebagai upaya edukasi kepada masyarakat dalam mengolah air secara mandiri menggunakan bahan yang mudah diperoleh dan ditemukan.

Filter dibuat dengan memanfaatkan botol bekas air mineral (Aqua) yang disusun berlapis mulai dari batu, pasir, serabut kelapa, ijuk, dan kapas sebagai media penyaring.

Selain itu, filter juga dapat dibuat menggunakan kerikil hias, pasir malang, pasir silika, dan kapas untuk penyaringan air. Setiap lapisan memiliki fungsi menyaring kotoran berukuran besar hingga partikel halus sehingga air yang dihasilkan menjadi lebih jernih.

Melalui kegiatan ini, masyarakat diharapkan memahami prinsip dasar penyaringan air sederhana sehingga terdorong untuk menerapkannya karena ramah lingkungan dan ekonomis dalam kehidupan
sehari-hari.

Tim KKN-T 28 bersama Ibu PKK RT 3/RW 5 setelah edukasi dan demostrasi

Kegiatan ini diikuti oleh ibu-ibu PKK RT 3/RW 5 yang menunjukkan antusiasme tinggi dalam mengikuti seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari penyampaian materi, diskusi, hingga demonstrasi yang dikemas secara interaktif dan edukatif.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN berharap dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kepedulian terhadap air bersih layak minum dan tidak sehingga mendorong penerapan perilaku hidup bersih dan sehat di tingkat keluarga.

Editor : Murni A

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Ancaman Deindustrialisasi Dini Bayangi Ekonomi RI, Target Pertumbuhan 8 Persen Terancam
Hari ke-10 Pencarian Pendaki Hilang di Bukit Mongkrang, Tim Gabungan Masih Sisir Lereng Lawu
DWP Tegaskan Peran Strategis Perempuan dalam Mewujudkan Perubahan Nyata
Tanamkan Budaya Hemat, Mahasiswa KKN UPGRIS Ajak Siswa SDN 1 Palebon Gemar Menabung Sejak Dini
Hadapi Musim Hujan, PKK Jawa Tengah Galakkan Penanaman Pohon di Pekarangan
Kemendikdasmen Terapkan TKA Inklusif 2026, Murid Berkebutuhan Khusus Difasilitasi Teknologi Khusus
75 Persen Sampah Nasional Masih Dibuang Terbuka, Daerah Resmi Masuk Darurat Sampah
Pemulihan Listrik Pascabencana Sumatra Capai 99 Persen, Pemerintah Fokus Percepatan Rehabilitasi

Berita Terkait

Rabu, 28 Januari 2026 - 11:09 WIB

Ancaman Deindustrialisasi Dini Bayangi Ekonomi RI, Target Pertumbuhan 8 Persen Terancam

Rabu, 28 Januari 2026 - 09:02 WIB

Hari ke-10 Pencarian Pendaki Hilang di Bukit Mongkrang, Tim Gabungan Masih Sisir Lereng Lawu

Rabu, 28 Januari 2026 - 07:48 WIB

DWP Tegaskan Peran Strategis Perempuan dalam Mewujudkan Perubahan Nyata

Selasa, 27 Januari 2026 - 17:45 WIB

Tanamkan Budaya Hemat, Mahasiswa KKN UPGRIS Ajak Siswa SDN 1 Palebon Gemar Menabung Sejak Dini

Selasa, 27 Januari 2026 - 14:22 WIB

Kemendikdasmen Terapkan TKA Inklusif 2026, Murid Berkebutuhan Khusus Difasilitasi Teknologi Khusus

Berita Terbaru