Sentuhan Teknik Mesin dalam Seni Tradisi: Mahasiswa KKN Undip Remajakan Rangka Dhawangan Barongan di Karangsari

waktu baca 2 menit
Minggu, 15 Feb 2026 20:01 27 Redaksi

Jatengvox.com – Pelestarian seni tradisional memerlukan sentuhan inovasi agar tetap relevan dan nyaman bagi para pelakunya.

Hal inilah yang diwujudkan oleh Ardhian Amadeo Reswandra, mahasiswa Teknik Mesin Universitas Diponegoro (Undip), melalui program peremajaan rangka dhawangan bagi kelompok seni “New Putro Budoyo” di Kelurahan Karangsari, Kabupaten Kendal.

Program yang dilaksanakan pada 15 Februari 2026 ini berfokus pada peremajaan total melalui penggantian seluruh rangka atau keranjang dhawangan yang digunakan oleh kelompok seni tersebut.

Baca juga:  Lebih Percaya Diri Pasca Lebaran, BRI Finance Dukung Kepemilikan Mobil Impian Masyarakat

Berbeda dengan rangka pada umumnya, keranjang dhawangan yang diberikan kali ini dirancang khusus sebagai dhawangan wanita.

Dari perspektif teknik mesin, desain rangka ini telah disesuaikan bentuknya agar terlihat lebih ramping dan memiliki lekukan tubuh yang jelas, kontras dengan dhawangan pria yang biasanya memiliki dimensi lebih lebar dan tegap.

Penyesuaian bentuk ini bukan hanya soal keindahan visual agar kostum terlihat lebih anggun saat ditarikan, tetapi juga menyangkut aspek ergonomis.

Baca juga:  Kreasi Menu Baru dan Branding Online: Upaya KKN Meningkatkan Daya Saing UMKM

Ardhian merancang struktur yang mampu menahan beban statis dari topeng yang berat namun tetap mempertahankan bobot yang ringan agar tidak membebani penari secara berlebihan.

Bentuk yang lebih ramping dan melengkung ini disesuaikan dengan anatomi tubuh sehingga memberikan kenyamanan gerak yang lebih baik bagi para pemain barongan.

Sutrisno, selaku bagian dari kelompok seni Barongan New Putro Budoyo, menyambut baik inovasi ini.

“Kami sangat berterima kasih kepada mahasiswa KKN Undip atas bantuan peralatan ini. Rangka dhawangan wanita yang baru ini tidak hanya lebih ringan, tapi bentuknya juga lebih bagus karena terlihat lebih ramping dan berlekuk, sehingga karakter tariannya jadi lebih hidup,” ungkap Sutrisno.

Baca juga:  Dari Medan hingga Lampung, MyRepublic Air Perluas Akses Konektivitas di Sumatera

Hambatan utama dalam proses manufaktur rangka ini adalah memastikan struktur tetap kuat memikul beban topeng tanpa merusak nilai estetika tradisionalnya.

Namun, dengan perhitungan teknik yang tepat, luaran program ini berhasil memberikan solusi fungsional bagi komunitas seni lokal.

Melalui sinergi antara ilmu teknik dan budaya, diharapkan kelompok seni New Putro Budoyo dapat terus produktif dan konsisten dalam melestarikan warisan budaya Barongan khas Kabupaten Kendal secara berkelanjutan.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA