Menteri KKP Pastikan Tiga Pegawainya Berada di Pesawat ATR 42-500 yang Hilang di Maros

Minggu, 18 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jatengvox.com – Kabar hilangnya pesawat ATR 42-500 di wilayah Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, pada Sabtu (17/1/2026), turut mengguncang Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono mengonfirmasi bahwa terdapat tiga pegawai kementeriannya yang berada di dalam pesawat tersebut saat dinyatakan hilang kontak.

Dalam konferensi pers di Kantor KKP, Jakarta, Trenggono menyampaikan rasa duka dan keprihatinan mendalam atas peristiwa tersebut.

Ia juga memberikan klarifikasi terkait beredarnya informasi di masyarakat mengenai keberadaan logo KKP pada pesawat yang dimaksud.

“Perlu kami sampaikan secara terbuka bahwa benar ada pegawai KKP yang berada di pesawat tersebut. Kehadiran kami hari ini sekaligus untuk meluruskan informasi yang berkembang di publik,” ujar Trenggono.

Baca juga:  KKN Reguler 85 Posko 1 Gelar Pelatihan Pembuatan Spray Anti Nyamuk Serai di Dusun Cening Lor

Trenggono menjelaskan, ketiga pegawai KKP tersebut tengah menjalankan tugas resmi kementerian.

Misi yang dilakukan berkaitan dengan pengawasan sumber daya kelautan dan perikanan melalui udara, sebuah kegiatan rutin yang menjadi bagian dari upaya menjaga wilayah pengelolaan perikanan Indonesia.

“Mereka sedang melaksanakan misi pengawasan melalui udara atau air surveillance di wilayah pengelolaan perikanan Republik Indonesia,” jelasnya.

Pengawasan udara ini merupakan salah satu instrumen penting KKP untuk memantau aktivitas perikanan, mencegah praktik ilegal, serta memastikan keberlanjutan sumber daya laut nasional.

Menteri KKP turut menyampaikan identitas tiga pegawai yang berada di dalam pesawat ATR 42-500 tersebut. Mereka adalah:

Baca juga:  Mahasiswa KKN Walisongo Ajak Anak TK Pamardisiwi 1 Belajar Kreatif Lewat Meronce Manik-Manik

Ferry Irawan, berpangkat Penata Muda Tingkat I, yang menjabat sebagai analis kapal pengawas.

Deden Mulyana, juga berpangkat Penata Muda Tingkat I, dengan tugas sebagai pengelola barang milik negara.

Yoga Naufal, yang bertugas sebagai operator foto udara.

Ketiganya dikenal sebagai bagian dari tim teknis yang kerap terlibat langsung dalam misi pengawasan lapangan.

“Kami sungguh sedih dan prihatin. Doa terbaik kami panjatkan untuk seluruh penumpang dan kru pesawat,” ucap Trenggono.

Editor : Murni A

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Prabowo dan Raja Charles III Sepakat Perkuat Pemulihan 57 Taman Nasional Indonesia
Infrastruktur Dinilai Jadi Kunci Pariwisata Nasional, DPR Minta Kemenpar Evaluasi Strategi Promosi
Pembangunan Rusun Subsidi Meikarta Dapat Lampu Hijau, KPK Tegaskan Status Hukum Bersih
Risma Ardhi Chandra Resmi Jalankan Tugas sebagai Plt Bupati Pati
Polri Perluas Direktorat PPA-PPO di Daerah, Fokus Lindungi Korban Kekerasan dan Perdagangan Orang
Tingkatkan Higienitas Peserta Didik, Mahasiswa KKN UPGRIS Gelar Praktik Edukasi Cuci Tangan di TK Al-Hidayah 7 Palebon
Prabowo Tegaskan Pendidikan Kunci Sukses Bangsa di Era Teknologi
Pelayanan Publik di Pati Dipastikan Tetap Berjalan Usai OTT KPK, Wagub Jateng Minta Kepala Daerah Jaga Integritas

Berita Terkait

Jumat, 23 Januari 2026 - 08:19 WIB

Prabowo dan Raja Charles III Sepakat Perkuat Pemulihan 57 Taman Nasional Indonesia

Kamis, 22 Januari 2026 - 09:57 WIB

Infrastruktur Dinilai Jadi Kunci Pariwisata Nasional, DPR Minta Kemenpar Evaluasi Strategi Promosi

Kamis, 22 Januari 2026 - 07:31 WIB

Pembangunan Rusun Subsidi Meikarta Dapat Lampu Hijau, KPK Tegaskan Status Hukum Bersih

Kamis, 22 Januari 2026 - 05:22 WIB

Risma Ardhi Chandra Resmi Jalankan Tugas sebagai Plt Bupati Pati

Rabu, 21 Januari 2026 - 16:26 WIB

Polri Perluas Direktorat PPA-PPO di Daerah, Fokus Lindungi Korban Kekerasan dan Perdagangan Orang

Berita Terbaru