Menteri KKP Pastikan Tiga Pegawainya Berada di Pesawat ATR 42-500 yang Hilang di Maros

waktu baca 2 menit
Minggu, 18 Jan 2026 05:39 34 jatengvox

Jatengvox.com – Kabar hilangnya pesawat ATR 42-500 di wilayah Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, pada Sabtu (17/1/2026), turut mengguncang Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono mengonfirmasi bahwa terdapat tiga pegawai kementeriannya yang berada di dalam pesawat tersebut saat dinyatakan hilang kontak.

Dalam konferensi pers di Kantor KKP, Jakarta, Trenggono menyampaikan rasa duka dan keprihatinan mendalam atas peristiwa tersebut.

Baca juga:  Harga HYPE Naik Menembus US$48 di Tengah Pelemahan Rupiah dan Tren Bitcoin 2026

Ia juga memberikan klarifikasi terkait beredarnya informasi di masyarakat mengenai keberadaan logo KKP pada pesawat yang dimaksud.

“Perlu kami sampaikan secara terbuka bahwa benar ada pegawai KKP yang berada di pesawat tersebut. Kehadiran kami hari ini sekaligus untuk meluruskan informasi yang berkembang di publik,” ujar Trenggono.

Trenggono menjelaskan, ketiga pegawai KKP tersebut tengah menjalankan tugas resmi kementerian.

Misi yang dilakukan berkaitan dengan pengawasan sumber daya kelautan dan perikanan melalui udara, sebuah kegiatan rutin yang menjadi bagian dari upaya menjaga wilayah pengelolaan perikanan Indonesia.

Baca juga:  KKN MB Posko 62 UIN Walisongo Sukses Gelar Pelatihan Merajut Tas bagi Ibu-Ibu Fatayat Desa Sukodadi

“Mereka sedang melaksanakan misi pengawasan melalui udara atau air surveillance di wilayah pengelolaan perikanan Republik Indonesia,” jelasnya.

Pengawasan udara ini merupakan salah satu instrumen penting KKP untuk memantau aktivitas perikanan, mencegah praktik ilegal, serta memastikan keberlanjutan sumber daya laut nasional.

Menteri KKP turut menyampaikan identitas tiga pegawai yang berada di dalam pesawat ATR 42-500 tersebut. Mereka adalah:

Ferry Irawan, berpangkat Penata Muda Tingkat I, yang menjabat sebagai analis kapal pengawas.

Deden Mulyana, juga berpangkat Penata Muda Tingkat I, dengan tugas sebagai pengelola barang milik negara.

Baca juga:  Toncoin ($TON) Meroket Hingga 108% di Bittime, Dominasi Telegram Dorong Lonjakan Harga Signifikan

Yoga Naufal, yang bertugas sebagai operator foto udara.

Ketiganya dikenal sebagai bagian dari tim teknis yang kerap terlibat langsung dalam misi pengawasan lapangan.

“Kami sungguh sedih dan prihatin. Doa terbaik kami panjatkan untuk seluruh penumpang dan kru pesawat,” ucap Trenggono.

Dukung Jurnalisme Tanpa Batas

Dukung keberlangsungan artikel ini dengan berpartisipasi dalam program apresiasi pembaca.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ADVERTISEMENT
Pasang Iklan Anda Disini
Promosikan bisnis, produk, jasa, atau toko online Anda dengan tampilan premium di JatengVox.
Hubungi Kami
LAINNYA