Pemerintah Kebut Pembangunan Jembatan Gantung, 11 Rampung Awal 2026

Rabu, 7 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jatengvox.com – Pemerintah terus mempercepat pembangunan jembatan gantung di berbagai daerah terpencil di Indonesia. Hingga awal 2026, sebanyak 11 unit jembatan gantung telah berhasil diselesaikan dalam waktu satu bulan terakhir.

Capaian ini menjadi bagian dari target penyelesaian 50 jembatan gantung yang dikejar pemerintah pada tahun ini.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyebut progres tersebut sebagai langkah awal yang penting dalam memastikan akses penyeberangan yang aman bagi masyarakat, terutama di wilayah yang selama ini masih bergantung pada jalur sungai tanpa infrastruktur memadai.

“Alhamdulillah, dalam satu bulan sudah ada perkembangan. Sebanyak 11 jembatan gantung sudah selesai. Saat ini total 50 unit dalam proses dan terus akan kita kejar di 2026,” ujar Prasetyo saat konferensi pers singkat di sela kegiatan Retreat Taklimat Awal Tahun 2026 di Hambalang, Jawa Barat, Selasa (6/1/2026).

Baca juga:  Kegiatan Senyum Anak Hadirkan Kegembiraan bagi Puluhan Anak Desa Wirogomo

Berdasarkan catatan Satuan Tugas (Satgas) Jembatan, Indonesia masih membutuhkan sekitar 6.900 jembatan gantung di berbagai daerah.

Angka ini mencerminkan besarnya tantangan konektivitas, khususnya di wilayah pedesaan dan daerah terpencil yang terpisah oleh sungai, jurang, atau medan sulit lainnya.

Menurut Prasetyo, pembangunan jembatan gantung bukan sekadar proyek infrastruktur, melainkan kebutuhan mendesak untuk menjamin keselamatan warga dalam aktivitas sehari-hari.

Banyak masyarakat, termasuk anak-anak sekolah, masih harus mempertaruhkan keselamatan saat menyeberangi sungai dengan arus deras.

Presiden Prabowo Subianto menaruh perhatian khusus terhadap persoalan ini. Ia menegaskan bahwa percepatan pembangunan jembatan di daerah terpencil menjadi salah satu prioritas pemerintah, terutama untuk menjamin akses pendidikan yang aman.

Baca juga:  Mahasiswa KKN 25 UPGRIS dan Warga Desa Gebugan Wujudkan Gaya Hidup Sehat Melalui Kegiatan Senam Pagi Bersama

Dalam sambutannya pada Puncak Peringatan Hari Guru Tahun 2025, Presiden bahkan menayangkan video kondisi anak-anak yang harus menyeberangi sungai dengan pakaian basah demi bisa bersekolah.

“Ini koruptor-koruptor harus lihat. Mereka ke sekolah basah, di sekolah basah, pulang basah,” ujar Presiden kala itu, menegaskan bahwa persoalan dasar seperti ini seharusnya sudah lama diselesaikan.

Untuk menjawab kebutuhan tersebut, Presiden membentuk Satgas Jembatan pada 6 Desember 2025. Satgas ini bertugas mempercepat pembangunan jembatan gantung di daerah-daerah prioritas dengan koordinasi lintas kementerian dan pemerintah daerah.

Hasilnya mulai terlihat. Dalam pekan pertama 2026, satgas berhasil merampungkan 11 jembatan gantung dengan panjang dan lokasi yang beragam, tersebar dari Aceh hingga Nusa Tenggara Barat.

Baca juga:  Kementerian PPPA Dorong Kampus Jadi Ruang Aman dari Kekerasan, 77 Persen Kasus Belum Tersentuh Hukum

Berikut 11 jembatan gantung yang telah selesai dibangun:

Jembatan gantung 65 meter di Ciwaringin, Cirebon, Jawa Barat

Jembatan gantung 70 meter di Way Umbar, Tanggamus, Lampung

Jembatan gantung 50 meter di Lopasir, Banyumas, Jawa Tengah

Jembatan gantung 35 meter di Ciparanti, Pangandaran, Jawa Barat

Jembatan gantung 80 meter di Aik Lekok, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat

Jembatan gantung 20 meter di Likunggavali, Parigi Moutong, Sulawesi Tengah

Jembatan gantung 150 meter di Ular, Deli Serdang, Sumatra Utara

Jembatan gantung 40 meter di Bokpendem, Kediri, Jawa Timur

Jembatan gantung 100 meter di Cisokan, Cianjur, Jawa Barat

Jembatan gantung 50 meter di Cisurupan, Garut, Jawa Barat

Jembatan gantung 50 meter di Krueng Arakundo, Aceh Timur

Editor : Murni A

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Cuaca Ekstrem Dini Hari, Jalur Kereta Pantura Sempat Terganggu
Kementerian PKP Pimpin Pemulihan Permukiman Pascabencana di Sumatra
Isra Mikraj 1447 H, Menag Tekankan Salat sebagai Pondasi Akhlak dan Kesadaran Ekologis
KPK Ingatkan Risiko Korupsi Penugasan Khusus Pertamina dalam Kerja Sama Energi dengan AS
RUU Penanggulangan Disinformasi Disorot DPR, Komisi I Minta Pemerintah Lebih Terbuka
Kemenhut Gandeng Yayasan Pertamina, Optimalisasi KHDTK Dorong Hutan Berkelanjutan dan Tangguh Bencana
Jawa Tengah Tancap Gas Menuju Swasembada Pangan 2026, Ini Strategi Besarnya
Darurat Sampah Nasional Ditetapkan, Pemerintah Dorong Peran Aktif Daerah dan DPRD

Berita Terkait

Jumat, 16 Januari 2026 - 10:28 WIB

Cuaca Ekstrem Dini Hari, Jalur Kereta Pantura Sempat Terganggu

Jumat, 16 Januari 2026 - 10:18 WIB

Kementerian PKP Pimpin Pemulihan Permukiman Pascabencana di Sumatra

Jumat, 16 Januari 2026 - 08:42 WIB

Isra Mikraj 1447 H, Menag Tekankan Salat sebagai Pondasi Akhlak dan Kesadaran Ekologis

Jumat, 16 Januari 2026 - 06:15 WIB

KPK Ingatkan Risiko Korupsi Penugasan Khusus Pertamina dalam Kerja Sama Energi dengan AS

Kamis, 15 Januari 2026 - 12:12 WIB

Kemenhut Gandeng Yayasan Pertamina, Optimalisasi KHDTK Dorong Hutan Berkelanjutan dan Tangguh Bencana

Berita Terbaru