Jatengvox.com – Malam peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia di Dusun Malangan, Desa Ngasinan, Kecamatan Susukan berlangsung semarak.
Mahasiswa KKN MIT-20 UIN Walisongo beserta ratusan warga berkumpul untuk mengikuti tradisi merti dusun, yang tahun ini digelar bersamaan dengan momentum kemerdekaan, Sabtu (17/8/2025).
Tradisi dimulai dengan arak-arakan obor yang dipimpin oleh Pelaksana Tugas (PLT) Kepala Dusun Malangan, Muhammad Ridwan.
Anak-anak berada di barisan terdepan dengan membawa obor, sementara warga lain menyusul dengan mengenakan beragam kostum kreatif. Rombongan berjalan berkeliling melewati wilayah Dusun Karangtalun sebelum kembali lagi ke Dusun Malangan sebagai titik akhir.
Kebersamaan warga semakin terlihat ketika setiap Rukun Tetangga (RT) turut membawa julenan dan nasi tumpeng.
Hidangan tersebut menjadi simbol persatuan dan rasa syukur warga.
Setelah arak-arakan usai, seluruh masyarakat berkumpul di depan panggung utama. Pada kesempatan itu, Muhammad Ridwan menyampaikan rasa syukurnya atas terselenggaranya kegiatan merti dusun.
“Masyarakat Dusun Malangan saget meriahaken kegiatan meniko supados dados ucapan rasa syukur dhumateng Allah ingkang sampun maringi kenikmatan,” ungkapnya.
Setelah sambutan, acara dilanjutkan dengan tahlil bersama sebagai doa untuk keselamatan dan keberkahan seluruh warga.
Doa tersebut menjadi penegasan bahwa merti dusun tidak hanya bermakna perayaan, tetapi juga sarana mempererat hubungan spiritual masyarakat.
Seusai tahlil, hidangan tirakatan dari tumpeng yang dibawa tiap RT dinikmati bersama, menciptakan suasana hangat dan penuh kebersamaan.
Malam semakin meriah dengan berbagai penampilan dari warga. Perwakilan RT, Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA), karang taruna, hingga kelompok seni Kristen bergantian menampilkan kreasi seni dan hiburan.
Kehadiran beragam pertunjukan ini menambah semangat perayaan sekaligus memperlihatkan kekompakan masyarakat lintas generasi dan lintas agama.
M. Daviq Nuruzzuhal, mahasiswa KKN UIN Walisongo, mengungkapkan kebahagiaannya dapat menjadi bagian dari acara ini.
“Kami merasa bangga bisa ikut serta dalam kegiatan yang bukan hanya meriah, tapi juga memperlihatkan bahwa warga Dusun Malangan bisa hidup rukun dan kompak meski berbeda keyakinan,” ucapnya.
Rangkaian merti dusun tahun ini memperlihatkan bagaimana warga Dusun Malangan menjaga warisan budaya di tengah peringatan kemerdekaan.
Lebih dari sekadar pesta rakyat, kegiatan ini menjadi ruang untuk memperkuat ikatan sosial sekaligus menegaskan bahwa semangat 17 Agustus bukan hanya soal lomba, tetapi juga tentang rasa syukur, kebersamaan, dan pelestarian tradisi.
Oleh: Fathiyah Zahrah Arifin