Meriahkan HUT ke-80 RI, KKN UIN Walisongo Bantu Warga Dusun Malangan Gelar Merti Dusun dan Pentas Seni Lintas Agama

waktu baca 2 menit
Senin, 18 Agu 2025 15:39 27 jatengvox

Jatengvox.com – Malam peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia di Dusun Malangan, Desa Ngasinan, Kecamatan Susukan berlangsung semarak.

Mahasiswa KKN MIT-20 UIN Walisongo beserta ratusan warga berkumpul untuk mengikuti tradisi merti dusun, yang tahun ini digelar bersamaan dengan momentum kemerdekaan, Sabtu (17/8/2025).

Tradisi dimulai dengan arak-arakan obor yang dipimpin oleh Pelaksana Tugas (PLT) Kepala Dusun Malangan, Muhammad Ridwan.

Anak-anak berada di barisan terdepan dengan membawa obor, sementara warga lain menyusul dengan mengenakan beragam kostum kreatif. Rombongan berjalan berkeliling melewati wilayah Dusun Karangtalun sebelum kembali lagi ke Dusun Malangan sebagai titik akhir.

Kebersamaan warga semakin terlihat ketika setiap Rukun Tetangga (RT) turut membawa julenan dan nasi tumpeng.

Baca juga:  Riset F&B: 83% Bisnis Kuliner Lolos Tahun Ke-1 Tapi Beguguran karena 5 Faktor Ini

Hidangan tersebut menjadi simbol persatuan dan rasa syukur warga.

Setelah arak-arakan usai, seluruh masyarakat berkumpul di depan panggung utama. Pada kesempatan itu, Muhammad Ridwan menyampaikan rasa syukurnya atas terselenggaranya kegiatan merti dusun.

“Masyarakat Dusun Malangan saget meriahaken kegiatan meniko supados dados ucapan rasa syukur dhumateng Allah ingkang sampun maringi kenikmatan,” ungkapnya.

Setelah sambutan, acara dilanjutkan dengan tahlil bersama sebagai doa untuk keselamatan dan keberkahan seluruh warga.

Doa tersebut menjadi penegasan bahwa merti dusun tidak hanya bermakna perayaan, tetapi juga sarana mempererat hubungan spiritual masyarakat.

Baca juga:  Gebyar Karnaval Desa Sukodadi, Kecamatan Kangkung, Kabupaten Kendal Warnai Perayaan HUT ke-80 RI

Seusai tahlil, hidangan tirakatan dari tumpeng yang dibawa tiap RT dinikmati bersama, menciptakan suasana hangat dan penuh kebersamaan.

Malam semakin meriah dengan berbagai penampilan dari warga. Perwakilan RT, Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA), karang taruna, hingga kelompok seni Kristen bergantian menampilkan kreasi seni dan hiburan.

Kehadiran beragam pertunjukan ini menambah semangat perayaan sekaligus memperlihatkan kekompakan masyarakat lintas generasi dan lintas agama.

M. Daviq Nuruzzuhal, mahasiswa KKN UIN Walisongo, mengungkapkan kebahagiaannya dapat menjadi bagian dari acara ini.

“Kami merasa bangga bisa ikut serta dalam kegiatan yang bukan hanya meriah, tapi juga memperlihatkan bahwa warga Dusun Malangan bisa hidup rukun dan kompak meski berbeda keyakinan,” ucapnya.

Baca juga:  KKN Posko 60 Latih Siswa SMP Muhammadiyah 5 Cepiring dengan Teknik Variatif untuk Jambore Ranting Kangkung

Rangkaian merti dusun tahun ini memperlihatkan bagaimana warga Dusun Malangan menjaga warisan budaya di tengah peringatan kemerdekaan.

Lebih dari sekadar pesta rakyat, kegiatan ini menjadi ruang untuk memperkuat ikatan sosial sekaligus menegaskan bahwa semangat 17 Agustus bukan hanya soal lomba, tetapi juga tentang rasa syukur, kebersamaan, dan pelestarian tradisi.

Oleh: Fathiyah Zahrah Arifin

Dukung Jurnalisme Tanpa Batas

Dukung keberlangsungan artikel ini dengan berpartisipasi dalam program apresiasi pembaca.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ADVERTISEMENT
Pasang Iklan Anda Disini
Promosikan bisnis, produk, jasa, atau toko online Anda dengan tampilan premium di JatengVox.
Hubungi Kami
LAINNYA