BRIN Ungkap Mikroplastik Turun Bersama Hujan, DPR Minta Pemerintah Bertindak Cepat

waktu baca 2 menit
Rabu, 5 Nov 2025 14:06 14 jatengvox

Jatengvox.com – Fenomena hujan kini menghadirkan kekhawatiran baru. Laporan terbaru Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengungkap bahwa mikroplastik—partikel plastik berukuran sangat kecil—telah ditemukan dalam air hujan di sejumlah kota besar di Indonesia.

Temuan ini memperlihatkan betapa seriusnya dampak pencemaran plastik, yang kini tidak hanya mencemari laut dan tanah, tetapi juga berputar di atmosfer dan turun kembali bersama air hujan.

Fenomena ini seolah menegaskan bahwa siklus plastik sudah menyentuh seluruh elemen kehidupan manusia. Bukan lagi sekadar isu lingkungan, tetapi sudah menjadi ancaman yang merambah ke ranah kesehatan publik.

Menanggapi temuan tersebut, Anggota Komisi IX DPR RI, Netty Prasetiyani Aher, menilai hasil riset BRIN ini sebagai sinyal bahaya yang tidak boleh diabaikan.

Menurutnya, temuan ini harus dijadikan dasar untuk tindakan cepat dan kolaboratif lintas sektor.

“Perlu penjelasan ilmiah lanjutan dari Kementerian Kesehatan mengenai tingkat risiko dan dampaknya terhadap kesehatan manusia,” ujar Netty, Rabu (5/11/2025).

Baca juga:  Mahasiswa KKN UIN Walisongo Dorong Literasi Digital dan Kesehatan Masyarakat di Desa Kalirejo

Ia menambahkan, paparan mikroplastik berpotensi meningkatkan risiko penyakit kulit hingga gangguan sistem pernapasan, terutama bagi masyarakat perkotaan yang terpapar polusi setiap hari.

Netty juga menekankan pentingnya edukasi publik. “Masyarakat, terutama kelompok rentan seperti anak-anak dan pekerja lapangan, perlu dibekali pemahaman. Minimal tahu langkah sederhana seperti mencuci kulit setelah kehujanan, memakai pelindung, dan tentu mengurangi penggunaan plastik sekali pakai,” jelasnya.

Peneliti BRIN, Muhammad Reza Cordova, menjelaskan bahwa riset lembaganya menemukan mikroplastik dalam sampel air hujan di Jakarta.

Menurutnya, partikel-partikel tersebut berasal dari degradasi limbah plastik di udara—hasil dari aktivitas manusia yang tak terpisahkan dari penggunaan plastik sehari-hari.

Baca juga:  Barantum Bantu Bisnis Respon Pelanggan Lebih Cepat dengan AI Agent

“Siklus plastik tidak berhenti di laut. Ia naik ke langit, berkeliling bersama angin, dan turun lewat hujan,” ungkap Reza.

Dalam penelitian tersebut, BRIN menemukan rata-rata 15 partikel mikroplastik per meter persegi air hujan, dengan konsentrasi tertinggi di wilayah pesisir Jakarta.

Artinya, setiap kali hujan turun, partikel plastik bisa ikut membasahi tanah, tanaman, dan bahkan pakaian yang dijemur di luar.

BRIN mendorong pemerintah untuk mengambil langkah konkret mengatasi persoalan ini.

Pertama, perlu dilakukan pemantauan rutin terhadap udara dan air hujan di berbagai kota besar, agar tren pencemaran mikroplastik bisa dipantau secara ilmiah dan berkelanjutan.

Baca juga:  Siaga Arus Balik Idulfitri 1447H/Lebaran 2026, Jasa Marga Pastikan Kesiapan Pelayanan dan Imbau Pemudik Gunakan Rest Area Alternatif

Kedua, perbaikan sistem pengelolaan limbah plastik di hulu harus menjadi prioritas, termasuk memperluas fasilitas daur ulang dan memperketat regulasi penggunaan plastik sekali pakai.

Ketiga, BRIN menyoroti industri tekstil yang turut menyumbang pencemaran mikroplastik melalui serat sintetis dari pakaian. Diperlukan teknologi filtrasi pada mesin cuci industri agar partikel mikroplastik tidak langsung masuk ke sistem pembuangan air.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA