Wamenkomdigi Tekankan Etika dan Kepercayaan Publik dalam Pengembangan Kecerdasan Artifisial di Indonesia

waktu baca 2 menit
Rabu, 5 Nov 2025 05:55 61 jatengvox

Jatengvox.com – Pemanfaatan teknologi kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) terus berkembang pesat di berbagai sektor, mulai dari industri kreatif hingga layanan publik.

Namun, di tengah derasnya arus inovasi ini, Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria, menegaskan pentingnya penggunaan AI yang beretika, aman, dan bertanggung jawab.

Dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (4/11/2025), Nezar menyampaikan bahwa penguatan tata kelola AI menjadi hal krusial agar teknologi ini benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat dan ekonomi nasional.

Baca juga:  KKN UIN Walisongo Posko 123 Ikuti Kegiatan Media Tradisional Bersama Anggota DPRD Jateng di Desa Kuwu

“Trust by design harus menjadi prinsip utama dalam tata kelola AI. Privasi, keamanan, dan etika perlu diintegrasikan sejak awal proses pengembangan, bukan hanya dijadikan pelengkap di akhir,” ujar Nezar.

Lebih jauh, Nezar menekankan pentingnya mekanisme audit bagi para pengembang dan pengelola platform digital. Audit ini, menurutnya, akan menciptakan transparansi dan akuntabilitas dalam setiap pemanfaatan sistem berbasis AI.

“Di tengah kompetisi pasar yang sangat cepat, perusahaan yang mengedepankan keamanan sejak desain (secure by default) dan privasi sebagai prioritas utama (privacy first) akan lebih dipercaya oleh pengguna, regulator, dan mitra global,” tambahnya.

Baca juga:  Edukasi Pemilahan Sampah dan Budidaya Maggot, Mahasiswa KKN-T 74 Undip Dorong Warga Purwosari Kelola Sampah Mandiri

Ia juga mengingatkan agar platform digital menempatkan etika dan keadilan sebagai fondasi utama. Dengan begitu, konten atau layanan yang dihasilkan AI tetap memiliki kepastian nilai dan tidak menimbulkan bias yang dapat merugikan masyarakat.

Sementara itu, Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, menyoroti sisi positif dari pemanfaatan AI terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

Menurutnya, riset-riset terbaru menunjukkan bahwa AI dapat menjadi pendorong utama ekonomi digital Indonesia di masa depan.

“Nilai ekonomi digital Indonesia saat ini sudah mencapai lebih dari USD90 miliar. Jika pemanfaatan AI dilakukan secara optimal dan etis, potensi ini bisa meningkat hingga USD360 miliar pada tahun 2030,” ungkap Meutya.

Baca juga:  LP2M UIN Walisongo Dampingi Desa Limbangan melalui Program Desa Sehat Religius

Dengan potensi sebesar itu, Indonesia berpeluang menjadi ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara, sekaligus pemain penting dalam lanskap teknologi global.

Namun, ia menekankan bahwa pertumbuhan tersebut harus diimbangi dengan kebijakan yang melindungi privasi, keamanan data, dan keadilan sosial

Dukung Jurnalisme Tanpa Batas

Dukung keberlangsungan artikel ini dengan berpartisipasi dalam program apresiasi pembaca.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ADVERTISEMENT
Pasang Iklan Anda Disini
Promosikan bisnis, produk, jasa, atau toko online Anda dengan tampilan premium di JatengVox.
Hubungi Kami
LAINNYA