BRIN Ungkap Mikroplastik Turun Bersama Hujan, DPR Minta Pemerintah Bertindak Cepat

Rabu, 5 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jatengvox.com – Fenomena hujan kini menghadirkan kekhawatiran baru. Laporan terbaru Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengungkap bahwa mikroplastik—partikel plastik berukuran sangat kecil—telah ditemukan dalam air hujan di sejumlah kota besar di Indonesia.

Temuan ini memperlihatkan betapa seriusnya dampak pencemaran plastik, yang kini tidak hanya mencemari laut dan tanah, tetapi juga berputar di atmosfer dan turun kembali bersama air hujan.

Fenomena ini seolah menegaskan bahwa siklus plastik sudah menyentuh seluruh elemen kehidupan manusia. Bukan lagi sekadar isu lingkungan, tetapi sudah menjadi ancaman yang merambah ke ranah kesehatan publik.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menanggapi temuan tersebut, Anggota Komisi IX DPR RI, Netty Prasetiyani Aher, menilai hasil riset BRIN ini sebagai sinyal bahaya yang tidak boleh diabaikan.

Baca juga:  CJTEC Resmi Diluncurkan, UMKM Jawa Tengah Kini Punya Rumah untuk Tembus Pasar Global

Menurutnya, temuan ini harus dijadikan dasar untuk tindakan cepat dan kolaboratif lintas sektor.

“Perlu penjelasan ilmiah lanjutan dari Kementerian Kesehatan mengenai tingkat risiko dan dampaknya terhadap kesehatan manusia,” ujar Netty, Rabu (5/11/2025).

Ia menambahkan, paparan mikroplastik berpotensi meningkatkan risiko penyakit kulit hingga gangguan sistem pernapasan, terutama bagi masyarakat perkotaan yang terpapar polusi setiap hari.

Netty juga menekankan pentingnya edukasi publik. “Masyarakat, terutama kelompok rentan seperti anak-anak dan pekerja lapangan, perlu dibekali pemahaman. Minimal tahu langkah sederhana seperti mencuci kulit setelah kehujanan, memakai pelindung, dan tentu mengurangi penggunaan plastik sekali pakai,” jelasnya.

Baca juga:  Mahasiswa KKN UPGRIS Gelar Senam Bersama untuk Tingkatkan Kesadaran Hidup Sehat di Desa Gogik

Peneliti BRIN, Muhammad Reza Cordova, menjelaskan bahwa riset lembaganya menemukan mikroplastik dalam sampel air hujan di Jakarta.

Menurutnya, partikel-partikel tersebut berasal dari degradasi limbah plastik di udara—hasil dari aktivitas manusia yang tak terpisahkan dari penggunaan plastik sehari-hari.

“Siklus plastik tidak berhenti di laut. Ia naik ke langit, berkeliling bersama angin, dan turun lewat hujan,” ungkap Reza.

Dalam penelitian tersebut, BRIN menemukan rata-rata 15 partikel mikroplastik per meter persegi air hujan, dengan konsentrasi tertinggi di wilayah pesisir Jakarta.

Artinya, setiap kali hujan turun, partikel plastik bisa ikut membasahi tanah, tanaman, dan bahkan pakaian yang dijemur di luar.

Baca juga:  Mahasiswi KKN Moderasi Beragama UIN Walisongo Posko 06 Gelar Lomba dan Sosialisasi Moderasi Beragama di Desa Sedayu

BRIN mendorong pemerintah untuk mengambil langkah konkret mengatasi persoalan ini.

Pertama, perlu dilakukan pemantauan rutin terhadap udara dan air hujan di berbagai kota besar, agar tren pencemaran mikroplastik bisa dipantau secara ilmiah dan berkelanjutan.

Kedua, perbaikan sistem pengelolaan limbah plastik di hulu harus menjadi prioritas, termasuk memperluas fasilitas daur ulang dan memperketat regulasi penggunaan plastik sekali pakai.

Ketiga, BRIN menyoroti industri tekstil yang turut menyumbang pencemaran mikroplastik melalui serat sintetis dari pakaian. Diperlukan teknologi filtrasi pada mesin cuci industri agar partikel mikroplastik tidak langsung masuk ke sistem pembuangan air.

Editor : Murni A

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Lintasarta Umumkan Perubahan Direksi sebagai Langkah Strategis Perusahaan untuk Akselerasi Bisnis
Barantum Bantu Bisnis Lebih Responsif dengan AI Agent
Produktif Sejak Bangku Kuliah: Rachel Evangeline dan Cecilia Laurent Tumbuh sebagai Student-Entrepreneur di BINUS @Bandung
BRI Finance Perkuat Awareness Pembiayaan Komersial di Ajang LiuGong Customer Gathering 2026
Rupiah Kembali Tertekan Ke-level Terendah Rp17.300 per Dolar AS, Trading Volume $USDT dan $BTC di Bittime Melonjak dalam 24 Jam
Perkuat Konektivitas Menuju Kawasan Wisata Unggulan, Jasa Marga Pastikan Kesiapan Akses Ratu Boko Jalan Tol Jogja-Solo
Tunjukkan Kiprah Nyata melalui Inovasi Berkelanjutan Terobosan Pertama di Indonesia, Srikandi Jasa Marga Raih Anugerah Kartini Infrastruktur 2026
KAI Terapkan Sistem Kelistrikan Berlapis untuk Menjamin Keandalan Operasional LRT Jabodebek

Berita Terkait

Jumat, 24 April 2026 - 09:03 WIB

Lintasarta Umumkan Perubahan Direksi sebagai Langkah Strategis Perusahaan untuk Akselerasi Bisnis

Jumat, 24 April 2026 - 09:03 WIB

Barantum Bantu Bisnis Lebih Responsif dengan AI Agent

Jumat, 24 April 2026 - 08:03 WIB

Produktif Sejak Bangku Kuliah: Rachel Evangeline dan Cecilia Laurent Tumbuh sebagai Student-Entrepreneur di BINUS @Bandung

Kamis, 23 April 2026 - 20:03 WIB

Rupiah Kembali Tertekan Ke-level Terendah Rp17.300 per Dolar AS, Trading Volume $USDT dan $BTC di Bittime Melonjak dalam 24 Jam

Kamis, 23 April 2026 - 20:03 WIB

Perkuat Konektivitas Menuju Kawasan Wisata Unggulan, Jasa Marga Pastikan Kesiapan Akses Ratu Boko Jalan Tol Jogja-Solo

Berita Terbaru

Berita

Barantum Bantu Bisnis Lebih Responsif dengan AI Agent

Jumat, 24 Apr 2026 - 09:03 WIB