UNICEF Desak Pembukaan Penuh Jalur Bantuan ke Gaza, Peringatkan Lonjakan Kematian Anak

Sabtu, 11 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jatengvox.comUNICEF menyerukan pembukaan penuh seluruh jalur bantuan ke Gaza yang kini porak-poranda akibat perang berkepanjangan.

Lembaga PBB untuk anak-anak itu memperingatkan bahwa situasi kemanusiaan di wilayah tersebut berada pada titik kritis, terutama bagi anak-anak yang telah lama mengalami kekurangan gizi.

“Situasinya sangat kritis. Kita berisiko melihat lonjakan besar kematian anak—bukan hanya bayi baru lahir, tetapi juga bayi dan balita—karena sistem kekebalan tubuh mereka kini jauh lebih lemah dari sebelumnya,” kata juru bicara UNICEF, Ricardo Pires, dikutip dari Reuters, pada Sabtu, 11 Oktober 2025.

Pires menegaskan bahwa banyak anak di Gaza tidak mendapatkan asupan makanan layak selama berbulan-bulan.

Kondisi ini diperparah dengan terbatasnya akses medis dan sanitasi akibat blokade serta kerusakan infrastruktur.

Baca juga:  Indonesia Siap Kirim 20 Ribu Pasukan Perdamaian ke Gaza dan Dunia

Sebagai respons terhadap krisis tersebut, PBB berencana meningkatkan pengiriman bantuan kemanusiaan selama 60 hari pertama masa gencatan senjata.

Langkah ini diambil setelah pasukan Israel mulai menarik diri dari beberapa wilayah Gaza pada Jumat  10 Oktober 2025 sebagai bagian dari kesepakatan penghentian sementara serangan.

Menurut koordinasi antara COGAT Israel dan Program Pangan Dunia (WFP), sekitar 600 truk bantuan akan diizinkan masuk ke Gaza setiap hari.

Bantuan tersebut mencakup makanan, obat-obatan, bahan bakar, serta perlengkapan tempat tinggal.

Direktur Darurat WFP, Ross Smith, mengatakan 145 titik distribusi bantuan akan dibuka di seluruh wilayah Gaza.

Selain itu, sekitar 30 toko roti juga akan kembali beroperasi untuk memenuhi kebutuhan pangan dasar warga.

Namun, kelancaran pengiriman bantuan masih bergantung pada penarikan penuh pasukan Israel agar zona aman dapat diperluas.

Baca juga:  Wamenkomdigi Tekankan Etika dan Kepercayaan Publik dalam Pengembangan Kecerdasan Artifisial di Indonesia

Dalam pernyataannya, COGAT menyebut bahwa truk bantuan dari berbagai pihak—termasuk organisasi internasional dan negara donor—akan diizinkan masuk setelah melalui proses pemeriksaan keamanan.

UNICEF memperkirakan sekitar 50.000 anak di Gaza kini berada dalam kondisi berisiko tinggi mengalami malnutrisi akut dan membutuhkan perawatan medis segera.

Banyak dari mereka tidak mendapatkan gizi seimbang selama berbulan-bulan, sementara fasilitas kesehatan di Gaza terus kekurangan pasokan dasar.

Sebagai bagian dari upaya tanggap darurat, UNICEF berencana mendistribusikan satu juta selimut untuk anak-anak Gaza menjelang musim dingin.

Lembaga itu juga akan mengirimkan kursi roda dan kruk bagi anak-anak penyandang disabilitas, yang sebelumnya tertahan akibat blokade logistik.

Sementara itu, WFP melaporkan bahwa sekitar 400.000 warga Gaza di bagian utara belum menerima bantuan selama beberapa minggu terakhir.

Baca juga:  Komnas Perempuan Desak Indonesia Lebih Tegas Hentikan Genosida di Gaza

Organisasi tersebut mendesak percepatan proses pemeriksaan dan izin agar konvoi kemanusiaan dapat masuk lebih cepat ke wilayah terdampak.

Kondisi anak-anak di Gaza kini menjadi simbol penderitaan paling nyata dari konflik yang belum juga berakhir.

Kekurangan gizi, trauma psikologis, hingga kehilangan keluarga membuat mereka menjadi kelompok paling rentan.

Seruan UNICEF dan lembaga-lembaga PBB lainnya menegaskan bahwa tanpa pembukaan penuh jalur bantuan, dunia berpotensi menyaksikan “generasi yang hilang” di Gaza—anak-anak yang tumbuh dalam kelaparan dan ketakutan.

“Kita tidak hanya perlu menghentikan perang, tapi juga memastikan anak-anak Gaza bisa hidup, tumbuh, dan memiliki masa depan,” tegas Ricardo Pires.

Editor : Murni A

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

DPR Soroti Potensi Penyalahgunaan AI, Pemerintah Didorong Segera Siapkan Regulasi
Program Perlindungan Anak Diperluas, Pemerintah Siapkan Makan Bergizi hingga Aturan Media Sosial
Ramadan Bersama Gen Z Lintas Negara di UIN Saizu, Kemenag Dorong Internasionalisasi Kampus Islam
Kemenag Tetapkan Standar Nasional Zakat Produktif melalui PMA 16 Tahun 2025
Embung Plosorejo Sragen Diresmikan, 50 Hektare Sawah Kini Punya Cadangan Air Saat Kemarau
Harga Minyak Dunia Tembus 80 Dolar AS, Menkeu Purbaya Pastikan APBN Tetap Aman
Menag Nasaruddin Umar Soroti Penguatan SDM, Pendidikan Ekonomi Syariah Jadi Kunci Daya Saing Global
Revitalisasi Website Desa Leyangan, Upaya Mahasiswa KKN UPGRIS Menguatkan Informasi dan Promosi Potensi Desa

Berita Terkait

Senin, 9 Maret 2026 - 15:39 WIB

DPR Soroti Potensi Penyalahgunaan AI, Pemerintah Didorong Segera Siapkan Regulasi

Senin, 9 Maret 2026 - 06:06 WIB

Program Perlindungan Anak Diperluas, Pemerintah Siapkan Makan Bergizi hingga Aturan Media Sosial

Minggu, 8 Maret 2026 - 07:46 WIB

Ramadan Bersama Gen Z Lintas Negara di UIN Saizu, Kemenag Dorong Internasionalisasi Kampus Islam

Kamis, 5 Maret 2026 - 12:17 WIB

Kemenag Tetapkan Standar Nasional Zakat Produktif melalui PMA 16 Tahun 2025

Rabu, 4 Maret 2026 - 14:28 WIB

Harga Minyak Dunia Tembus 80 Dolar AS, Menkeu Purbaya Pastikan APBN Tetap Aman

Berita Terbaru