KKN UNDIP Dukung Integrasi Layanan Primer Lewat Program Posyandu Bergerak, Masyarakat Sehat di Desa Sonoharjo

waktu baca 2 menit
Senin, 10 Agu 2026 22:45 7 jatengvox

Jatengvox.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro (UNDIP) Tim II merealisasikan komitmen pengabdian masyarakat melalui program sosial kemasyarakatan rumpun Sains dan Teknologi (Saintek) yang bertajuk “Posyandu Bergerak, Masyarakat Sehat: Optimalisasi Integrasi Layanan Primer”.

Kegiatan pelayanan kesehatan ini difokuskan pada Posyandu dan Integrasi Layanan Primer (ILP) Melati 5 yang berlokasi di Dusun Ngasem Tengah.

Optimalisasi Pemeriksaan Kesehatan Lansia Dalam pelaksanaannya, tim mahasiswa, didampingi oleh tiga dosen, yaitu Farid Agushybana, S.KM, DEA, Ph.D, Fariz Nurmita Aziz, S.T.P., M.Sc., dan Dewi Setyaningsih, S.IP., M.A.,  berkolaborasi secara langsung dengan kader dan petugas kesehatan setempat untuk menyelenggarakan pelayanan medis komunitas, dengan prioritas utama pada kelompok lanjut usia (lansia).

Baca juga:  Mulai dari Stasiun Pasar Senen, KAI Daop 1 Jakarta Bangun Budaya Pilah Sampah Bersama Pelanggan

Pemeriksaan fisik difasilitasi secara komprehensif guna memastikan akurasi diagnosis awal terhadap kondisi warga.

Beberapa tindakan medis yang diakomodasi meliputi pengecekan tekanan darah menggunakan instrumen tensimeter digital, serta perhitungan Indeks Massa Tubuh (IMT).

Di samping itu, mahasiswa juga melakukan pengukuran indikator kesehatan antropometri lainnya, seperti pemantauan berat badan (BB), pengukuran lingkar lengan atas (LILA), serta lingkar perut.

Pendampingan Administrasi dan Manajemen Alur Selain berfokus pada tindakan pemeriksaan fisik, tim KKN UNDIP memberikan pendampingan menyeluruh pada aspek administrasi dan dokumentasi posyandu.

Baca juga:  Mahasiswa KKN UPGRIS Kelompok 30 Bangun Generasi Cerdas Lewat Bimbel di SDN Diwak

Mahasiswa bertugas memfasilitasi kelancaran sejak tahap persiapan, mendata tingkat kehadiran peserta, hingga mencatat informasi esensial yang diperlukan selama proses pemeriksaan berlangsung.

Lebih lanjut, tim mahasiswa turut mengatur manajemen alur peserta. Melalui penataan alur yang sistematis, masyarakat mendapatkan arahan yang jelas dari satu meja pemeriksaan ke meja lainnya, sehingga mencegah terjadinya penumpukan antrean dan kebingungan di lokasi kegiatan.

Sinkronisasi Data untuk Pemantauan Berkelanjutan Sebagai upaya mendukung tindakan preventif kesehatan yang berkelanjutan, seluruh hasil pengukuran dan pemeriksaan warga dicatat dan disusun secara terstruktur.

Data rekam medis tersebut kemudian diserahkan dan dikoordinasikan secara langsung kepada kader maupun petugas kesehatan yang tengah bertugas.

Baca juga:  Mahasiswi KKN Moderasi Beragama UIN Walisongo Semarang Posko 06 Mengadakan Sosialisasi Bullying di Sekolah Dasar Negeri Sedayu

Pencatatan data yang sistematis ini memegang peranan krusial. Oleh pihak fasilitas kesehatan tingkat pertama, basis data tersebut akan dijadikan acuan utama untuk melakukan pemantauan rutin terhadap kondisi kesehatan warga Dusun Ngasem Tengah di masa mendatang.

Melalui pembagian tugas pendampingan yang terstruktur, seluruh rangkaian proses pemeriksaan medis dan pencatatan data peserta posyandu dapat berjalan dengan tertib, lancar, dan terorganisasi.

Kehadiran program KKN ini dinilai efektif dalam meringankan beban tugas administratif para kader, sekaligus meningkatkan kenyamanan warga dalam memperoleh layanan kesehatan primer yang terintegrasi di tingkat dusun.

 

Dukung Jurnalisme Tanpa Batas

Dukung keberlangsungan artikel ini dengan berpartisipasi dalam program apresiasi pembaca.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ADVERTISEMENT
Pasang Iklan Anda Disini
Promosikan bisnis, produk, jasa, atau toko online Anda dengan tampilan premium di JatengVox.
Hubungi Kami
LAINNYA