Jatengvox.com – Tim Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) 74 Universitas Diponegoro terus mendorong pengelolaan sampah yang lebih baik di Kelurahan Purwosari, Kecamatan Mijen, Kota Semarang.
Melalui dua pendekatan utama, yaitu edukasi pemilahan sampah dan budidaya maggot, mahasiswa KKN-T 74 Universitas Diponegoro berupaya agar warga mampu mengelola sampah secara mandiri dan berkelanjutan.
Kegiatan edukasi pemilahan sampah dilaksanakan pada tanggal 5 Juli 2026 di RW 03 melalui kegiatan Minggu Ceria yang digelar oleh tim KKNT 74. Acara tersebut menggabungkan senam bersama dan tes kesehatan gratis bagi warga.
Di sela-sela kegiatan, mahasiswa memberikan pemahaman mengenai pentingnya memilah sampah menjadi tiga kategori, yaitu sampah organik, anorganik, dan Bahan Berbahaya dan Beracun (B3).

Edukasi ini menjelaskan perbedaan ketiga jenis sampah tersebut. Sampah organik meliputi sisa makanan, daun, dan bahan yang mudah membusuk.
Sampah anorganik mencakup plastik, kertas, kaca, dan logam yang dapat didaur ulang. Sementara sampah B3 meliputi baterai bekas, lampu, obat kadaluarsa, serta limbah kimia rumah tangga yang memerlukan penanganan khusus.
Tujuan edukasi ini adalah menumbuhkan kesadaran warga agar tidak lagi mencampur semua jenis sampah dalam satu tempat.
Dengan memilah sejak dari rumah, sampah organik dapat diolah menjadi kompos atau pakan maggot, sampah anorganik lebih mudah didaur ulang, dan sampah B3 tidak mencemari lingkungan.
Cara ini diharapkan membuat pengelolaan sampah di tingkat rumah tangga maupun TPS3R menjadi lebih efektif dan berkelanjutan.
Sementara itu, di RW 02, tim KKN-T 74 Undip fokus pada upaya optimalisasi Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R).
Untuk memastikan TPS3R benar-benar berfungsi dan sampah yang dikelola memberikan manfaat, mahasiswa melakukan instalasi budidaya maggot atau Black Soldier Fly (BSF).
Langkah konkret yang ditawarkan oleh mahasiswa KKN Tematik Tim 74 Undip ini disambut hangat oleh Ketua TPS3R Sido Rahayu Kelurahan Purwosari, Ibu Mujiati, yang selama ini menginisiasi persoalan lingkungan di wilayahnya.

Kesadaran warga akan sampah rumah tangga sudah mulai tertanam di wilayah RW 02, terbukti dengan warga yang telah memisahkan sampah organik dan sampah anorganik dari rumah.
Sampah anorganik dikelola dengan cara dikumpulkan dan ditimbang pada Bank Sampah yang tersedia di TPS3R Sido Rahayu. Sedangkan untuk sampah organik masih dibuang ke TPA.
”Di TPS3R kami untuk pengelolaan sampah anorganik sebenarnya sudah mulai berjalan dengan baik, tetapi untuk pengolahan sampah organiknya sampai saat ini memang belum ada solusi yang pasti,” ujar Ibu Mujiati.
Melalui budidaya maggot, sampah organik yang sebelumnya hanya menumpuk kini dapat diolah menjadi pakan maggot yang bernilai. Upaya ini diharapkan membuat sistem pengelolaan sampah di TPS3R Sido Rahayu di RW 02 berjalan lebih optimal, sekaligus memberikan contoh nyata bahwa sampah bisa menjadi sumber daya yang bermanfaat.
Kegiatan pengolahan sampah dengan media Black Soldier Fly di TPS3R RW 02 ini berlangsung selama 45 hari, mulai dari tanggal 22 Juni 2026 hingga 5 Agustus 2026. Maggot yang ada di TPS3R saat ini telah berkembang dan melewati seluruh siklus hidup maggot, serta mengurai sampah organik di wilayah RW 02.
Kedua kegiatan tersebut menjadi bagian dari program multidisiplin KKN-T 74 Undip yang bertujuan mengoptimalkan dan merevitalisasi TPS3R melalui pengelolaan sampah berbasis Black Soldier Fly di Kelurahan Purwosari.
Dengan kombinasi edukasi di tingkat warga dan penerapan teknologi sederhana di TPS3R, mahasiswa berharap masyarakat semakin mandiri dalam mengelola sampah sehari-hari.
Penulis : Tim KKN-Tematik 74 Universitas Diponegoro
Editor: Murni Anggita
Dukung keberlangsungan artikel ini dengan berpartisipasi dalam program apresiasi pembaca.
Tidak ada komentar