Mahasiswa KKN UNIMMA Kaji Kelayakan Usaha Budidaya Maggot BSF di Pondok Pesantren Wong Eling

waktu baca 3 menit
Minggu, 2 Agu 2026 20:00 15 jatengvox

Jatengvox.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) Kelompok 19 menggelar kegiatan analisis kelayakan usaha budidaya maggot Black Soldier Fly (BSF) di Pondok Pesantren Wong Eling, Desa Sidorejo, Kec. Tegalrejo , pada Minggu, 2 Agustus 2026.

Kegiatan ini digagas sebagai solusi pengelolaan limbah organik yang selama ini dihasilkan oleh aktivitas 150 santri mukim di pondok pesantren tersebut.

Ketua Kelompok KKN UNIMMA, Muhammad Zidan, menjelaskan bahwa program ini bermula dari pengamatan timbulan sampah organik dapur umum pondok pesantren yang cukup besar setiap harinya, namun belum dikelola secara optimal.

“Kami melihat ada potensi besar dari limbah organik ini kalau diolah dengan tepat, salah satunya melalui budidaya maggot Black Soldier Fly. Selain mengurangi sampah, maggot ini juga bisa dijual sebagai pakan alternatif ternak dan ikan, jadi ada nilai ekonominya,” kata Muhammad Zidan.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa KKN memaparkan hasil analisis kelayakan usaha yang mencakup empat aspek utama, yaitu aspek pasar, aspek teknis, aspek manajemen, dan aspek keuangan atau akuntansi.

Dari sisi keuangan, hasil kajian menunjukkan usaha budidaya maggot BSF di Pondok Pesantren Wong Eling layak untuk dijalankan, dengan proyeksi balik modal (payback period) yang relatif singkat serta rasio pendapatan terhadap biaya yang berada di atas angka satu.

Baca juga:  Sampoerna Pertahankan Kepemimpinan Pasar di 2025 di Tengah Tantangan pada Industri Tembakau

Pengasuh/Pengurus Pondok Pesantren Wong Eling, Kiai Zidniilmanaafia, menyambut baik hasil kajian mahasiswa KKN UNIMMA tersebut.

“Kami berterima kasih kepada adik-adik mahasiswa KKN yang sudah membantu menganalisis potensi usaha ini. Selain menyelesaikan masalah sampah, hasil kajian ini juga bisa jadi peluang usaha baru bagi pondok, sekaligus melatih santri berwirausaha,” ujarnya.

Selain memaparkan hasil kajian kelayakan usaha, mahasiswa KKN UNIMMA turut memberikan pendampingan dasar kepada santri terkait teknis budidaya maggot BSF, mulai dari penangkaran indukan, pembesaran larva, hingga proses panen.

Santri juga diperkenalkan dengan cara pencatatan keuangan sederhana atas rencana unit usaha tersebut, sebagai bekal pengelolaan yang transparan apabila usaha ini nantinya benar-benar direalisasikan oleh pondok pesantren.

Baca juga:  Tim KKN Tematik 74 Undip Edukasi Warga Purwosari Kelola Sampah Organik melalui Budidaya Maggot BSF

Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN UNIMMA, Dra. Marlina Kurnia, M.M. , mengapresiasi inisiatif mahasiswa dalam mengangkat isu pengelolaan limbah organik menjadi peluang usaha yang aplikatif bagi masyarakat.

“Program seperti ini menunjukkan bahwa mahasiswa tidak hanya memberikan edukasi, tetapi juga solusi konkret yang bisa langsung dimanfaatkan oleh mitra, dalam hal ini Pondok Pesantren Wong Eling,” katanya.

Kegiatan analisis kelayakan usaha budidaya maggot BSF ini merupakan salah satu program kerja unggulan KKN UNIMMA Kelompok 19 di Pondok Pesantren Wong Eling.

Ke depan, pihak pondok pesantren berencana menindaklanjuti hasil kajian ini dengan mempersiapkan modal awal dan pelaksanaan budidaya maggot BSF secara bertahap, sebagai bagian dari unit usaha mandiri pesantren sekaligus upaya pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.

Baca juga:  Mahasiswa KKN UPGRIS 2025 Berpartisipasi dalam Pagelaran Wayang Kulit Sedekah Bumi Kelurahan Ngempon

 

 

Penulis: Tim KKN UNIMMA

Editor: Murni Anggita

 

Dukung Jurnalisme Tanpa Batas

Dukung keberlangsungan artikel ini dengan berpartisipasi dalam program apresiasi pembaca.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ADVERTISEMENT
Pasang Iklan Anda Disini
Promosikan bisnis, produk, jasa, atau toko online Anda dengan tampilan premium di JatengVox.
Hubungi Kami
LAINNYA