Mahasiswa Undip Edukasi Pentingnya Air bagi Anak Usia Dini melalui Permainan Ular Tangga dan Budaya Jepang dalam Mendukung SDGs 4, SDGs 6, dan SDGs 12

waktu baca 5 menit
Kamis, 6 Agu 2026 20:00 4 jatengvox

Jatengvox.com – Air menjadi bagian penting dalam kehidupan sehari-hari. Minum, mencuci tangan, mandi, hingga merawat tumbuhan merupakan aktivitas yang tidak terlepas dari keberadaan air.

Kesadaran untuk menjaga dan menggunakan air secara bijak pun perlu dikenalkan sejak usia dini melalui cara yang dekat dengan dunia anak. 

Hal tersebut dilakukan Aulia Rifdah Muna Nida’,  mahasiswa Bahasa dan Kebudayaan Jepang (BKJ) Universitas Diponegoro melalui program kerja berjudul “Mizu wa Inochi no Minamoto Desu” yang berarti “Air adalah Sumber Kehidupan”.

Kegiatan ini dikemas secara menyenangkan melalui permainan ular tangga edukatif yang ditujukan kepada anak-anak TK Pertiwi 07, Kelurahan Mijen, Kota Semarang, pada Kamis (6/8/2026).

Program tersebut menggabungkan edukasi lingkungan dengan unsur budaya Jepang dan kegiatan bermain.

Anak-anak tidak hanya diberikan penjelasan mengenai pentingnya air, tetapi juga diajak belajar melalui berbagai aktivitas yang melibatkan gerak, kreativitas, kemampuan berhitung, pengenalan warna, hingga permainan edukatif.

Rangkaian kegiatan diawali dengan senam bersama dan doa. Setelah itu, suasana dibuat semakin meriah melalui permainan ular naga yang diikuti anak-anak bersama mahasiswa anggota KKN-T yang turut membantu.

Permainan pembuka tersebut menjadi sarana untuk membangun suasana yang menyenangkan sekaligus membuat anak lebih siap mengikuti rangkaian kegiatan selanjutnya.

Baca juga:  Hadir di BRI Consumer Expo 2026 Jakarta, BRI Finance Tawarkan Promo KKB Mulai 1,59%

Setelah permainan pembuka selesai, anak-anak kemudian diarahkan untuk mengikuti kegiatan melalui sistem stasiun permainan.

Dalam kegiatan ini, anak-anak berkeliling dan mencoba berbagai aktivitas yang telah disiapkan oleh mahasiswa. Setiap stasiun menyediakan lembar kerja edukatif yang disesuaikan dengan usia anak TK.

Worksheet tersebut berisi aktivitas sederhana yang dapat melatih kemampuan anak, seperti mengenal warna, berhitung, mencocokkan gambar, serta aktivitas bertema air dan lingkungan.

Anak-anak dapat menyelesaikan worksheet dengan didampingi mahasiswa sebelum melanjutkan ke aktivitas berikutnya.

Salah satu stasiun yang menjadi bagian dari rangkaian kegiatan adalah ular tangga edukatif 20 kotak. Permainan ini dirancang berbeda dari ular tangga biasa karena setiap kotak memiliki pesan atau aktivitas yang dapat menjadi sarana belajar bagi anak.

Di dalamnya terdapat kotak berisi pertanyaan, tantangan, motivasi, inspirasi, serta pesan larangan yang berkaitan dengan air dan kebiasaan menjaga lingkungan.

Pertanyaan dibuat sederhana agar dapat dijawab anak-anak, mulai dari berhitung, mengenal warna dan benda di sekitar, hingga mengenali kebiasaan sehari-hari yang baik dalam menggunakan air.

Pada bagian tantangan, anak-anak diajak melakukan aktivitas secara langsung. Mereka dapat diminta menirukan gerakan mencuci tangan, menghitung, menirukan suara, hingga mengucapkan slogan “Jaga Air, Jaga Kehidupan!” Aktivitas tersebut membuat anak tidak hanya mendengar materi, tetapi juga belajar melalui gerakan dan pengalaman bermain.

Unsur budaya Jepang turut dimasukkan ke dalam permainan. Anak-anak diperkenalkan dengan kosakata sederhana seperti “Mizu” (みず) yang berarti air, “Arigatou” (ありがとう) yang berarti terima kasih, dan “Ganbatte” (がんばって) yang berarti semangat.

Baca juga:  Bantuan Beras 10 Kilogram Mulai Disalurkan Hingga Akhir November 2025, Begini Cara Cek Nama Penerima

Anak-anak juga dikenalkan dengan konsep “Mottainai” (もったいない) yang mengajarkan untuk tidak menyia-nyiakan sesuatu yang masih bermanfaat.

Selain kosakata, pengenalan budaya Jepang dilakukan melalui kegiatan berhitung dan mengenal warna dalam bahasa Jepang.

Penyampaian dilakukan dengan cara sederhana agar anak dapat mengenal bahasa dan budaya Jepang sambil tetap menikmati permainan.

Pesan mengenai pentingnya menjaga air juga disampaikan melalui slogan yang mudah diingat anak, seperti “Sayangi Air, Sayangi Bumi”, “Air adalah Sumber Kehidupan”, dan “Setiap Tetes Air Sangat Berharga”. 

Melalui permainan tersebut, anak-anak diajak memahami bahwa menjaga air dapat dimulai dari kebiasaan sederhana.

Menutup keran setelah digunakan, menggunakan air secukupnya, mencuci tangan dengan benar, serta tidak membuang sampah sembarangan menjadi contoh tindakan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan ini juga menjadi bagian dari kontribusi mahasiswa dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs). Melalui aktivitas worksheet, permainan, dan pengenalan pengetahuan baru, program ini mendukung SDGs 4: Pendidikan Berkualitas, khususnya dengan menghadirkan proses belajar yang interaktif, menyenangkan, dan sesuai dengan karakteristik anak usia dini.

Edukasi mengenai kebersihan dan penggunaan air secara bijak juga mendukung SDGs 6: Air Bersih dan Sanitasi Layak. Anak-anak dikenalkan bahwa air yang bersih perlu dijaga dan digunakan dengan baik agar dapat terus memberikan manfaat bagi kehidupan.

Sementara itu, pengenalan konsep “Mottainai” turut menguatkan SDGs 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab.

Baca juga:  Mahasiswa KKN UIN Walisongo Dampingi Penyaluran Bantuan Pangan Lewat Banpang Mobile di Sendangdawung

Anak-anak diperkenalkan pada kebiasaan untuk tidak menyia-nyiakan sesuatu yang masih dapat digunakan, termasuk dalam menggunakan air sehari-hari.

Pemilihan anak TK sebagai sasaran kegiatan bukan tanpa alasan. Usia dini merupakan masa penting dalam pembentukan kebiasaan dan karakter.

Melalui aktivitas yang menyenangkan, pesan mengenai kepedulian terhadap air diharapkan dapat lebih mudah diterima dan menjadi bagian dari kebiasaan anak.

Setelah seluruh rangkaian stasiun permainan dan aktivitas edukatif selesai, kegiatan kemudian dilanjutkan dengan makan bersama melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Anak-anak menikmati makanan bersama sebelum kegiatan akhirnya ditutup dan mereka bersiap untuk pulang.

Rangkaian kegiatan tersebut menunjukkan bahwa edukasi lingkungan dapat disampaikan melalui cara yang sederhana dan menyenangkan.

Anak-anak memperoleh kesempatan untuk belajar, bergerak, bermain, mengerjakan worksheet, mengenal budaya Jepang, serta memahami kebiasaan baik dalam menjaga air.

Melalui program “Mizu wa Inochi no Minamoto Desu”, Aulia Rifdah Muna Nida’ berharap pengenalan mengenai air tidak berhenti selama kegiatan berlangsung, tetapi dapat diterapkan anak dalam keseharian.

Kebiasaan kecil seperti menutup keran, tidak membuang sampah sembarangan, dan menggunakan air secukupnya dapat menjadi langkah awal untuk menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan.

Pada akhirnya, kegiatan ini membawa pesan bahwa menjaga air tidak harus dimulai dari tindakan besar. Dari satu kebiasaan kecil, anak-anak dapat belajar menghargai air sebagai bagian penting dari kehidupan.

 

 

Penulis: Aulia Rifdah Muna Nida’, Mahasiswa Prodi Bahasa dan Kebudayaan Jepang (BKJ) UNDIP

Editor: Murni Anggita

 

Dukung Jurnalisme Tanpa Batas

Dukung keberlangsungan artikel ini dengan berpartisipasi dalam program apresiasi pembaca.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ADVERTISEMENT
Pasang Iklan Anda Disini
Promosikan bisnis, produk, jasa, atau toko online Anda dengan tampilan premium di JatengVox.
Hubungi Kami
LAINNYA