Mahasiswa KKN-T Undip Susun Struktur Repositori KALOKA untuk Dokumentasikan Kearifan Lokal di Sekitar Waduk Cengklik

waktu baca 2 menit
Sabtu, 1 Agu 2026 22:10 8 jatengvox

Jatengvox.com – Beragam kearifan lokal di sekitar Waduk Cengklik, seperti tradisi lisan, pengetahuan ekologi, praktik pertanian, hingga potensi wisata komunitas, selama ini masih belum terdokumentasi secara sistematis.

Menjawab permasalahan tersebut, Tim Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) IDBU-07 Universitas Diponegoro menyusun struktur repositori berbasis empat dimensi dan skema metadata sebagai dasar pengembangan repositori KALOKA (Kearifan dan Literasi Lokal Desa). Program ini dilaksanakan pada 12–18 Juli 2026 di Desa Sobokerto, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali.

KALOKA merupakan sistem informasi yang dikembangkan oleh Tim KKN-T IDBU-07 Universitas Diponegoro sebagai media untuk mendokumentasikan sekaligus memperkenalkan potensi yang dimiliki Desa Sobokerto.

Baca juga:  Mahasiswa KKN-T IDBU-07 Undip Klasifikasikan Buku Hibah dari Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Boyolali untuk KALOKA

Pengembangan KALOKA merupakan hasil kolaborasi 30 mahasiswa dari berbagai program studi di Universitas Diponegoro. Website ini memuat empat fitur utama, yaitu repositori kearifan lokal, katalog pustaka, galeri UMKM, dan informasi wisata.

Selain sebagai portal informasi publik, KALOKA juga dilengkapi dengan dashboard administrasi yang memungkinkan pengelola desa menambah, mengubah, dan mengelola konten secara mandiri.

Sebagai bagian dari pengembangan KALOKA, dua mahasiswa Program Studi Ilmu Perpustakaan dan Informasi Universitas Diponegoro menyusun struktur repositori yang mengelompokkan kearifan lokal ke dalam empat dimensi utama, yaitu ekologi waduk, pertanian dan pangan, tradisi lisan dan sejarah, serta wisata komunitas.

Baca juga:  Mahasiswa KKN UPGRIS Kelompok 21 Tingkatkan Kreativitas Siswa SD Islam Gintungan Melalui Program Ecoprint

Struktur tersebut dilengkapi dengan skema metadata yang memuat kode, judul, dimensi, deskripsi, kata kunci, narasumber, lokasi, dokumentasi, sumber informasi, bahasa, status akses, serta informasi pendukung lainnya untuk setiap entri.

Penyusunan struktur dan metadata ini bertujuan agar proses dokumentasi, pengelolaan, dan penelusuran informasi kearifan lokal dapat dilakukan secara lebih sistematis dan konsisten.

Rima, salah satu penyusun struktur repositori KALOKA, menjelaskan bahwa penyusunan struktur repositori merupakan tahapan penting dalam membangun sistem dokumentasi kearifan lokal.

“Struktur repositori menjadi pedoman agar setiap informasi memiliki klasifikasi dan metadata yang konsisten. Dengan demikian, proses pengelolaan, pencarian, dan pengembangan data dapat dilakukan secara lebih sistematis sehingga mendukung pelestarian kearifan lokal yang ada di sekitar Waduk Cengklik,” ujarnya.

Baca juga:  Holding Perkebunan Nusantara Terus Perkuat Daya Saing Global, Ekspor Kopi Ijen PalmCo Tembus AS dan Inggris

Melalui program ini, Tim KKN-T IDBU-07 Universitas Diponegoro berharap struktur repositori yang telah disusun dapat menjadi struktur awal pengembangan repositori KALOKA sebagai media dokumentasi digital kearifan lokal Desa Sobokerto.

Keberadaan repositori ini diharapkan mampu memudahkan pengelolaan informasi sekaligus menjaga pengetahuan lokal agar tetap terdokumentasi dan dapat diwariskan kepada generasi mendatang.

 

Penulis: Rima, Mahasiswi Program Studi Ilmu Perpustakaan dan Informasi, Tim KKN-T IDBU-07 Universitas Diponegoro.

 

Dukung Jurnalisme Tanpa Batas

Dukung keberlangsungan artikel ini dengan berpartisipasi dalam program apresiasi pembaca.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ADVERTISEMENT
Pasang Iklan Anda Disini
Promosikan bisnis, produk, jasa, atau toko online Anda dengan tampilan premium di JatengVox.
Hubungi Kami
LAINNYA