Jatengvox.com – Mahasiswa KKN Reguler Tim II Universitas Diponegoro (Undip) Desa Banyuurip menggelar program RESPIRA: Gerakan Edukasi Pencegahan ISPA Menuju Masyarakat Banyuurip yang Sehat di Balai Desa Banyuurip, Kecamatan Klego, Kabupaten Boyolali, pada Senin (27/7/2026).
Kegiatan yang berlangsung pukul 08-00-12.00 WIB tersebut diikuti oleh 28 kader Posyandu Desa Banyuurip.
Program RESPIRA dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai penyebab, gejala, serta langkah pencegahan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh kebiasaan membakar sampah secara terbuka yang masih ditemukan di halaman rumah maupun lahan pertanian Desa Banyuurip.
Asap dari pembakaran tersebut dapat mencemari udara sekitar dan meningkatkan risiko gangguan pernapasan, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia.
Kegiatan RESPIRA melibatkan 11 mahasiswa KKN lintas disiplin, yaitu Arya Pradana Rafiul Huda (Informatika), Azizah Ras Karolina Purba (Keperawatan), Catur Purna Laras (Sejarah), Dienka Hanun Thalia (Agribisnis), Dwi Saputra (Teknik Mesin), Hazel Abrar (Hukum), Lintang Qonita Rayaraudha (Akuntansi Perpajakan), Muhammad Daffa Fahreza (Bahasa dan Kebudayaan Jepang), Nabila Putri Wibowo (Ilmu Komunikasi), Salwa Khalishah Salsabila (Manajemen Administrasi Logistik), serta Sekar Ayu Tiara Murti (Akuntansi).

Rangkaian kegiatan diawali dengan registrasi peserta dan pembukaan, kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari perangkat desa, bidan desa, ketua PKK, koordinator desa, dan ketua acara.
Setelah itu, peserta mendapatkan berbagai materi yang berkaitan dengan pencegahan ISPA dan pengelolaan lingkungan.
Berdasarkan rundown kegiatan, materi meliputi edukasi mengenai ISPA, pemanfaatan pekarangan rumah, pengelolaan sampah dan Bank Sampah, kesiapan keluarga menghadapi ISPA, hingga hak masyarakat dalam memperoleh pelayanan kesehatan. Kegiatan juga dilengkapi sesi tanya jawab dan dokumentasi.
Materi kesehatan yang disampaikan mencakup pengertian ISPA, kelompok masyarakat yang rentan, penyebab dan faktor risiko, tanda dan gejala, serta upaya pencegahan.
Peserta juga mendapatkan praktik mencuci tangan yang baik dan benar serta penerapan etika batuk sebagai bagian dari pencegahan penularan penyakit.
Selain aspek kesehatan, mahasiswa turut mengaitkan pencegahan ISPA dengan pengelolaan lingkungan.
Peserta diberikan edukasi mengenai dampak pembakaran sampah terhadap kualitas udara, pemilahan sampah, serta pemanfaatan Bank Sampah sebagai salah satu alternatif pengelolaan sampah berbasis masyarakat.
Peserta juga dikenalkan dengan cara memanfaatkan pekarangan rumah menggunakan pot atau polybag untuk menciptakan lingkungan yang lebih hijau dan sehat.
Tidak hanya itu, program RESPIRA juga menghasilkan sejumlah media edukasi. Di antaranya poster mengenai kesiapan keluarga menghadapi ISPA, poster infografis mengenai penanganan ISPA pada masa kolonial dan era modern, leaflet edukasi pencegahan ISPA bagi anak-anak, serta E-Book RESPIRA yang dikembangkan dalam bentuk flipbook interaktif.
Selama kegiatan berlangsung, para kader Posyandu menunjukkan antusiasme yang tinggi dan aktif mengikuti setiap sesi.
Secara keseluruhan, kegiatan berjalan lancar sesuai dengan rangkaian yang telah direncanakan tanpa kendala berarti.
Dukungan dari perangkat desa, kader Posyandu, serta partisipasi aktif peserta turut mendukung kelancaran kegiatan.
Salah satu mahasiswa KKN, Dienka Hanun Thalia, menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang mendukung kesehatan.
“Lingkungan yang bersih dan hijau dapat membantu menjaga kesehatan. Dengan memanfaatkan pekarangan rumah, setiap keluarga bisa ikut menciptakan lingkungan yang lebih sehat,” ujarnya.
Melalui program RESPIRA, mahasiswa KKN TIM II Undip berharap para kader Posyandu tidak hanya memahami pencegahan ISPA untuk diri sendiri, tetapi juga mampu menjadi agen edukasi bagi masyarakat.
Kader diharapkan dapat menyampaikan informasi mengenai bahaya pembakaran sampah terhadap kesehatan, pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, serta langkah-langkah pencegahan ISPA yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Penulis: Nabila Putri Wibowo, Wakil Koordinator Desa KKN TIM II Universitas Diponegoro Desa Banyuurip
Dukung keberlangsungan artikel ini dengan berpartisipasi dalam program apresiasi pembaca.
Tidak ada komentar