Bangun Fondasi Digital, Mahasiswa KKN Undip Rancang Struktur Basis Data dan Class Diagram Repositori KALOKA Sobokerto

waktu baca 2 menit
Senin, 3 Agu 2026 21:21 12 jatengvox

Jatengvox.com – Mahasiswa Tim KKNT IDBU-07 Universitas Diponegoro merancang struktur basis data dan class diagram sebagai fondasi teknis repositori KALOKA (Portal Literasi Desa Sobokerto), dalam rangkaian program kerja multidisiplin di Desa Sobokerto, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali, yang berlangsung sejak 18 Juli hingga 3 Agustus 2026.

Program ini digagas oleh divisi IT Tim KKNT IDBU-07 yang beranggotakan lima mahasiswa, salah satunya Nazla Azzahra, sebagai jawaban atas belum tersedianya sistem informasi perpustakaan yang terstruktur di Desa Sobokerto.

Dalam pengembangan ini, Nazla berfokus pada perancangan basis data MySQL menggunakan Eloquent ORM Laravel, mencakup entitas Kearifan Lokal, UMKM dan Info Wisata, beserta penyusunan class diagram yang memetakan struktur data dan relasi antar entitas.

Baca juga:  Mahasiswa KKN-T IDBU-07 Undip Klasifikasikan Buku Hibah dari Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Boyolali untuk KALOKA

Perancangan dilakukan dengan mempertimbangkan efisiensi struktur tabel, seperti penerapan tipe data JSON untuk data majemuk bervolume tidak tetap (misalnya daftar foto dan produk), serta relasi one-to-many antar entitas untuk menjaga konsistensi data.

Proses ini menjadi bagian dari pengembangan sistem yang dilakukan menggunakan metode Agile melalui tiga sprint, diakhiri dengan User Acceptance Testing (UAT) untuk memastikan struktur data yang dirancang berfungsi optimal sebelum diimplementasikan secara menyeluruh.

Kebutuhan akan sistem semacam ini turut disampaikan langsung oleh tokoh masyarakat setempat. Pak Kusti dan Bu Tamti, selaku Ketua RT dan istri RT setempat, yang sempat dikunjungi tim dalam kegiatan sowan, menyampaikan pentingnya keberadaan platform digital seperti KALOKA.

Baca juga:  Target Satu Desa Satu Perpustakaan, Bunda Literasi Jateng Dorong Gerakan Baca hingga Akar Rumput

“Memang diperlukan adanya platform seperti ini, karena kearifan lokal di sini belum terdokumentasi dengan baik. Banyak yang belum tahu sejarah yang ada di Sobokerto,” ujar Pak Kusti.

Nazla menjelaskan bahwa tantangan terbesar dalam merancang struktur basis data ini adalah memastikan setiap entitas dapat merepresentasikan kebutuhan data secara akurat, sekaligus tetap fleksibel untuk pengembangan fitur di masa mendatang.

“Struktur data yang kami rancang ini menjadi kerangka dasar dari seluruh informasi yang dikelola sistem. Kami tidak hanya menyusun tabel, tapi juga memikirkan bagaimana relasi antar data ini bisa mendukung kebutuhan pengelola desa dalam jangka panjang,” kata Nazla.

Baca juga:  Hari Pertama WFH ASN, Pengguna LRT Jabodebek Turun 10 Persen, Layanan Tetap Optimal

Melalui perancangan struktur basis data dan class diagram yang telah disusun, program ini diharapkan menjadi fondasi data yang kokoh bagi keberlanjutan sistem KALOKA sebagai wadah digitalisasi kearifan lokal, wisata, dan potensi Desa Sobokerto.

 

Penulis: Nazla Azzahra, Tim KKNT IDBU-07 Desa Sobokerto, Boyolali

 

Dukung Jurnalisme Tanpa Batas

Dukung keberlangsungan artikel ini dengan berpartisipasi dalam program apresiasi pembaca.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ADVERTISEMENT
Pasang Iklan Anda Disini
Promosikan bisnis, produk, jasa, atau toko online Anda dengan tampilan premium di JatengVox.
Hubungi Kami
LAINNYA