Mahasiswa KKN-T IDBU-07 UNDIP Dokumentasikan Kearifan Pertanian Lokal Desa Sobokerto untuk Repositori Digital KALOKA

waktu baca 3 menit
Senin, 13 Jul 2026 20:15 8 jatengvox

Jatengvox.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Tim IDBU-07 Universitas Diponegoro (Undip) melakukan pendokumentasian kearifan lokal dari dua kelompok binaan masyarakat di Desa Sobokerto, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali, yaitu Kelompok Tani Ngudi Makmur pada Senin (13/7/2026) dan Pokmas Ngudi Tirto Lestari pada Minggu (12/7/2026).

Kegiatan ini merupakan bagian dari program KALOKA, yakni pendokumentasian pengetahuan dan kearifan lokal Desa Sobokerto agar dapat diakses masyarakat luas melalui repositori digital.

Dari Kelompok Tani Ngudi Makmur, tim menggali pengalaman Khoirul Huda, Bendahara sekaligus Local Hero Pertamina, yang menunjukkan bagaimana petani setempat beradaptasi terhadap keterbatasan air akibat pendangkalan Waduk Cengklik.

Baca juga:  Mahasiswa KKN-T Undip Dorong Literasi Digital Lewat Pemetaan Wisata Waduk Cengklik untuk Website KALOKA

Melalui pendampingan Program Desa Energi Berdikari Pertamina Patra Niaga, kelompok tani ini kini memanfaatkan sumur bor bertenaga surya serta mulai menerapkan irigasi tetes, sembari tetap menjaga kearifan lokal seperti ilmu titen, pemupukan kompos, dan rotasi tanaman.

Sementara itu, dari Pokmas Ngudi Tirto Lestari yang berdiri sejak 2021 di kawasan Waduk Cengklik, tim mendokumentasikan inovasi pengelolaan eceng gondok yang sebelumnya hanya diangkat dan dibakar oleh Balai Wilayah Sungai.

Berkat dukungan Pertamina, kelompok ini berhasil mengolah eceng gondok menjadi pupuk padat, pupuk cair, hingga biogas untuk bahan bakar genset penerangan jalan atau yang mereka sebut “lesindo”. Inovasi ini bahkan telah meraih juara pertama pada ajang Krenova tingkat kabupaten maupun Soloraya.

Baca juga:  Menkum Dorong Koperasi Merah Putih Daftarkan Merek Kolektif untuk Lindungi Produk Lokal

Ketua Pokmas Ngudi Tirto Lestari, Turut Raharjo, menjelaskan bahwa pengolahan eceng gondok menjadi biogas membutuhkan proses uji coba selama hampir satu tahun sebelum menemukan formulasi yang tepat.

“Kita menemukan solusi untuk bisa menampung gas itu hampir satu tahun kita cari formulasi dari Pak Dal dan teman-teman,” ujar Turut saat memberikan keterangan pada Minggu (12/7/2026).

Ia menambahkan bahwa kegiatan Pokmas tidak semata berorientasi ekonomi, melainkan juga pelestarian lingkungan waduk dan penguatan gotong royong warga.

Limbah dari proses biogas turut dimanfaatkan menjadi pupuk cair bioslurry yang dijual dengan harga bersaing kepada petani sekitar, meski pemasarannya masih terbatas dari mulut ke mulut karena izin edar produk belum rampung.

Baca juga:  BRI Region 6 Ikuti Pengarahan Program BRI Fellowship Journalism 2026 Bersama Insan Pers Nasional

“Kami senang karena pengetahuan yang selama ini kami praktikkan di lapangan ternyata dianggap penting untuk didokumentasikan. Semoga apa yang kami bagikan hari ini bisa menjadi referensi dan tetap lestari untuk generasi berikutnya,” ujarnya

Kedua kelompok ini menunjukkan bagaimana masyarakat Sobokerto memadukan pengetahuan turun-temurun dengan inovasi teknologi untuk menjawab tantangan krisis air dan kerusakan lingkungan waduk.

Melalui dokumentasi yang dilakukan mahasiswa KKN-T IDBU-07 Undip ini, kisah dan pengetahuan dari kedua kelompok tersebut diharapkan dapat terekam secara akurat dalam repositori digital KALOKA, sehingga tidak hanya menjadi arsip pengetahuan desa, tetapi juga mendorong pengembangan ekonomi dan promosi potensi Desa Sobokerto kepada masyarakat yang lebih luas.

 

Penulis: Fadhil Resmana Tim KKNT IDBU-07 Desa Sobokerto, Boyolali

 

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ADVERTISEMENT
Pasang Iklan Anda Disini
Promosikan bisnis, produk, jasa, atau toko online Anda dengan tampilan premium di JatengVox.
Hubungi Kami
LAINNYA