Harga Tembakau Kendal Anjlok 40 Persen, Petani Merugi Akibat Cuaca Buruk

Jumat, 29 Agustus 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jatengvox.com – Memasuki musim panen tembakau tahun ini, para petani di Kabupaten Kendal mengeluhkan anjloknya harga jual tembakau. Kondisi cuaca yang tidak menentu membuat kualitas tembakau menurun sehingga berdampak pada nilai jual di pasaran.

Banyak tembakau yang sudah dijemur justru kembali terkena air hujan. Hal ini membuat daun tembakau berubah warna menjadi hitam dan kualitasnya menurun, sehingga kurang diminati pembeli.

Kasani, seorang petani asal Desa Ngampel, Kendal, mengungkapkan bahwa akibat cuaca buruk, tembakau rusak hanya dihargai sekitar Rp10 ribu per kilogram.

Baca juga:  Di Balik Daun Tembakau, Perjuangan yang Tak Pernah Selesai

Sementara itu, tembakau kering yang dianggap masih bagus hanya dihargai Rp42 ribu hingga Rp43 ribu per kilogram. Harga tersebut jauh lebih rendah dibandingkan tahun lalu yang bisa mencapai Rp70 ribu per kilogram.

Hal senada juga disampaikan Kasidi, petani asal Desa Kebonagung, Kecamatan Ngampel, Kendal. Menurutnya, harga tembakau tahun ini turun sekitar 40 persen dibandingkan tahun lalu.

Selain faktor cuaca, penurunan harga juga dipengaruhi oleh beberapa perusahaan rokok yang hingga kini belum menerima pasokan tembakau dari Kendal.

Dengan kondisi seperti ini, para petani Kendal berharap harga tembakau bisa kembali stabil seperti tahun sebelumnya. Namun mereka pesimis karena kualitas tembakau sudah terlanjur menurun akibat cuaca ekstrem.

Baca juga:  Boyolali Dipilih untuk Investasi Air Minum Asal China Senilai Rp160 Miliar

“Petani hanya berharap ada perhatian dan solusi dari pihak terkait agar jerih payah kami tidak sia-sia,” ungkap salah satu petani.

Musim panen tahun ini pun menjadi tantangan berat bagi para petani tembakau Kendal. Mereka berharap adanya langkah nyata dari pemerintah maupun perusahaan terkait untuk membantu menstabilkan harga, sehingga hasil panen tetap memberi keuntungan.***

Editor : Nuristic

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Boyolali Dipilih untuk Investasi Air Minum Asal China Senilai Rp160 Miliar
Banjir Bandang Terjang Desa Sumberrejo Jepara, Ratusan Rumah Warga Terdampak
Dua Korban Longsor Kembali Ditemukan di Pandanarum Banjarnegara, Pencarian Terkendala Hujan Deras
PD Salimah Kendal Sinergi Dengan DP2KBP2PA Kendal Gelar Kelas Serasi untuk Mencegah Kekerasan dalam Rumah Tangga dan Penelantaran Keluarga
Bupati Kendal Berikan Apresiasi kepada Guru dan Siswa SMPN 2 Cepiring, Pemecah Rekor Muri
Duta Insan Perintis Kendal Ajak Pemuda Kendal Tingkatkan Literasi Keuangan di Era Digital
PD Salimah Kendal Gelar Pelatihan Peningkatan Kualitas Hidup Lansia
PW Salimah Jateng Gelar Pelatihan MSI, Kehumasan, dan UMKM untuk Tingkatkan Kapasitas Pengurus

Berita Terkait

Jumat, 16 Januari 2026 - 07:41 WIB

Boyolali Dipilih untuk Investasi Air Minum Asal China Senilai Rp160 Miliar

Minggu, 11 Januari 2026 - 09:33 WIB

Banjir Bandang Terjang Desa Sumberrejo Jepara, Ratusan Rumah Warga Terdampak

Sabtu, 22 November 2025 - 06:22 WIB

Dua Korban Longsor Kembali Ditemukan di Pandanarum Banjarnegara, Pencarian Terkendala Hujan Deras

Selasa, 4 November 2025 - 20:55 WIB

PD Salimah Kendal Sinergi Dengan DP2KBP2PA Kendal Gelar Kelas Serasi untuk Mencegah Kekerasan dalam Rumah Tangga dan Penelantaran Keluarga

Jumat, 17 Oktober 2025 - 18:33 WIB

Bupati Kendal Berikan Apresiasi kepada Guru dan Siswa SMPN 2 Cepiring, Pemecah Rekor Muri

Berita Terbaru