Jatengvox.com – Mahasiswa KKN-T Tim 5 Universitas Diponegoro melaksanakan program kerja berupa pendaftaran titik lokasi Google Maps serta penyusunan Booklet Digital Maps bagi pelaku usaha kuliner di Kelurahan Karangsari, Kabupaten Kendal.
Kegiatan ini dilaksanakan pada 21 Januari hingga 3 Februari 2026 sebagai bagian dari upaya mahasiswa dalam mendukung penguatan ekosistem ekonomi lokal melalui integrasi data spasial yang akurat di era digital.
Program yang dilaksanakan oleh mahasiswi program studi Perencanaan Tata Ruang dan Pertanahan Undip ini berfokus pada peningkatan visibilitas digital unit usaha warga.
Di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi, kehadiran lokasi usaha pada platform navigasi digital menjadi faktor krusial bagi UMKM untuk memperluas jangkauan pasar dan memudahkan akses konsumen.
Rangkaian kegiatan diawali dengan tahapan survei lapangan menyeluruh di wilayah RW 01 hingga RW 06 Kelurahan Karangsari guna memvalidasi keberadaan fisik serta detail lokasi unit usaha sasaran.
Berdasarkan hasil survei tersebut, mahasiswa berhasil mendaftarkan 16 unit usaha kuliner ke platform Google Maps dengan titik koordinat yang presisi.
Langkah ini bertujuan agar potensi kuliner lokal Karangsari dapat dijangkau oleh konsumen secara lebih luas, baik dari dalam maupun luar wilayah Kendal.

Selain pendaftaran digital, Tim 5 KKN-T Undip juga menyusun inovasi berupa Booklet Digital Maps. Katalog fisik berisi profil bisnis lengkap dengan dokumentasi visual produk unggulan dari masing-masing UMKM.
Inovasi utama dalam booklet ini adalah penyematan QR Code yang menghubungkan media cetak dengan navigasi lokasi secara real-time, sehingga memudahkan calon pembeli untuk menemukan titik penjualan secara akurat.
Program ini mendapat apresiasi positif dari Kelurahan Karangsari. Fatoni, selaku perangkat Kelurahan Karangsari, menyatakan bahwa program kerja ini sangat membantu pihak kelurahan dalam memetakan potensi ekonomi wilayah secara sistematis.
“Program KKN-T Undip ini sangat membantu pihak Kelurahan Karangsari dalam memetakan UMKM dengan akurat. Desain booklet yang menampilkan profil usaha, foto produk, hingga barcode lokasi sangat informatif. Booklet menjadi instrumen promosi bagi seluruh potensi kuliner di Karangsari,” ungkap Fatoni.
Manfaat serupa dirasakan oleh para pelaku usaha. Giyo, salah satu pemilik UMKM di Karangsari, mengaku terbantu dengan adanya identitas digital bagi usahanya dan rekan-rekan sesama pedagang.

“Kami selaku pelaku UMKM merasa sangat terbantu dengan program kerja mahasiswa Undip. Kini, 16 unit usaha di Kelurahan Karangsari sudah didaftarkan pada Google Maps. Adanya foto produk dan lokasi di dalam booklet juga membuat usaha kami terlihat lebih profesional dan menarik bagi pelanggan,” ujar Giyo.
Melalui penyerahan booklet kepada perangkat kelurahan dan UMKM Kelurahan Karangsari, diharapkan Booklet menjadi media promosi yang berkelanjutan.
Implementasi keilmuan perencanaan tata ruang melalui pemetaan ekonomi menjadi langkah strategis dalam menciptakan basis data wilayah yang modern.
Dengan data spasial yang terintegrasi, Kelurahan Karangsari diharapkan mampu merumuskan arah pengembangan ekonomi wilayah yang dapat berdampak nyata pada peningkatan kesejahteraan masyarakat Kelurahan Karangsari.
Penulis : Firsa Adinda Syafira, Mahasiswi Perencanaan Tata Ruang dan Pertanahan Universitas Diponegoro
Editor : Murni A














