Jatengvox.com – Tim Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Ke-75 Universitas Diponegoro (Undip), di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Nana Varian Januardi, S.E., M.B.A., Afina Hasya, S.T., M.M., dan M. Bastomi Fahri Zusak, S.E.I., M.SEI., melaksanakan rangkaian program pengabdian masyarakat di Kelurahan Mangunharjo, Kecamatan Tugu, Kota Semarang, pada 22 Juni – 5 Agustus 2026, sebagai upaya mendukung pengelolaan sampah, pemberdayaan ekonomi warga, pengembangan desa wisata, dan pelestarian lingkungan pesisir di wilayah tersebut.
Program ini diikuti oleh 35 mahasiswa yang pelaksanaannya dibagi ke dalam tiga gelombang (batch), masing-masing beranggotakan 11 hingga 12 mahasiswa, dengan rangkaian kegiatan yang difokuskan pada tiga jenis program kerja, yakni Program Multidisiplin, Program Sosial Kemasyarakatan, dan Program Lainnya.
Kelurahan Mangunharjo dikenal sebagai kawasan pesisir yang memiliki potensi lingkungan sekaligus ekonomi kreatif, mulai dari kawasan hutan mangrove, aktivitas bank sampah warga, hingga sejumlah usaha mikro kecil menengah (UMKM) seperti UPPKA Bina Warga dan kawasan wisata Kampung Panggung Mamisera.
Berdasarkan hasil observasi Tim KKNT-75 Undip, potensi tersebut mendorong disusunnya program multidisiplin yang menyasar pengelolaan sampah, pemberdayaan UMKM, pengembangan desa wisata, hingga pelestarian ekosistem mangrove di wilayah tersebut.

Pada gelombang pertama, mahasiswa menghadirkan program kerja “Lentera Hijau Mamisera” yang mengolah limbah botol bekas dari bank sampah setempat menjadi produk lampion dekoratif.
Program ini bertujuan untuk menekan volume sampah plastik sekaligus memberikan nilai tambah ekonomis pada barang bekas.
Edukasi juga diperkuat melalui pembagian leaflet pemilahan sampah agar kesadaran lingkungan warga semakin meningkat.
Selain itu, gelombang ini turut merancang program Pengembangan Landing Page UMKM UPPKA Bina Warga.
Pembuatan situs web resmi dan banner pemasaran ini diharapkan berdampak langsung pada perluasan jangkauan promosi, percepatan digitalisasi UMKM, serta peningkatan penjualan produk lokal warga.
Memasuki gelombang kedua, fokus pengabdian bergeser pada program Manajemen Desa Wisata di Kampung Panggung Mamisera.
Tujuan utama dari program ini adalah mengoptimalkan potensi pariwisata lokal agar lebih terstruktur dan berdaya saing.
Untuk mewujudkannya, mahasiswa merancang signage (papan penunjuk arah) guna memudahkan mobilitas wisatawan, serta menyusun buku panduan mitra agar warga dapat mengelola desa wisata secara mandiri dan berkelanjutan.

Dari sisi publikasi, tim juga memproduksi poster eduwisata (kreasi dan kuliner), video promosi, hingga laman informasi digital berbasis carrd.co.
Dampaknya, visibilitas Kampung Panggung sebagai destinasi eduwisata unggulan di Mangunharjo diharapkan dapat meningkat pesat dan mampu menarik lebih banyak kunjungan wisatawan.
Sementara itu, gelombang ketiga menutup rangkaian pengabdian dengan program pelestarian ekosistem mangrove.
Sebagai langkah konkret mitigasi abrasi dan pemulihan lingkungan pesisir, mahasiswa melakukan penanaman 100 bibit mangrove di area lahan baru.
Program ini tidak hanya berfokus pada penanaman fisik, tetapi juga bertujuan untuk menumbuhkan literasi ekologis masyarakat.
Oleh karena itu, mahasiswa turut menyusun peta area kerapatan mangrove dalam bentuk signage informatif di wilayah Mangunharjo, serta membuat banner dan video edukasi.
Melalui intervensi ekologis dan edukatif ini, warga diharapkan semakin sadar akan pentingnya menjaga kelestarian kawasan pesisir sebagai pelindung alami kelurahan dari ancaman lingkungan.
Selain program multidisiplin tersebut, Tim KKNT Ke-75 Undip juga menjalankan Program Sosial Kemasyarakatan pada setiap gelombangnya (batch).
Pada gelombang pertama, tim mengadakan workshop upcycling keychain yang antusias diikuti oleh 21 anak, serta sosialisasi website UMKM UPPKA Bina Warga.
Pada gelombang kedua, dilaksanakan workshop kreasi desa wisata berupa kegiatan melukis caping dan menanam bunga yang melibatkan sekitar 20 warga setempat, beserta sosialisasi draf paket eduwisata Kampung Panggung.
Selanjutnya, pada gelombang ketiga, tim memberikan edukasi mengenai ekosistem mangrove kepada siswa kelas 3 dan 4 di SD Mangunharjo.
Di samping itu, Tim KKNT juga aktif berbaur dalam berbagai Program Lainnya bersama warga.
Kegiatan tersebut mencakup bidang keagamaan seperti pengajian dan tahlilan; bidang kesehatan dan lingkungan seperti senam pagi dan pemeriksaan jentik nyamuk; hingga sosial budaya seperti santunan anak yatim, tradisi sedekah laut, pagelaran wayang, serta penyambutan Wali Kota Semarang dalam acara jalan sehat bersama warga.
Aditya Bagus Andana, S.E., selaku Sekretaris Kelurahan Mangunharjo, mengapresiasi program yang dibawa Tim KKNT Ke-75 Undip.
Menurutnya, kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat tidak hanya berfokus pada kegiatan akademis, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi kelurahan.
“Mahasiswa benar-benar terjun dan berinteraksi langsung di tengah masyarakat sehingga mereka paham apa yang sebenarnya dibutuhkan oleh warga di lapangan. Pesan saya, tetap jaga nama baik almamater, jadikan pengalaman ini sebagai pelajaran berharga, dan ambil hal-hal baiknya sebagai bekal ke depan,” jelas Aditya.
Senada dengan hal tersebut, Ibu Utami Dewi, selaku Ketua MamiSera, menyampaikan bahwa program kerja mahasiswa telah memberikan banyak kontribusi agar potensi lokal lebih dikenal luas.
Ia menyoroti dampak positif program terhadap pengembangan desa wisata dan UMKM setempat.
“Tim KKN telah membantu kami melalui berbagai kegiatan, di antaranya melukis caping, menanam bunga di area spot selfie Kampung Panggung, serta pembuatan website agar produk UMKM di Mangunharjo dapat lebih dikenal secara luas,” tuturnya.
Ia berharap program-program ini dapat terus memberikan manfaat bagi kemajuan kelurahan.
Bapak Ismail, selaku Ketua RT 01/RW 04, turut menyampaikan apresiasinya terhadap dedikasi tim mahasiswa.
Ia menyoroti tingginya partisipasi aktif serta etika para mahasiswa selama berbaur dengan warga.
“Walaupun memiliki tingkat pendidikan yang tinggi, para mahasiswa tetap mengedepankan akhlak dan adab. Hal ini tercermin dari cara mereka bersosialisasi, membimbing anak-anak, hingga turun tangan dalam penanganan masalah sampah dan pengembangan pariwisata. Apresiasi setinggi-tingginya untuk mahasiswa Undip,” ungkap Pak Ismail.
Dukungan positif tersebut juga diamini oleh Ketua RW 04 yang menilai program KKN ini berjalan dengan sangat baik dan meninggalkan kesan yang mendalam, terutama bagi anak-anak di lingkungan sekitar.
“Menurut saya kinerjanya sangat bagus. Semoga ke depannya seluruh tim KKN 75 bertambah sukses, sehat selalu, dan tetap semangat,” tuturnya.
Sementara itu, perwakilan Mitra Mangrove menyoroti dampak nyata kehadiran mahasiswa yang dinilai berfokus pada kebutuhan riil di lapangan.
“Program di sini sangat tepat sasaran karena benar-benar membantu warga setempat. Semoga ke depannya segala kegiatan ini bisa terus bermanfaat dan teman-teman mahasiswa semakin sukses selalu,” pungkasnya.
Koordinator Kelurahan Mangunharjo Tim KKNT-75 Undip menjelaskan bahwa seluruh program disusun berdasarkan hasil observasi dan diskusi bersama masyarakat sehingga benar-benar disesuaikan dengan kebutuhan warga.
Ia berharap program multidisiplin, sosial kemasyarakatan, dan kegiatan lainnya ini dapat membuka peluang bagi masyarakat untuk mengembangkan potensi UMKM, wisata, dan lingkungan secara berkelanjutan.
Melalui sinergi antara Universitas Diponegoro dan masyarakat Kelurahan Mangunharjo, program ini diharapkan mampu mendorong lahirnya inovasi yang berkelanjutan, meningkatkan kesejahteraan warga, sekaligus mendukung pelestarian lingkungan pesisir dan pengembangan ekonomi kreatif di Kota Semarang.
Penulis: Tim KKNT-75 Undip Kelurahan Mangunharjo
Tidak ada komentar