Mahasiswa KKN UIN Walisongo dan IPNU-IPPNU Perkuat Harmoni Warga Lewat Tradisi Mauling di Demak

waktu baca 2 menit
Kamis, 30 Jul 2026 22:53 17 jatengvox

Jatengvox.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) MIT Ke-22 UIN Walisongo Posko 86 bersama Pimpinan Ranting IPNU-IPPNU Desa Sidokumpul memperkuat harmoni warga melalui tradisi Maulud Keliling (Mauling) di Mushola Baitul Izza, Dukuh Karanggawang, Kecamatan Guntur, Kabupaten Demak, Kamis (30/7/2026) malam.

Kegiatan rutin yang dihelat setiap Kamis usai salat Isya ini diisi dengan pembacaan salawat Nabi, doa bersama, hingga dialog keorganisasian untuk merajut ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat.

Ketua IPNU-IPPNU Sidokumpul menilai, tradisi bergilir antar-mushola tersebut memegang peranan krusial dalam menjaga keterlibatan generasi muda pada ruang-ruang keagamaan.

Baca juga:  Level Up UMKM Pagertoyo! Digitalisasi Bersama KKN UIN Walisongo Hadirkan Konten dan QRIS

“Mauling bukan sekadar rutinitas membaca salawat, melainkan ruang silaturahmi efektif untuk merekatkan persaudaraan antarwarga sekaligus merawat warisan Islam Nusantara,” ujarnya.

Kehadiran mahasiswa KKN UIN Walisongo Posko 86 dalam agenda ini sekaligus memberikan corak kolaboratif baru.

Perpaduan antara akademisi dan elemen pemuda lokal dinilai mampu memperkuat implementasi moderasi beragama berbasis akar rumput.

Koordinator Desa KKN UIN Walisongo Posko 86 menegaskan, pelibatan diri dalam tradisi lokal merupakan esensi pengabdian nyata di luar program kerja formal.

Baca juga:  KKN UIN Walisongo Posko 6 Gelar Sosialisasi Moderasi Beragama: Wujud Harmoni dalam Keberagaman

“Pengabdian tidak sebatas mengeksekusi program fisik, tetapi melebur dengan tradisi keagamaan masyarakat. Ini pengalaman berharga bagi kami dalam memahami dinamika sosial dan kultur Islam Nusantara,” tuturnya.

Melalui semangat “Belajar, Berjuang, Bertaqwa”, sinergi lintas elemen ini diharapkan konsisten merawat karakter toleransi, gotong royong, serta kepedulian sosial di Desa Sidokumpul agar tetap berkelanjutan di tengah arus modernisasi.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA