Target Produksi Beras 2026 Dipatok 34,77 Juta Ton, Pemerintah Fokus Perkuat Kedaulatan Pangan

Selasa, 25 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jatengvox.com – Pemerintah kembali menegaskan komitmennya memperkuat kedaulatan pangan nasional.

Dalam rapat kerja dengan Komisi IV DPR RI, Senin (24/11/2025), Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan target ambisius untuk produksi sejumlah komoditas utama pada 2026.

Langkah ini disebut sebagai upaya menjaga ketahanan pangan sekaligus memastikan swasembada terus berkelanjutan.

Untuk komoditas beras, pemerintah menetapkan target produksi sebesar 34,77 juta ton pada 2026.

Angka ini disiapkan untuk memperkuat cadangan beras nasional dan menstabilkan harga di tengah fluktuasi cuaca dan permintaan.

Menariknya, proyeksi BPS melalui Kerangka Sampel Area (KSA) menunjukkan produksi beras sepanjang Januari–Desember 2025 juga akan menyentuh 34,77 juta ton, atau lebih tinggi dari target 32 juta ton.

Baca juga:  Pemerintah Siapkan Kebijakan Nasional untuk Perkuat Ekosistem Musik Indonesia

Kenaikan produksi sekitar 2,7 juta ton tersebut dinilai menjadi sinyal positif bahwa Indonesia berada di jalur yang tepat menuju kedaulatan pangan.

Optimisme ini turut diperkuat proyeksi lembaga internasional. USDA memprediksi produksi beras Indonesia pada musim tanam 2024–2025 mencapai 34,6 juta ton, sementara FAO bahkan memperkirakan produksi bisa menembus 35,6 juta ton.

Tak hanya beras, pemerintah juga menyiapkan target produksi untuk komoditas pangan dan perkebunan lainnya. Pada 2026, beberapa target yang dipasang antara lain:

  • Jagung: 18 juta ton

  • Aneka cabai: 3,08 juta ton

  • Bawang merah: 2 juta ton

  • Tebu: 39,5 juta ton (setara 2,8 juta ton gula)

  • Kopi: 786 ribu ton

  • Kakao: 633 ribu ton

  • Kelapa: 2,89 juta ton

  • Daging sapi dan kerbau: 514 ribu ton

  • Daging ayam: 4,34 juta ton

Baca juga:  Rejeki Wondr BNI Kembali Hadir, Peluang Menang Lebih Besar di 2025–2026

Amran menekankan bahwa keberhasilan komoditas-komoditas tersebut akan menjadi fondasi penguatan industri pangan nasional, baik dari sisi pasokan maupun nilai tambah di tingkat petani.

Untuk mendukung seluruh target tersebut, Kementerian Pertanian mendapatkan alokasi anggaran Rp40,15 triliun pada tahun anggaran 2026. Dana itu terbagi dalam beberapa program utama:

  • Ketersediaan dan akses pangan berkualitas: Rp23,81 triliun

  • Penguatan daya saing industri: Rp6,62 triliun

  • Pendidikan dan pelatihan SDM pertanian: Rp747 miliar

  • Dukungan manajemen: Rp8,96 triliun

Seluruh rencana anggaran sudah disampaikan kepada Kementerian Keuangan, dan Kementan kini menunggu penetapan DIPA serta Perpres rincian APBN 2026 agar program bisa segera berjalan.

Baca juga:  Warga Desa Pamriyan Antusias Ikuti Senam Pagi Bersama: Bentuk Nyata Gerakan Hidup Sehat

Tahun 2026 diproyeksikan menjadi momentum penting penguatan sektor pertanian. Amran menyampaikan bahwa rencana kerja Kementan disusun untuk mendukung tema nasional terkait kedaulatan pangan, energi, hingga pemerataan ekonomi.

Beberapa fokus utama yang disiapkan antara lain:

  • Perluasan dan pencetakan sawah baru

  • Optimalisasi lahan tidur

  • Penguatan jaringan irigasi

  • Rehabilitasi kawasan konservasi

  • Penyediaan benih unggul

  • Bantuan alat dan mesin pertanian

  • Penyaluran pupuk bersubsidi

  • Program penyuluhan dan regenerasi petani

Menurut Amran, rangkaian program tersebut diharapkan dapat mendorong produksi pangan nasional secara signifikan, sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani di berbagai daerah.

Editor : Murni A

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Peringati HUT Megawati, Wakil Ketua DPC Irham Kahfi Ikut Agenda Bakti Sosial di Lokasi Banjir Banyuglugur
Indonesia Masuk Board of Peace, Prabowo Dorong Jalan Damai untuk Gaza dan Palestina
Prabowo dan Raja Charles III Sepakat Perkuat Pemulihan 57 Taman Nasional Indonesia
Infrastruktur Dinilai Jadi Kunci Pariwisata Nasional, DPR Minta Kemenpar Evaluasi Strategi Promosi
Pembangunan Rusun Subsidi Meikarta Dapat Lampu Hijau, KPK Tegaskan Status Hukum Bersih
Risma Ardhi Chandra Resmi Jalankan Tugas sebagai Plt Bupati Pati
Polri Perluas Direktorat PPA-PPO di Daerah, Fokus Lindungi Korban Kekerasan dan Perdagangan Orang
Tingkatkan Higienitas Peserta Didik, Mahasiswa KKN UPGRIS Gelar Praktik Edukasi Cuci Tangan di TK Al-Hidayah 7 Palebon

Berita Terkait

Jumat, 23 Januari 2026 - 16:21 WIB

Peringati HUT Megawati, Wakil Ketua DPC Irham Kahfi Ikut Agenda Bakti Sosial di Lokasi Banjir Banyuglugur

Jumat, 23 Januari 2026 - 11:15 WIB

Indonesia Masuk Board of Peace, Prabowo Dorong Jalan Damai untuk Gaza dan Palestina

Jumat, 23 Januari 2026 - 08:19 WIB

Prabowo dan Raja Charles III Sepakat Perkuat Pemulihan 57 Taman Nasional Indonesia

Kamis, 22 Januari 2026 - 07:31 WIB

Pembangunan Rusun Subsidi Meikarta Dapat Lampu Hijau, KPK Tegaskan Status Hukum Bersih

Kamis, 22 Januari 2026 - 05:22 WIB

Risma Ardhi Chandra Resmi Jalankan Tugas sebagai Plt Bupati Pati

Berita Terbaru