Jatengvox.com – Pemerintah kembali menegaskan komitmennya memperkuat kedaulatan pangan nasional.
Dalam rapat kerja dengan Komisi IV DPR RI, Senin (24/11/2025), Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan target ambisius untuk produksi sejumlah komoditas utama pada 2026.
Langkah ini disebut sebagai upaya menjaga ketahanan pangan sekaligus memastikan swasembada terus berkelanjutan.
Untuk komoditas beras, pemerintah menetapkan target produksi sebesar 34,77 juta ton pada 2026.
Angka ini disiapkan untuk memperkuat cadangan beras nasional dan menstabilkan harga di tengah fluktuasi cuaca dan permintaan.
Menariknya, proyeksi BPS melalui Kerangka Sampel Area (KSA) menunjukkan produksi beras sepanjang Januari–Desember 2025 juga akan menyentuh 34,77 juta ton, atau lebih tinggi dari target 32 juta ton.
Kenaikan produksi sekitar 2,7 juta ton tersebut dinilai menjadi sinyal positif bahwa Indonesia berada di jalur yang tepat menuju kedaulatan pangan.
Optimisme ini turut diperkuat proyeksi lembaga internasional. USDA memprediksi produksi beras Indonesia pada musim tanam 2024–2025 mencapai 34,6 juta ton, sementara FAO bahkan memperkirakan produksi bisa menembus 35,6 juta ton.
Tak hanya beras, pemerintah juga menyiapkan target produksi untuk komoditas pangan dan perkebunan lainnya. Pada 2026, beberapa target yang dipasang antara lain:
Jagung: 18 juta ton
Aneka cabai: 3,08 juta ton
Bawang merah: 2 juta ton
Tebu: 39,5 juta ton (setara 2,8 juta ton gula)
Kopi: 786 ribu ton
Kakao: 633 ribu ton
Kelapa: 2,89 juta ton
Daging sapi dan kerbau: 514 ribu ton
Daging ayam: 4,34 juta ton
Amran menekankan bahwa keberhasilan komoditas-komoditas tersebut akan menjadi fondasi penguatan industri pangan nasional, baik dari sisi pasokan maupun nilai tambah di tingkat petani.
Untuk mendukung seluruh target tersebut, Kementerian Pertanian mendapatkan alokasi anggaran Rp40,15 triliun pada tahun anggaran 2026. Dana itu terbagi dalam beberapa program utama:
Ketersediaan dan akses pangan berkualitas: Rp23,81 triliun
Penguatan daya saing industri: Rp6,62 triliun
Pendidikan dan pelatihan SDM pertanian: Rp747 miliar
Dukungan manajemen: Rp8,96 triliun
Seluruh rencana anggaran sudah disampaikan kepada Kementerian Keuangan, dan Kementan kini menunggu penetapan DIPA serta Perpres rincian APBN 2026 agar program bisa segera berjalan.
Tahun 2026 diproyeksikan menjadi momentum penting penguatan sektor pertanian. Amran menyampaikan bahwa rencana kerja Kementan disusun untuk mendukung tema nasional terkait kedaulatan pangan, energi, hingga pemerataan ekonomi.
Beberapa fokus utama yang disiapkan antara lain:
Perluasan dan pencetakan sawah baru
Optimalisasi lahan tidur
Penguatan jaringan irigasi
Rehabilitasi kawasan konservasi
Penyediaan benih unggul
Bantuan alat dan mesin pertanian
Penyaluran pupuk bersubsidi
Program penyuluhan dan regenerasi petani
Menurut Amran, rangkaian program tersebut diharapkan dapat mendorong produksi pangan nasional secara signifikan, sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani di berbagai daerah.
Editor : Murni A














