Swasembada Pangan Nasional Tercapai, Mentan Tegaskan Tanpa Impor Beras

Selasa, 20 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jatengvox.com – Capaian swasembada pangan nasional yang berhasil diraih dalam waktu singkat mendapat sorotan positif dari pemerintah pusat.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan, keberhasilan tersebut tidak lepas dari peran aktif pemerintah daerah, khususnya bupati dan wali kota di seluruh Indonesia.

Dalam kegiatan Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) yang digelar di Batam, Kepulauan Riau, Senin (19/1/2026), Mentan Amran menyampaikan apresiasi atas soliditas daerah dalam mengawal sektor pertanian.

Menurutnya, sinergi pusat dan daerah menjadi faktor penentu percepatan swasembada pangan.

“Awalnya kita menargetkan swasembada dalam empat tahun. Namun berkat dukungan penuh para bupati dan wali kota, alhamdulillah target itu bisa tercapai hanya dalam satu tahun,” ujar Mentan Amran.

Baca juga:  CITA Minta Pemerintah Waspadai Dampak Penurunan PPN terhadap Defisit Fiska

Mentan menilai, pemerintah daerah tidak hanya berperan sebagai pelaksana kebijakan, tetapi juga menjadi garda terdepan dalam menjaga keberlanjutan produksi pangan.

Mulai dari pengawalan masa tanam, perluasan lahan pertanian, hingga memastikan distribusi hasil panen berjalan lancar.

Selain itu, daerah juga berperan penting dalam melindungi petani dari berbagai tekanan, baik dari sisi harga maupun distribusi.

Menurut Amran, keberpihakan terhadap petani menjadi fondasi utama dalam menjaga ketahanan pangan nasional.

“Kalau pusat dan daerah satu irama, hasilnya bisa kita rasakan bersama. Inilah bukti bahwa sinergi bukan sekadar jargon,” katanya.

Salah satu indikator kuatnya ketahanan pangan nasional terlihat dari posisi stok beras pemerintah. Mentan Amran menyebut, cadangan beras nasional berada dalam kondisi aman dan terkendali.

Baca juga:  Kemdiktisaintek Perkuat Kolaborasi Kampus untuk Pulihkan Wilayah Terdampak Bencana

Pada Juni 2025 lalu, cadangan beras pemerintah sempat mencapai 4,2 juta ton.

Hingga awal 2026, stok tersebut masih berada di kisaran 3,2 juta ton—angka yang dinilai sangat mencukupi untuk kebutuhan nasional.

Sejalan dengan kondisi tersebut, pemerintah menegaskan tidak akan membuka keran impor beras.

Kebijakan ini diambil untuk menjaga harga gabah sekaligus melindungi petani padi yang jumlahnya mencapai sekitar 115 juta orang.

“Tidak boleh impor beras. Kita sudah swasembada, stok kita melimpah. Jangan mempermainkan nasib rakyat, ini menyangkut kehidupan jutaan petani,” tegas Mentan

Data Badan Pusat Statistik (BPS) turut menguatkan optimisme pemerintah.

Produksi beras nasional pada 2025 diproyeksikan mencapai 34,71 juta ton, meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.

Baca juga:  Mahasiswa KKN UIN Walisongo Posko 01 Kunjungi UMKM Kopi Petir di Dusun Kaliereng Desa Cening

Kenaikan produksi mencapai 13,36 persen atau setara tambahan 4,09 juta ton beras dibandingkan periode yang sama pada 2024.

Angka ini mencerminkan efektivitas kebijakan pertanian yang dijalankan secara konsisten dari pusat hingga daerah.

Tak hanya fokus pada produksi, pemerintah juga mendorong penguatan hilirisasi pertanian untuk meningkatkan nilai tambah bagi petani.

Mentan Amran menyebut, komoditas dengan permintaan global tinggi menjadi prioritas pengembangan.

Beberapa di antaranya adalah kelapa, kakao, dan mete—komoditas yang memiliki potensi besar di pasar internasional jika dikelola secara optimal.

Melalui hilirisasi, petani diharapkan tidak hanya menjual bahan mentah, tetapi juga mendapatkan keuntungan lebih besar dari produk olahan.

Editor : Murni A

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Gubernur Jateng Ahmad Luthfi Minta Pemkab Pekalongan Tetap Maksimalkan Pelayanan Publik di Tengah Dinamika Pemerintahan
Pemprov Jateng Siapkan Rp6 Miliar untuk THR 13 Ribu PPPK Paruh Waktu, Cair 13 Maret
DPR Soroti Potensi Penyalahgunaan AI, Pemerintah Didorong Segera Siapkan Regulasi
Program Perlindungan Anak Diperluas, Pemerintah Siapkan Makan Bergizi hingga Aturan Media Sosial
Ramadan Bersama Gen Z Lintas Negara di UIN Saizu, Kemenag Dorong Internasionalisasi Kampus Islam
Kemenag Tetapkan Standar Nasional Zakat Produktif melalui PMA 16 Tahun 2025
Embung Plosorejo Sragen Diresmikan, 50 Hektare Sawah Kini Punya Cadangan Air Saat Kemarau
Harga Minyak Dunia Tembus 80 Dolar AS, Menkeu Purbaya Pastikan APBN Tetap Aman

Berita Terkait

Selasa, 10 Maret 2026 - 09:22 WIB

Gubernur Jateng Ahmad Luthfi Minta Pemkab Pekalongan Tetap Maksimalkan Pelayanan Publik di Tengah Dinamika Pemerintahan

Selasa, 10 Maret 2026 - 07:00 WIB

Pemprov Jateng Siapkan Rp6 Miliar untuk THR 13 Ribu PPPK Paruh Waktu, Cair 13 Maret

Senin, 9 Maret 2026 - 15:39 WIB

DPR Soroti Potensi Penyalahgunaan AI, Pemerintah Didorong Segera Siapkan Regulasi

Senin, 9 Maret 2026 - 06:06 WIB

Program Perlindungan Anak Diperluas, Pemerintah Siapkan Makan Bergizi hingga Aturan Media Sosial

Kamis, 5 Maret 2026 - 12:17 WIB

Kemenag Tetapkan Standar Nasional Zakat Produktif melalui PMA 16 Tahun 2025

Berita Terbaru