Jatengvox.com – Di era digitalisasi ini, sudah tidak dapat dipungkiri bahwa Google Maps (Gmaps) telah menjadi pilihan utama bagi banyak orang untuk menemukan lokasi dengan lebih cepat dan tepat.
Sayangnya, beberapa Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang ada di Desa Kliris belum memiliki penandaan di Gmaps. Hal ini menyebabkan minimnya informasi dan kesulitan akses bagi masyarakat luas terkait UMKM tersebut.
Keadaan tersebut mendorong Mahasiswa KKN UIN Walisongo Posko 21 terutama Divisi Ekonomi Kreatif melaksanakan Sosialisasi Door To Door terkait program kerja Penandaan Lokasi UMKM di Gmaps pada Sabtu, 1 November 2025.
Sasaran dari kegiatan ini yakni UMKM di Desa Kliris yang belum tertandai lokasinya di Gmaps. Data UMKM di Desa Kliris dapat terkumpul setelah melaksanakan survey dan juga dibantu beberapa informasi UMKM oleh Sekretaris Desa Kliris, Mudiyono S.Pd., serta Ketua Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Desa Kliris, Siti Ulwiyah.

Namun dalam prosesnya, kegiatan ini mendapat berbagai respon yang berbeda. Terdapat UMKM yang menolak, terdapat pula UMKM yang antusias untuk mengikuti program ini.
Salah satu yang menolak program ini yakni pemilik usaha Fotocopy. Setelah ditanyakan lebih lanjut, UMKM yang menolak merasa kurang percaya dengan program ini.
Adanya stigma tersebut diakibatkan maraknya penipuan dan penyalahgunaan data pribadi, yang mengakibatkan tingginya kekhawatiran akan adanya dampak negatif di masa mendatang.
Bagi beberapa UMKM yang antusias terhadap program ini memiliki harapan yang sejalan dengan harapan dari Divisi Ekonomi Kreatif itu sendiri.
Salah satu UMKM yang bersedia mengikuti program ini yakni Ibu pemilik usaha isi ulang Gas dan Air Minum. Beliau menjelaskan bahwa ingin usahanya lebih dikenal dan dapat membantu konsumen luar dalam menemukan tempat usahanya.
Bagi UMKM yang bersedia mengikuti program ini akan ditanyai terkait beberapa informasi yang dibutuhkan.
Beberapa langkah yang diperlukan dalam menandakan lokasi di GMaps yakni: membuka aplikasi Google Maps di Smarthphone, Menentukan titik lokasi yang ingin ditambahkan, memilih menu ”Tambahkan tempat yang belum ada”, mengisi data seperti nama, lokasi, kategori, dan alamat lengkap, mengunggah foto lokasi (jika ada), dan menyimpan dan menunggu verifikasi dari pihak Google.
Divisi Ekonomi Kreatif Posko 21 KKN UIN Walisongo Semarang memiliki harapan tinggi terkait dampak positif dari kegiatan ini bagi UMKM yang ada di Desa Kliris.
Editor : Murni A














