KKN UIN Walisongo Ajak Warga Dawung Lor Atasi Masalah Lingkungan dengan Biopori

waktu baca 2 menit
Sabtu, 2 Agu 2025 10:30 12 jatengvox

Jatengvox.com – Bertempat di rumah Bapak Fatkhur, Dusun Dawung Lor, Desa Sendangdawung, mahasiswa KKN MB 20 Posko 63 UIN Walisongo menggelar sosialisasi pembuatan lubang resapan biopori pada hari Jumat, 1 Agustus 2025.

Acara yang dimulai pukul 10.00 WIB ini secara khusus mengundang para bapak di lingkungan setempat.

Sosialisasi ini didasari oleh keprihatinan mahasiswa terhadap isu lingkungan seperti adanya genangan air dan penumpukan sampah organik.

Baca juga:  Cegah Anemia Sejak Dini, Mahasiswa KKN UIN Walisongo Edukasi Pentingnya Konsumsi Tablet Tambah Darah bagi Remaja Putri di SDN Mlaten 2

“Kegiatan ini dilaksanakan dengan tujuan memberikan bekal untuk para warga dalam mengatasi permasalahan sederhana di lingkungan sekitar rumah” ujar Denisa selaku Pemateri.

“Dengan biopori, permasalahan genangan air bisa berkurang, dan sampah dapur pun bisa diolah menjadi pupuk.”

Menggunakan alat sederhana seperti linggis untuk melubangi tanah dan pipa pvc yang sudah didesain khusus dengan lubang dan tutup, para mahasiswa mendemonstrasikan cara melubangi tanah dan mengisi lubang dengan sampah organik.

Baca juga:  Puasa 2026 Diprediksi Mulai 18 atau 19 Februari, Siswa Berpeluang Libur Tiga Hari di Awal Ramadan

Para bapak pun terlihat antusias mencoba langsung cara pembuatannya. “Baru tahu kalau bikin biopori itu mudah sekali,” kata Bapak Agus, salah satu peserta.

“Selama ini cuma lihat di internet, sekarang bisa langsung praktik. Akan saya terapkan di rumah.”

Dalam sesi tanya jawab, Bapak Fatkhur selaku tuan rumah bertanya, “Berapa banyak lubang resapan yang mungkin ditempatkan di sekitar rumah?”, pertanyaan ini langsung dijawab oleh Denisa selaku Pemateri, “Itu tergantung seberapa banyak lokasi genangan air, Pak. Umumnya, dua hingga tiga lubang sudah cukup.”

Baca juga:  Kolaborasi Posyandu Remaja Bersama Program Pengabdian Masyarakat (KKN) UIN Walisongo Posko 17: Upaya Menciptakan Generasi Sehat Sejak Dini

Seorang peserta lain yaitu Bapak Yanto kemudian bertanya apakah pipa PVC bisa diganti dengan bahan lain. “Bisa diganti dengan bambu, Pak,” jawab Denisa. “Namun, penggunaan pipa PVC akan lebih tahan lama.”

Setelah sesi tanya jawab berakhir. Kegiatan diakhiri dengan pembagian pipa pvc yang telah didesain khusus kepada perwakilan warga.

Diharapkan, setelah sosialisasi ini, menjadi langkah awal bagi warga Dawung Lor untuk lebih aktif menjaga kelestarian lingkungan mereka, mengubah masalah menjadi solusi yang bermanfaat bagi seluruh masyarakat.

 

(Posko63/Denisa/02)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA