Prabowo Tegaskan Kritik Adalah Pengaman Demokrasi, Bukan Ancaman bagi Pemerintah

Selasa, 6 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jatengvox.com – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan bahwa kritik bukanlah sesuatu yang harus ditakuti oleh pemerintah.

Sebaliknya, kritik justru menjadi alarm penting yang membantu negara tetap berada di jalur yang benar. Bagi Prabowo, kritik adalah mekanisme pengingat sekaligus perlindungan dalam menjalankan amanah sebagai kepala negara.

Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat memberikan sambutan dalam Perayaan Natal Nasional yang digelar di Jakarta, Senin (5/1/2026).

Di hadapan para tokoh agama dan masyarakat, Presiden menekankan bahwa kepemimpinan yang sehat membutuhkan ruang koreksi dari publik.

Menurut Prabowo, kritik yang disampaikan secara jujur dan bertanggung jawab justru patut disyukuri. Ia menilai, kritik menunjukkan adanya kepedulian masyarakat terhadap arah kebijakan negara.

Baca juga:  Skema Pinjaman KUR BRI 2025 Plafon Rp100 Juta Tanpa Jaminan, Syarat Mudah!

“Kalau dikritik, malah kita harus bersyukur. Saya dibantu, saya diamankan,” ujar Prabowo dalam sambutannya.

Ia menjelaskan, kritik sering kali membuatnya kembali meninjau kebijakan yang telah diambil. Proses evaluasi ini dinilai penting agar keputusan pemerintah tetap objektif dan tidak melenceng dari nilai-nilai demokrasi.

Prabowo juga membagikan pengalamannya ketika menerima kritik publik terkait kekhawatiran akan munculnya kembali praktik militerisme dalam pemerintahan. Kritik tersebut, menurutnya, tidak diabaikan begitu saja.

Sebaliknya, Prabowo justru menjadikannya bahan refleksi. Ia mengaku memanggil para ahli hukum untuk mengkaji batas-batas kepemimpinan agar tidak mengarah pada sikap otoriter.

Baca juga:  Mahasiswa KKN UPGRIS Kelompok 39 Gelar Sosialisasi Anti-Bullying di SDN Karanganyar 1

“Saya terima kasih kalau ada yang teriak-teriak ‘Prabowo mau hidupkan lagi militerisme’. Saya koreksi lagi, apa benar?” ucapnya.

Langkah itu menunjukkan bahwa kritik publik dapat menjadi pintu masuk bagi evaluasi yang lebih mendalam, terutama dalam menjaga prinsip demokrasi dan supremasi hukum.

Meski terbuka terhadap kritik, Prabowo menegaskan bahwa ada garis tegas antara kritik dan fitnah.

Ia mengingatkan bahwa kebohongan yang disebarkan secara sengaja dapat memicu perpecahan dan merusak persatuan bangsa.

Menurut Presiden, seluruh ajaran agama dengan jelas melarang praktik fitnah karena dampaknya yang merusak hubungan sosial dan keharmonisan masyarakat.

Baca juga:  Mendagri Terbitkan SE Baru soal Penggunaan Bantuan dan Anggaran Daerah untuk Penanganan Bencana

Oleh karena itu, ia mengajak masyarakat untuk tetap menyampaikan kritik dengan etika dan tanggung jawab.

“Kritik dan koreksi itu menyelamatkan. Tapi kalau fitnah, itu lain urusan,” tegasnya.

Prabowo juga mengakui bahwa tidak semua kritik disampaikan dengan niat membangun. Ia menyadari adanya kritik bernada sinis yang bertujuan menjatuhkan pemerintah. Namun, Presiden memilih tidak larut dalam polemik.

Alih-alih membalas dengan retorika, Prabowo menegaskan bahwa jawabannya adalah kerja nyata dan bukti konkret di lapangan.

“Kita akan bekerja dengan bukti. Bukan dengan janji saja,” katanya.

Pendekatan ini menunjukkan strategi kepemimpinan yang lebih menekankan hasil dibanding perdebatan.

Editor : Murni A

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

DPR Soroti Potensi Penyalahgunaan AI, Pemerintah Didorong Segera Siapkan Regulasi
Program Perlindungan Anak Diperluas, Pemerintah Siapkan Makan Bergizi hingga Aturan Media Sosial
Ramadan Bersama Gen Z Lintas Negara di UIN Saizu, Kemenag Dorong Internasionalisasi Kampus Islam
Kemenag Tetapkan Standar Nasional Zakat Produktif melalui PMA 16 Tahun 2025
Embung Plosorejo Sragen Diresmikan, 50 Hektare Sawah Kini Punya Cadangan Air Saat Kemarau
Harga Minyak Dunia Tembus 80 Dolar AS, Menkeu Purbaya Pastikan APBN Tetap Aman
Menag Nasaruddin Umar Soroti Penguatan SDM, Pendidikan Ekonomi Syariah Jadi Kunci Daya Saing Global
Revitalisasi Website Desa Leyangan, Upaya Mahasiswa KKN UPGRIS Menguatkan Informasi dan Promosi Potensi Desa

Berita Terkait

Senin, 9 Maret 2026 - 15:39 WIB

DPR Soroti Potensi Penyalahgunaan AI, Pemerintah Didorong Segera Siapkan Regulasi

Senin, 9 Maret 2026 - 06:06 WIB

Program Perlindungan Anak Diperluas, Pemerintah Siapkan Makan Bergizi hingga Aturan Media Sosial

Minggu, 8 Maret 2026 - 07:46 WIB

Ramadan Bersama Gen Z Lintas Negara di UIN Saizu, Kemenag Dorong Internasionalisasi Kampus Islam

Kamis, 5 Maret 2026 - 12:17 WIB

Kemenag Tetapkan Standar Nasional Zakat Produktif melalui PMA 16 Tahun 2025

Rabu, 4 Maret 2026 - 14:28 WIB

Harga Minyak Dunia Tembus 80 Dolar AS, Menkeu Purbaya Pastikan APBN Tetap Aman

Berita Terbaru