PKK Jateng dan RSI Sultan Agung Dorong Edukasi Pijat Bayi Lewat Program Tulus Hati

Kamis, 9 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jatengvox.com – Pijat bayi bukan lagi sekadar rutinitas spa atau tradisi turun-temurun, tetapi telah menjadi bagian penting dari tumbuh kembang anak.

Kini, melalui Gerakan Tulus Hati (Tuang, Usap, Elus, Hangatkan Buah Hati), orang tua diajak kembali melakukan pijatan bayi sendiri — dengan cara yang benar, aman, dan penuh kasih sayang.

Program ini digagas oleh Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Tengah berkolaborasi dengan RSI Sultan Agung Semarang, Perhimpunan Kedokteran Digital Terintegrasi Indonesia (Predigti), serta PZ Cussons Indonesia.

Kick off Gerakan Tulus Hati digelar di Gradhika Bakti Praja, Kompleks Kantor Gubernur Jateng, pada Kamis, 9 Oktober 2025, dan menjadi momentum penting dalam edukasi pijat bayi bagi masyarakat luas, khususnya ibu, bidan, serta kader PKK dan Posyandu.

Ketua TP PKK Jawa Tengah, Nawal Arafah Yasin, menegaskan bahwa pijat bayi membawa banyak manfaat bagi kesehatan fisik dan perkembangan kognitif anak.

Sentuhan lembut orang tua, katanya, bukan hanya memberikan rasa nyaman, tetapi juga merangsang produksi hormon endorfin yang membantu pertumbuhan otak dan organ tubuh bayi.

Baca juga:  Mahasiswa KKN UPGRIS Gelar Sosialisasi Penggunaan Gadget Bersama Ibu-Ibu PKK di RW 5 Kaligawe

“Pijat bayi dengan bahan alami dapat menjaga kesehatan bayi dari paparan bahan kimia yang bisa membahayakan,” ujarnya dalam sambutan yang disampaikan secara virtual.

Menurut Nawal, banyak orang tua belum memahami teknik pijat bayi yang aman. Tak jarang, penggunaan minyak atau ramuan yang tidak tepat justru berisiko mengganggu kesehatan dan psikologis anak.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2024 menunjukkan, sekitar 4,62 juta bayi lahir di Indonesia. Dari jumlah itu, 35 persen dipijat di klinik baby spa, 30,4 persen ke dukun pijat, dan sisanya dipijat sendiri oleh orang tua.

Angka tersebut menunjukkan pentingnya edukasi bagi masyarakat agar pijatan bayi dilakukan dengan cara yang benar dan bahan yang aman.

TP PKK Jateng berharap Gerakan Tulus Hati menjadi sarana pembelajaran bagi kader PKK dan Posyandu dalam mengedukasi masyarakat.

Dengan jumlah hampir dua juta kader PKK aktif dan lebih dari 49 ribu Posyandu di Jawa Tengah, gerakan ini diharapkan mampu menjangkau hingga ke pelosok desa.

Baca juga:  PPG Kemenag 2025 Catat Rekor Peserta Tembus 206 Ribu Guru, Menteri Agama Sebut Capaian Monumental

“Saya percaya jika program ini dijalankan dengan komitmen dan ketulusan, manfaatnya akan sangat luas. Bukan hanya bagi bayi dan keluarga, tapi juga bagi masyarakat secara keseluruhan,” ujar Nawal, yang juga dikenal sebagai Bunda Forum Anak Nasional Jateng.

Dukungan juga datang dari RSI Sultan Agung Semarang dan Predigti, melalui Direktur Utamanya, dr. Agus Ujianto. Ia menilai pijat bayi merupakan bagian dari terapi “wellness” yang membantu perkembangan sel otak dan meningkatkan kenyamanan bayi.

“Sentuhan kasih dari orang tua itu istimewa. Elusan dan wangi alami dari produk bayi dapat memicu perkembangan sel-sel otak. Tapi orang tua, terutama ibu-ibu muda, harus dilatih dulu agar tekniknya benar,” jelasnya.

RSI Sultan Agung siap menurunkan tim dokter profesional sebagai pelatih dalam pelatihan pijat bayi, baik secara tatap muka maupun daring (hibrid), agar edukasi ini menjangkau lebih banyak keluarga di berbagai daerah.

Baca juga:  Jatuhnya ATR 42-500 di Maros Masih Misterius, DPR Minta Publik Hentikan Spekulasi

Dari sisi industri, Marketing Director PZ Cussons Indonesia, Eva Rudjito, menegaskan bahwa program ini merupakan wujud nyata komitmen perusahaan dalam meningkatkan kualitas hidup keluarga Indonesia.

PZ Cussons melalui produk Cussons Baby ingin mengangkat kembali minyak telon alami, warisan khas Indonesia yang telah digunakan turun-temurun untuk menjaga kesehatan bayi.

“Gerakan Tulus Hati ini kami dedikasikan dari hati, oleh hati, dan untuk buah hati. Kami ingin membangun generasi Indonesia yang sehat, kuat, dan bahagia,” kata Eva.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, melalui Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Iwanuddin Iskandar, turut memberikan apresiasi atas lahirnya gerakan ini.

Menurutnya, Tulus Hati menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam memperkuat pelayanan publik di bidang kesehatan, terutama dalam menekan angka gizi buruk dan memperbaiki kualitas sumber daya manusia.

“Dengan penduduk hampir 37 juta jiwa, kami tidak bisa bekerja sendiri. Diperlukan dukungan dari PKK, Posyandu, dan masyarakat luas agar program-program kesehatan bisa berjalan maksimal,” ujarnya.

Editor : Murni A

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Prabowo dan Raja Charles III Sepakat Perkuat Pemulihan 57 Taman Nasional Indonesia
Infrastruktur Dinilai Jadi Kunci Pariwisata Nasional, DPR Minta Kemenpar Evaluasi Strategi Promosi
Pembangunan Rusun Subsidi Meikarta Dapat Lampu Hijau, KPK Tegaskan Status Hukum Bersih
Risma Ardhi Chandra Resmi Jalankan Tugas sebagai Plt Bupati Pati
Polri Perluas Direktorat PPA-PPO di Daerah, Fokus Lindungi Korban Kekerasan dan Perdagangan Orang
Tingkatkan Higienitas Peserta Didik, Mahasiswa KKN UPGRIS Gelar Praktik Edukasi Cuci Tangan di TK Al-Hidayah 7 Palebon
Prabowo Tegaskan Pendidikan Kunci Sukses Bangsa di Era Teknologi
Pelayanan Publik di Pati Dipastikan Tetap Berjalan Usai OTT KPK, Wagub Jateng Minta Kepala Daerah Jaga Integritas

Berita Terkait

Jumat, 23 Januari 2026 - 08:19 WIB

Prabowo dan Raja Charles III Sepakat Perkuat Pemulihan 57 Taman Nasional Indonesia

Kamis, 22 Januari 2026 - 09:57 WIB

Infrastruktur Dinilai Jadi Kunci Pariwisata Nasional, DPR Minta Kemenpar Evaluasi Strategi Promosi

Kamis, 22 Januari 2026 - 07:31 WIB

Pembangunan Rusun Subsidi Meikarta Dapat Lampu Hijau, KPK Tegaskan Status Hukum Bersih

Kamis, 22 Januari 2026 - 05:22 WIB

Risma Ardhi Chandra Resmi Jalankan Tugas sebagai Plt Bupati Pati

Rabu, 21 Januari 2026 - 16:26 WIB

Polri Perluas Direktorat PPA-PPO di Daerah, Fokus Lindungi Korban Kekerasan dan Perdagangan Orang

Berita Terbaru