Jatengvox.com – Giatkan pengembangan UMKM, mahasiswa KKN Posko 50 UIN Walisongo melakukan kegiatan Pendampingan UMKM Kopi Tosorabika yang berlokasi di Dusun Tosoro A, Desa Jetak, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang pada Kamis, 21 Agustus 2025.
Kegiatan ini bertujuan untuk mengembangkan potensi yang dimiliki UMKM industri rumahan kopi Tosorabika.
UMKM Kopi Tosorabika milik Wahyu Diyono ini telah berdiri selama 4 tahun dan telah memiliki 9 karyawan.
Usaha ini bergerak di bidang pengolahan kopi dan telah memiliki produk kopi yang berkualitas.
Namun, UMKM ini belum memiliki media promosi digital yang efektif untuk meningkatkan penjualan.
Sebagai salah satu program kerja prioritas, mahasiswa KKN Posko 50 membantu mendampingi UMKM dalam mengenalkan media promosi digital, seperti membuat titik lokasi google maps dan membuat video promosi.
Upaya tersebut dilakukan untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya promosi online.
Dengan demikian, diharapkan UMKM Kopi Tosorabika dapat meningkatkan penjualan dan memperluas jangkauan pasar.
Kegiatan ini diharapkan dapat membantu UMKM Kopi Tosorabika dalam meningkatkan kualitas dan kuantitas produksinya, serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya promosi digital dalam meningkatkan penjualan.
Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan UMKM Kopi Tosorabika dapat menjadi lebih maju dan bersaing di pasar kopi yang semakin kompetitif.
Karena sejauh ini, pemsaran hanya dilakukan sebatas informasi dari orang ke orang.
Adapun pemesanannya dapat dilakukan melalui WhatsApp, seperti yang disampaikan oleh pemilik usaha, Wahyu Diyono.
“Penjualan dilakukan melalui pemesanan, baik pesan dengan datang langsung ke rumah atau melalui WhatsApp. Untuk fokus penjualan, saat ini ada pada segmen jual biji yang sudah siap giling dan bubuk kopi.” Ujar Wahyudi.
UMKM Kopi Tosorabika menawarkan dua jenis produk kopi, yaitu pembijian dan bubuk kopi.
Berbeda dengan biji kopi yang selalu tersedia, ketersediaan produk bubuk kopi bergantung pada pesanan yang masuk. Artinya, jenis bubuk kopi hanya akan tersedia jika ada permintaan dari pelanggan.
Hal ini disebabkan karena proses pengolahan kopi menjadi bubuk masih memerlukan jasa pihak lain, sehingga UMKM Kopi Tosorabika belum dapat memproduksi bubuk kopi secara mandiri.
UMKM Kopi Tosorabika memiliki potensi yang besar untuk berkembang dan meningkatkan penjualannya.
Dengan adanya kegiatan pendampingan, diharapkan UMKM ini dapat memanfaatkan teknologi digital untuk meningkatkan penjualan dan memperluas jangkauan pasar sehingga dapat membantu tambahan penghasilan bagi warga sekitar.
Seperti yang dirasakan oleh Lisna, salah satu karyawan Tosorabika.
“Jam pekerjaan kami sesuai adanya permintaan dari pelanggan. Makin banyak pembeli, penghasilan juga ikut bertambah.”
Sejauh ini Tosorabika memiliki 1 permintaan tetap yang diminta oleh agen kopi.
Permintaan tersebut rutin dilakukan saat musim panen kopi dengan kebutuhan sebanyak 4 ton.
Selain permintaan dari agen, tiap harinya ada pelanggan yang memesan langsung ke tempat produksi.
Dalam satu bulan, permintaan harian tersebut dapat mencapai 500kg hingga 1 ton.
Kegiatan Pendampingan UMKM Kopi Tosorabika ini diharapkan dapat menjadi awal yang baik bagi UMKM ini untuk meningkatkan penjualannya dan memperluas jangkauan pasar.
Dengan adanya kegiatan dampingi UMKM Kopi Tosorabika, mahasiswa KKN Posko 50 dapat membantu meningkatkan jangkauan promosi, khususnya dalam ranah digital untuk meningkatkan penjualan.
Penulis: Sirojudin Mutawali