Jatengvox.com – Bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Provinsi Sumatera Barat mengakibatkan ribuan rumah warga mengalami kerusakan, memaksa banyak keluarga mengungsi dan kehilangan tempat tinggal.
Kondisi tersebut mendorong pemerintah mempercepat penanganan darurat dan pemulihan pasca bencana di wilayah terdampak.
Sebelumnya, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait atau Menteri Ara masih menghitung kebutuhan dana untuk memperbaiki rumah rusak diterjang longsor dan banjir Sumatera. Sejauh ini ada 112.551 rumah yang rusak imbas bencana Sumatera tersebut.
Dilansir dari keterangan web resmi sekretariat kabinet republik Indonesia, Presiden Prabowo Subianto menegaskan pemerintah akan mempercepat pembangunan hunian bagi warga terdampak serta pemulihan infrastruktur setelah menyelesaikan rangkaian kunjungan kerja ke tiga kabupaten terdampak bencana di Sumatera Barat.
Pemerintah memastikan seluruh langkah penanganan, mulai dari fase darurat hingga pemulihan, dilakukan secara terkoordinasi dan dipercepat demi menjamin keselamatan serta keberlangsungan hidup masyarakat.
Prabowo juga menyampaikan bahwa Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait melaporkan rencana pembangunan sekitar 2.000 unit rumah yang akan dimulai pada Minggu, 21 Desember 2025. Menurut Prabowo, hunian tersebut berpeluang langsung difungsikan sebagai rumah permanen.
Presiden juga menegaskan anggaran pembangunan hunian telah disiapkan, salah satunya berasal dari kebijakan penghematan anggaran di awal masa pemerintahannya.
“Kami menghemat ratusan triliun,” ujar Prabowo dalam sidang kabinet paripurna di Istana Negara, Jakarta Pusat, Senin, 15 Desember 2025.
Selain pembangunan hunian, Prabowo berencana membentuk badan atau satuan tugas khusus untuk rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Sumatera. Ia memastikan penanganan bencana masih berada dalam kondisi terkendali.
“Kami sudah kerahkan untuk penanganan. Ini tiga provinsi dari total 38 provinsi, jadi situasi terkendali. Saya monitor terus,” kata Prabowo.
Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), pembangunan hunian sementara (huntara) di Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat telah dimulai sejak 15 Desember.
Pada tahap pertama, sebanyak 60 kepala keluarga menjadi sasaran dengan konsep hunian model kopel atau barak. Setiap barak terdiri atas lima unit, sehingga pada tahap awal pembangunan ditargetkan sebanyak 12 barak.
Penulis : Fatin Nurul Kharisma
Editor : Murni A













