Kemenhut Gandeng Yayasan Pertamina, Optimalisasi KHDTK Dorong Hutan Berkelanjutan dan Tangguh Bencana

waktu baca 2 menit
Kamis, 15 Jan 2026 12:12 10 jatengvox

Jatengvox.com – Upaya memperkuat tata kelola kehutanan berkelanjutan terus didorong Kementerian Kehutanan (Kemenhut).

Salah satu langkah strategis terbaru dilakukan melalui kerja sama dengan Yayasan Pertamina dalam optimalisasi Kawasan Hutan dengan Tujuan Khusus (KHDTK).

Kolaborasi tersebut dijalankan oleh Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BP2SDM) Kemenhut dan ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) di Jakarta.

Kerja sama ini mencakup pengembangan pendidikan kehutanan, pelestarian lingkungan, hingga penguatan pengabdian kepada masyarakat di sekitar kawasan hutan.

Langkah ini dinilai sebagai terobosan penting dalam menjawab tantangan pengelolaan hutan yang kian kompleks, mulai dari degradasi lingkungan, perubahan iklim, hingga meningkatnya risiko bencana ekologis.

Dalam kerja sama tersebut, BP2SDM menyiapkan sejumlah lokasi KHDTK yang akan dikembangkan secara terpadu.

Baca juga:  KAI Bersama Unsur Kewilayahan Perkuat Keselamatan dengan Penataan Akses Jalur Kereta di Kampung Cipondang

Kawasan ini tidak hanya difungsikan sebagai ruang pendidikan dan pelatihan, tetapi juga sebagai laboratorium lapangan bagi penerapan kebijakan kehutanan berkelanjutan.

Pengembangan KHDTK akan difokuskan pada rehabilitasi lahan kritis, peningkatan kapasitas masyarakat sekitar hutan, serta integrasi program ketahanan pangan dan energi berbasis kehutanan.

Pendekatan ini diharapkan mampu menghadirkan manfaat ekologis sekaligus sosial-ekonomi bagi masyarakat setempat.

KHDTK sendiri selama ini dikenal sebagai kawasan hutan yang memiliki fungsi khusus untuk pendidikan, penelitian, dan pengembangan sumber daya manusia.

Melalui kolaborasi lintas sektor, perannya kini diperluas menjadi motor penggerak pengelolaan hutan yang lebih adaptif.

Baca juga:  Mahasiswa KKN UIN Walisongo Perkenalkan Produk Dendeng Daun Singkong kepada Ibu PKK Singorojo

Wakil Menteri Kehutanan, Rohmat Marzuki, menegaskan bahwa kerja sama ini mencerminkan perubahan paradigma dalam kebijakan kehutanan nasional.

Menurutnya, pengelolaan hutan ke depan tidak lagi bersifat reaktif, melainkan harus mengedepankan pencegahan dan ketangguhan terhadap risiko bencana.

“Kebijakan kehutanan saat ini menuntut perubahan paradigma dari pengelolaan reaktif menjadi preventif, adaptif, dan resilien terhadap risiko bencana,” ujar Rohmat dalam keterangannya, Kamis (15/1/2026).

Ia menambahkan, optimalisasi KHDTK diharapkan mampu menekan potensi bencana ekologis, khususnya bencana hidrometeorologi yang kerap dipicu oleh kerusakan lingkungan dan perubahan iklim.

Baca juga:  Mobilitas Tinggi Picu Kelalaian, Puluhan Barang Tertinggal Setiap Hari di LRT Jabodebek

Lebih jauh, Rohmat menyebut KHDTK akan diarahkan menjadi center of excellence dalam pengembangan sumber daya manusia kehutanan.

Kawasan ini juga diharapkan menjadi model penerapan teknologi, inovasi, dan kebijakan kehutanan yang berkelanjutan.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA