Menag Serukan Masyarakat Jaga Marwah Pesantren dari Stigma Negatif

Rabu, 15 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jatengvox.com – Menteri Agama Nasaruddin Umar mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga marwah pesantren dan menghindari narasi yang bersifat stigma.

Menurutnya, pesantren bukan hanya lembaga pendidikan agama, melainkan bagian penting dari sejarah dan peradaban bangsa Indonesia.

“Pesantren sudah berabad-abad menjadi benteng moral bangsa. Dari sana lahir para ulama, pemimpin, dan tokoh nasional yang membentuk karakter Indonesia yang beradab,” ujar Menag Nasaruddin di Jakarta, pada Rabu 15 Oktober 2025.

Ia mengaku prihatin dengan munculnya pemberitaan yang menempatkan pesantren dalam citra negatif.

“Sekian ratus tahun pesantren berkiprah mendidik manusia Indonesia agar menjadi masyarakat yang beradab, dan kini kita harus menjaganya dari narasi yang menyesatkan,” tegasnya.

Baca juga:  Semarak Hari Santri Nasional di MI NU 68 Leban, Mahasiswa KKN UIN Walisongo Ajak Siswa Rayakan dengan Edukasi dan Lomba Islami

Pernyataan tersebut disampaikan Menag sebagai tanggapan atas tayangan salah satu program di Trans Media yang menyinggung kehidupan santri. T

ayangan itu menampilkan narasi satir, termasuk kalimat “santri minum susu saja harus jongkok,” yang kemudian menuai kritik luas di masyarakat.

Banyak pihak menilai potongan tayangan tersebut melecehkan tradisi kesantunan pesantren serta merendahkan penghormatan santri kepada kiai.

Gelombang protes datang dari berbagai pesantren, termasuk Pondok Pesantren Lirboyo, yang menuntut permintaan maaf terbuka dari pihak stasiun televisi.

Menanggapi hal itu, Trans Media akhirnya menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada publik dan para kiai pesantren.

Menag Nasaruddin menilai langkah tersebut patut diapresiasi dan berharap peristiwa ini menjadi pelajaran bagi semua pihak.

Baca juga:  Pemerintah Tahan Kenaikan Cukai Rokok 2026, Industri Tembakau Dapat Kepastian Usaha

“Budaya pesantren adalah budaya memaafkan. Saya yakin para kiai dan santri akan memaafkan. Yang penting, ini jadi pembelajaran bersama,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Nasaruddin juga menegaskan kembali peran strategis pondok pesantren sebagai pusat pembentukan moral, karakter, dan keadaban sosial.

Ia menilai, jasa pesantren bagi bangsa tidak dapat disepelekan.

“Kalau kita mau jujur, sekarang justru banyak orang tua yang semakin percaya kepada pesantren. Mereka ingin anaknya tumbuh dalam suasana yang menanamkan nilai kesantunan, disiplin, dan hormat kepada guru,” ungkapnya.

Menurutnya, tradisi kesantunan murid kepada kiai adalah akar dari budaya hormat anak kepada orang tua dan rakyat kepada pemimpinnya.

Baca juga:  Kemkomdigi Luncurkan Sistem Rating Game Nasional untuk Lindungi Anak dari Konten Digital

“Keseimbangan antara rakyat yang santun dan pemimpin yang berwibawa adalah cerminan nilai-nilai pesantren,” tambahnya.

Menag juga menyampaikan bahwa dirinya akan bertolak ke Jawa Timur untuk bersilaturahmi dengan sejumlah pesantren.

Ia menilai dialog langsung dengan para kiai dan santri penting untuk memperkuat semangat kebersamaan dan menjaga nilai luhur pesantren di tengah arus modernisasi.

“Di mana ada rakyat yang santun, di sana ada pemimpin yang berwibawa. Dan di mana ada pemimpin yang berwibawa, di sana pula ada rakyat yang santun. Itulah suasana kebatinan yang dibentuk pesantren,” pungkas Menag

Editor : Murni A

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Simperum Jateng Terintegrasi dengan Kementerian PKP, Percepat Penanganan RTLH dan Backlog Perumahan
Kemenag Pastikan Gaji Pegawai yang Dialihkan ke Kemenhaj Aman hingga Januari 2026, SKPP Terkendala SK Pengangkatan
Relokasi 900 Rumah Terdampak Tanah Gerak di Jateng Dipercepat, Pemprov Siapkan Lahan Aman dan Hunian Sementara
Jelang Ramadan dan Lebaran 2026, Gubernur Jateng Minta Kepala Daerah Jaga Harga Pangan Tetap Stabil
Zero ODOL Berlaku Januari 2027, Pemerintah Siap Tertibkan Truk Overload Demi Keselamatan dan Infrastruktur
Target Satu Desa Satu Perpustakaan, Bunda Literasi Jateng Dorong Gerakan Baca hingga Akar Rumput
Pemerintah Perbarui Data PBI BPJS Kesehatan, Akses Layanan Warga Rentan Tetap Dijamin
Pantau Harga Jelang Ramadan, Mendag Pastikan Pasokan Pangan Aman di Pasar Sukoharjo

Berita Terkait

Jumat, 13 Februari 2026 - 07:36 WIB

Simperum Jateng Terintegrasi dengan Kementerian PKP, Percepat Penanganan RTLH dan Backlog Perumahan

Kamis, 12 Februari 2026 - 14:05 WIB

Kemenag Pastikan Gaji Pegawai yang Dialihkan ke Kemenhaj Aman hingga Januari 2026, SKPP Terkendala SK Pengangkatan

Kamis, 12 Februari 2026 - 13:33 WIB

Relokasi 900 Rumah Terdampak Tanah Gerak di Jateng Dipercepat, Pemprov Siapkan Lahan Aman dan Hunian Sementara

Kamis, 12 Februari 2026 - 12:45 WIB

Jelang Ramadan dan Lebaran 2026, Gubernur Jateng Minta Kepala Daerah Jaga Harga Pangan Tetap Stabil

Rabu, 11 Februari 2026 - 12:02 WIB

Target Satu Desa Satu Perpustakaan, Bunda Literasi Jateng Dorong Gerakan Baca hingga Akar Rumput

Berita Terbaru