Mencegah Anak-Anak Terjebak Pertemanan Toxic, Mahasiswa KKN UNDIP Menghadirkan Permainan Ular Tangga ‘JALAN: Jadi Kawan Bukan Lawan’ sebagai Media Ajar

waktu baca 3 menit
Selasa, 11 Agu 2026 20:15 5 jatengvox

Jatengvox.com — Anak-anak merupakan generasi emas penerus bangsa Indonesia di masa depan. Sebagai penerus bangsa, anak-anak di Indonesia perlu diberikan lingkungan dan pendidikan yang memadai untuk mendorong kemampuan serta meningkatkan pengetahuan mereka.

Mahasiswa KKN UNDIP yang berperan sebagai agen perubahan turut berkontribusi dalam membantu Desa Tegalsari, Kecamatan Kandeman, Kabupaten Batang dalam meningkatkan pendidikan anak-anak di lingkungan desa. Melalui program kerja pembangunan pojok edukasi, tiap anggota tim KKN UNDIP Desa Tegalsari memberikan kontribusi terhadap pendidikan anak-anak desa yang sesuai dengan bidang keilmuan masing-masing. (7/8/2026)

Mahasiswa dari Fakultas Psikologi Universitas Diponegoro, Masayu Syadza Luthfiyah, mengambil permasalahan moral anak-anak Desa Tegalsari sebagai peranan dalam program kerja pengabdian masyarakat. Program kerja yang dilakukan bertujuan untuk meningkatkan pemahaman anak-anak mengenai pertemanan yang kurang sehat atau toxic menggunakan media permainan ular tangga ‘JALAN: Jadi Kawan Bukan Lawan’.

Baca juga:  Pengabdian Tahun Ketiga, MIND ID Perluas Peran Indonesia dan kontribusi Global

“Anak-anak disini menurut saya sopan santunnya masih kurang. Bahkan dengan figur yang lebih tua seperti guru atau orang tuanya sendiri pun mereka kurang menunjukkan tata krama yang baik.” ujar Bapak Daryono selaku Kepala Desa Tegalsari.

Selain informasi yang diperoleh dari Kepala Desa, mahasiswa juga menemui permasalahan yang serupa pada saat berkegiatan di lingkungan desa. Salah satu anak yang tinggal di lingkungan posko mahasiswa KKN mengungkapkan bahwa ia sering mengalami perundungan dari temannya.

“Kalo di sekolah aku suka dibully gitu” ujarnya.

Baca juga:  Pelni Dapat Suntikan Modal Rp3 Triliun untuk Peremajaan Kapal Penumpang

Program kerja permainan ular tangga ‘JALAN’ ini cukup sederhana selayaknya permainan ular tangga biasa. Namun di beberapa kesempatan pada saat memainkan ular tangga anak akan diminta untuk menjawab pertanyaan sederhana seputar pertemanan yang tidak sehat dan yang sehat. Pertanyaan yang diberikan mendorong anak untuk mengidentifikasi perilaku seperti apa yang tidak boleh dilakukan pada teman dan mana yang boleh dilakukan pada teman.

Dibawah bimbingan ibu Dr. Dian Safitri S.P., M.Si., selaku dosen pembimbing lapangan (DPL) program kerja berhasil dijalankan dengan baik melalui tahap sosialisasi pada anak-anak desa. Sosialisasi sekaligus uji coba permainan ular tangga ‘JALAN’ dilakukan di pojok edukasi yang sebelumnya telah dibangun oleh mahasiswa KKN UNDIP Desa Tegalsari. (11/8/2026)

Baca juga:  Bukan Hanya Berpartisipasi, Perempuan Juga Punya Ruang untuk Memimpin

Pojok edukasi terletak di daerah RW 4 RT 1 Desa Tegalsari tepatnya dekat Taman Kali Krasak. Pembangunan pojok edukasi serta sosialisasi dilakukan di daerah tersebut dikarenakan lokasi tersebut merupakan tempat anak-anak bermain dan berkegiatan setiap hari.

Peningkatan pendidikan pada anak-anak bangsa tidak hanya melalui pendidikan formal seperti kegiatan selama di sekolah atau tempat les. Pendidikan juga dapat berupa pemberian pengetahuan umum mengenai hal-hal yang berhubungan dengan kehidupan sehari-hari seperti adab dan sopan santun kepada teman sendiri. Harapannya dengan program kerja dari Tim KKN UNDIP dapat memberikan dampak dan manfaat yang berguna bagi anak-anak dan masyarakat Desa Tegalsari.

 

Penulis : Masayu Syadza Luthfiyah

 

Editor : Uswatun Khasanah

 

Dukung Jurnalisme Tanpa Batas

Dukung keberlangsungan artikel ini dengan berpartisipasi dalam program apresiasi pembaca.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ADVERTISEMENT
Pasang Iklan Anda Disini
Promosikan bisnis, produk, jasa, atau toko online Anda dengan tampilan premium di JatengVox.
Hubungi Kami
LAINNYA