Dari Kripik Kulit Nila hingga Pemanfaatan Limbah Jeroan Ikan, KKN Undip Dorong Pengembangan Kelompok Pengolahan Ikan Luhur Mulyo Desa Sendang, Kecamatan Wonogiri 

waktu baca 5 menit
Rabu, 12 Agu 2026 22:19 3 jatengvox

Jatengvox.com – Mahasiswa KKN Tim II Universitas Diponegoro (Undip) mendorong pengembangan UMKM perikanan Desa Sendang melalui diversifikasi produk, edukasi kemasan, penguatan branding, serta pemanfaatan limbah hasil pengolahan ikan. Upaya tersebut diwujudkan melalui Program Multidisiplin 2 bertajuk “Penguatan UMKM Lokal Desa Sendang Menuju Produk yang Aman, Berkualitas, dan Berdaya Saing.”

Kegiatan dilaksanakan pada Rabu (12/8/2026) malam di Bakal Dusun, Dusun Godean, Desa Sendang, Kecamatan Wonogiri, Kabupaten Wonogiri. Kegiatan menyasar Kelompok Pengolahan Ikan Luhur Mulyo dan diikuti oleh tujuh pelaku usaha.

Program tersebut disusun dengan melihat potensi perikanan Desa Sendang, khususnya budidaya ikan nila menggunakan karamba, serta kebutuhan pelaku usaha dalam meningkatkan kualitas dan daya saing produk. Potensi tersebut kemudian dikembangkan melalui empat fokus yang saling berkaitan, mulai dari diversifikasi produk hingga pemanfaatan hasil samping pengolahan ikan.

Keripik Kulit Nila Jadi Alternatif Diversifikasi Produk

Potensi ikan nila di Desa Sendang menjadi peluang pengembangan variasi produk olahan kering. Hal tersebut menjadi fokus Amanina ‘Izzati, mahasiswa Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Undip Program Studi Teknologi Hasil Perikanan.

Amanina memperkenalkan keripik kulit ikan nila sebagai alternatif diversifikasi produk. Pemanfaatan kulit ikan nila diharapkan dapat memberikan nilai tambah pada komoditas perikanan sekaligus menghasilkan produk kering yang berpotensi memiliki umur simpan lebih panjang.

Baca juga:  Pengguna Super Apps BRImo Tembus 47,8 Juta User, Jadi Andalan Kebutuhan Finansial Masyarakat

“Potensi ikan nila di Desa Sendang cukup tinggi, sehingga kulit ikan nila juga memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi produk olahan bernilai tambah. Keripik kulit nila dipilih sebagai salah satu alternatif produk kering yang diharapkan memiliki umur simpan lebih panjang,” ujar Amanina.

Pendekatan tersebut juga membuka peluang bagi pelaku UMKM untuk mengembangkan variasi produk berbahan ikan nila yang dapat dikenalkan sebagai salah satu produk olahan khas Desa Sendang.

Edukasi Kemasan untuk Menjaga Keamanan Produk

Pengembangan produk kemudian dilengkapi dengan edukasi mengenai kemasan oleh Fairuz Anindya Syamaidzar, mahasiswa Sekolah Vokasi Undip Program Studi Manajemen dan Administrasi Logistik.

Fairuz memberikan pemahaman kepada pelaku UMKM mengenai pentingnya memilih kemasan yang sesuai dengan karakteristik produk. Penggunaan kemasan yang tidak tepat dapat memengaruhi kualitas dan keamanan produk selama penyimpanan.

“Kemasan tidak hanya berfungsi sebagai wadah, tetapi juga berperan dalam menjaga produk tetap aman dan berkualitas. Karena itu, pelaku UMKM perlu memahami bahwa pemilihan kemasan tidak bisa dilakukan secara asal,” ujar Fairuz.

Edukasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan pemahaman pelaku usaha dalam menentukan kemasan yang lebih sesuai, sehingga produk olahan perikanan dapat terlindungi dengan baik sekaligus memiliki daya saing yang lebih tinggi.

Label Kemasan dengan Bilingual Language Jadi Bagian dari Branding Produk

Aspek branding diperkuat melalui Regina Dian Lestari, mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Undip Program Studi Sastra Inggris. Regina memberikan edukasi mengenai pemanfaatan label sebagai bagian dari identitas dan branding produk.

Baca juga:  Mahasiswa KKN Undip Bantu Perkuat Administrasi Perpajakan Desa Sendang melalui Sistem Digital

Menurut Regina, label tidak hanya berfungsi sebagai media untuk menyampaikan informasi, tetapi juga dapat dikembangkan secara kreatif agar produk memiliki karakter yang lebih unik dan menarik.

“Label dapat menjadi bagian dari branding produk. Dengan penyusunan informasi yang kreatif dan menarik, ditambah penggunaan Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris, produk dapat memiliki identitas yang lebih kuat dan komunikatif,” ujar Regina.

Penggunaan bahasa bilingual diperkenalkan sebagai salah satu bentuk pengembangan komunikasi pada label. Pendekatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kreativitas pelaku UMKM dalam membangun identitas produk sekaligus memperluas jangkauan komunikasi kepada konsumen.

Jeroan Ikan Dimanfaatkan Menjadi Pupuk Organik Cair

Selain pengembangan produk, mahasiswa KKN juga memberikan edukasi mengenai pengelolaan limbah hasil pengolahan ikan melalui Nanditha Safa Amalia Putri, mahasiswa Fakultas Sains dan Matematika (FSM) Undip Program Studi Bioteknologi.

Tingginya potensi perikanan di Desa Sendang turut menghasilkan limbah dari aktivitas pengolahan ikan, salah satunya jeroan. Kondisi tersebut mendorong perlunya edukasi mengenai pemanfaatan limbah agar tidak hanya berakhir sebagai buangan.

Nanditha memperkenalkan pemanfaatan jeroan ikan menjadi pupuk organik cair (POC) sebagai salah satu alternatif pengolahan limbah sekaligus upaya mengenalkan konsep zero waste kepada pelaku UMKM.

“Potensi perikanan yang tinggi juga menghasilkan limbah dari proses pengolahan ikan. Melalui pengolahan jeroan menjadi POC, limbah tersebut dapat dimanfaatkan kembali sehingga memiliki nilai guna dan tidak hanya menjadi buangan,” ujar Nanditha.

Baca juga:  Mahasiswa KKN UNDIP Serap Suara Warga Desa Depok, Dorong Pelayanan Publik Semakin Berkualitas

Penguatan UMKM melalui Pendekatan Multidisiplin

Keempat fokus tersebut memiliki peran yang berbeda namun saling berkaitan. Amanina mendorong diversifikasi produk melalui keripik kulit ikan nila, Fairuz meningkatkan pemahaman mengenai kemasan yang sesuai, Regina mengembangkan kreativitas branding melalui label bilingual, sementara Nanditha memberikan edukasi mengenai pemanfaatan limbah jeroan ikan menjadi POC.

Rangkaian kegiatan mendapat respons antusias dari anggota Kelompok Pengolahan Ikan Luhur Mulyo. Para peserta menunjukkan ketertarikan terhadap pemanfaatan limbah jeroan ikan menjadi POC, sekaligus aktif berdiskusi mengenai pengemasan dan pelabelan produk. Beberapa peserta juga menyampaikan pertanyaan mengenai pemilihan packaging yang tepat serta cara membuat label produk yang lebih menarik dan komunikatif.

Antusiasme tersebut menunjukkan adanya ketertarikan pelaku UMKM untuk meningkatkan kualitas produk, tidak hanya melalui pengembangan olahan baru, tetapi juga dari aspek kemasan, identitas produk, dan pemanfaatan hasil samping pengolahan ikan.

Melalui Program Multidisiplin 2, mahasiswa KKN Tim II Undip berupaya mengoptimalkan potensi perikanan Desa Sendang sekaligus meningkatkan pemahaman pelaku UMKM dalam mengembangkan usahanya. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam mendorong produk UMKM perikanan yang lebih beragam, aman, berkualitas, dan berdaya saing, serta mendukung pemanfaatan limbah pengolahan ikan secara lebih optimal.

 

Penulis : Mahasiswa KKN Tim II Undip 2026 di Desa Sendang, Wonogiri

 

Editor : Uswatun Khasanah

 

Dukung Jurnalisme Tanpa Batas

Dukung keberlangsungan artikel ini dengan berpartisipasi dalam program apresiasi pembaca.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ADVERTISEMENT
Pasang Iklan Anda Disini
Promosikan bisnis, produk, jasa, atau toko online Anda dengan tampilan premium di JatengVox.
Hubungi Kami
LAINNYA