Jatengvox.com – Dalam upaya membangun fondasi karakter yang kuat serta literasi keuangan yang baik bagi generasi muda, mahasiswa KKN Tim II Universitas Diponegoro (Undip) secara proaktif menggelar kegiatan edukasi menabung sejak dini.
Program ini menyasar siswa di dua sekolah dasar di desa tersebut, yakni SD Negeri Tanjung 01 dan SD Negeri Tanjung 02, pada pekan terakhir masa penempatan KKN.
Program ini diprakarsai oleh Septian Riddo Syahputro (Manajemen) dan Irhab Atha Habibi A (Statistika), yang memfokuskan metode penyampaian materi berbasis praktik langsung agar pesan yang disampaikan lebih mudah diterima oleh anak-anak.

Kegiatan ini bukan sekadar sosialisasi formal di dalam kelas, melainkan sebuah sesi interaktif di mana para siswa diajak untuk membuat celengan kreatif mereka sendiri.
Bahan yang digunakan dalam pembuatan celengan ini didominasi oleh barang-barang bekas yang ada di sekitar, seperti botol plastik dan kardus bekas yang kemudian dihias dengan stiker, kertas warna, dan perlengkapan dekorasi lainnya.
Proses kreatif ini dirancang bukan tanpa alasan; melalui kegiatan “kerajinan tangan” ini, anak-anak diajak untuk memiliki ikatan emosional yang kuat dengan celengan yang mereka buat sendiri.
Dengan demikian, celengan tersebut tidak lagi dianggap sebagai benda biasa, melainkan simbol komitmen mereka dalam menyisihkan uang jajan.
“Kami menyadari bahwa memberikan teori menabung saja sering kali membosankan bagi anak-anak usia SD. Oleh karena itu, kami memutuskan untuk mengintegrasikan edukasi keuangan dengan seni. Kami ingin anak-anak memahami bahwa menabung itu adalah proses yang menyenangkan dan bisa dimulai dari langkah kecil, bahkan dengan barang-barang sederhana yang ada di rumah mereka sendiri,” ungkap Septian di sela-sela sesi pembuatan celengan.

Selain praktek pembuatan celengan, tim KKN juga memberikan materi mengenai perbedaan mendasar antara “kebutuhan” dan “keinginan”.
Anak-anak diajak berdiskusi tentang bagaimana mengidentifikasi apakah suatu barang memang diperlukan atau hanya sekadar mengikuti tren sesaat. Irhab Atha Habibi A, rekan tim Septian, menambahkan bahwa edukasi ini juga mencakup pentingnya memiliki tujuan menabung, misalnya untuk membeli perlengkapan sekolah atau hadiah untuk orang tua.
Diskusi ini berlangsung sangat antusias, dengan banyaknya siswa yang berbagi cerita tentang rencana masa depan mereka dengan uang tabungan yang akan mereka kumpulkan.
Pihak SD Negeri Tanjung 01 dan SD Negeri Tanjung 02 menyambut sangat positif inisiatif ini. Menurut perwakilan guru, pendidikan literasi keuangan sejak bangku sekolah dasar sangat krusial di era modern, di mana godaan untuk hidup konsumtif semakin besar.
Diharapkan, melalui program ini, siswa tidak hanya belajar cara menabung, tetapi juga memupuk kedisiplinan dan tanggung jawab dalam mengelola aset pribadi.
Program ini ditutup dengan sesi foto bersama dan penyerahan celengan kreatif hasil karya siswa, yang diharapkan menjadi kenang-kenangan sekaligus pengingat agar mereka konsisten menerapkan perilaku hemat di masa mendatang.
Penulis: Septian Riddo Syahputro dan Irhab Atha Habibi A.
Editor: Murni Anggita
Dukung keberlangsungan artikel ini dengan berpartisipasi dalam program apresiasi pembaca.
Tidak ada komentar