Mahasiswa KKN MIT UIN Walisongo Kenalkan Bahasa dan Budaya Jepang ke Siswa SD 01 Gedangan

waktu baca 2 menit
Kamis, 20 Agu 2026 20:00 9 jatengvox

Jatengvox.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Mandiri Inisiatif Terbit (MIT) UIN Walisongo Semarang, Ahmad Nur Cahyo dari Fakultas Ushuluddin dan Humaniora, Jurusan Aqidah dan Filsafat Islam, memberikan pelatihan pengenalan bahasa dan budaya Jepang kepada siswa kelas 6 SD N 01 Gedangan, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang.

Kegiatan ini dilaksanakan setiap hari Jumat untuk memperkaya kosakata asing dan wawasan global para murid.

Meski latar belakang pendidikannya berbeda, Cahyo secara otodidak mempelajari bahasa Jepang dan membagikan pengetahuannya kepada para siswa.

Baca juga:  BRI Unit Rorotan Tetap Hadir Layani Nasabah Saat Libur Lewat Layanan Weekend Banking

Pembelajaran berfokus pada pengenalan kosakata dasar, latihan pelafalan, hingga cara membaca dan menulis aksara dasar Jepang.

Para siswa yang mengenakan seragam pramuka antusias memperhatikan penjelasan materi di papan tulis. Cahyo mengenalkan karakter dasar seperti Ki (き) dan Ku (く) dengan bantuan media visual kertas catatan berwarna-warni untuk menarik perhatian siswa.

Mempelajari sistem aksara yang berbeda dari huruf Latin tentu menjadi tantangan tersendiri bagi anak-anak.

Baca juga:  Kenang-Kenangan Bermakna, KKN UIN Walisongo Serahkan Bank Sampah untuk Desa Mijen

Oleh karena itu, penyampaian materi dikemas secara komunikatif menggunakan metode visual dan audio-lingual.

“Kegiatan ini menjadi sarana untuk berbagi pengetahuan yang saya pelajari secara mandiri. Melalui program ini, wawasan kebudayaan dan bahasa Jepang dapat diperkenalkan secara menyenangkan kepada siswa sekolah dasar,” ujar Cahyo.

Selain materi linguistik, sesi pembelajaran juga diselingi penanaman nilai-nilai karakter positif khas budaya Jepang.

Para siswa diajak memahami pentingnya sikap saling menghormati melalui tradisi membungkuk (ojigi), kebiasaan menjaga kebersihan lingkungan kelas bersama, serta kedisiplinan waktu dalam aktivitas sehari-hari.

Baca juga:  Kemenkes Perkuat Layanan Kesehatan untuk Korban Banjir dan Longsor di Aceh–Sumatera

Pengenalan bahasa asing di tingkat sekolah dasar ini diharapkan dapat menjadi pemantik semangat belajar para siswa, sekaligus membentuk pribadi yang percaya diri dan adaptif dalam menghadapi era globalisasi tanpa melupakan identitas bangsa.

 

 

Penulis: Tim KKN MIT UIN Walisongo Posko 33

Editor: Murni Anggita

 

Dukung Jurnalisme Tanpa Batas

Dukung keberlangsungan artikel ini dengan berpartisipasi dalam program apresiasi pembaca.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ADVERTISEMENT
Pasang Iklan Anda Disini
Promosikan bisnis, produk, jasa, atau toko online Anda dengan tampilan premium di JatengVox.
Hubungi Kami
LAINNYA