Mahasiswa UPGRIS Ikut Lestarikan Budaya Lewat Produksi Gantungan Miniatur Barongan

Minggu, 12 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jatengvox.com – Mahasiswa KKN Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) Kelompok 30 kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap pelaku UMKM lokal dengan ikut membantu proses produksi gantungan kunci miniatur barongan, salah satu produk khas Desa Diwak, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang pada Sabtu, 11 Oktober 2025.

Kegiatan ini dilakukan di rumah Mas Jery, pengrajin miniatur barongan yang telah menekuni kerajinan tersebut selama beberapa tahun terakhir.

Dalam prosesnya, mahasiswa KKN ikut belajar sekaligus membantu tahap-tahap pembuatan gantungan kunci yang seluruhnya dikerjakan secara manual, mulai dari pemotongan bahan, pengecatan, hingga tahap akhir perakitan.

Baca juga:  Sinergi Lawan DBD, KKN UIN Walisongo Bersama Kader Desa Kliris dan Petugas Kesehatan Galakkan PSN di Permukiman Warga 

Mas Jery mengungkapkan rasa senangnya dengan kehadiran mahasiswa KKN yang menunjukkan ketertarikan terhadap hasil karya lokal.

“Saya senang sekali ada mahasiswa yang mau ikut turun langsung. Kalau memang ini salah satu program kalian, saya dukung penuh. Siapa tahu bisa bantu promosi biar produk ini makin dikenal,” ujarnya.

Selain ikut membantu proses produksi, mahasiswa KKN juga memberikan beberapa masukan terkait rebranding kemasan agar produk gantungan kunci ini dapat terlihat lebih menarik dan memiliki daya saing di pasar yang lebih luas.

Baca juga:  Warga Desa Delik dan Mahasiswa KKN UPGRIS Kompak Gelar Senam Sehat

Dukungan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal pengembangan usaha kecil di Desa Diwak agar terus berinovasi dan memiliki nilai jual lebih tinggi.

Kegiatan kolaboratif ini berlangsung dengan suasana penuh semangat dan saling berbagi ilmu.

Mahasiswa belajar tentang ketekunan dan kreativitas dari para pengrajin, sementara para pelaku UMKM mendapatkan perspektif baru dalam pengemasan dan pemasaran produk mereka.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN UPGRIS Kelompok 30 tidak hanya berperan sebagai peserta pengabdian masyarakat, tetapi juga sebagai jembatan yang menghubungkan antara kreativitas lokal dan potensi pengembangan ekonomi kreatif desa.

Baca juga:  Kota Batu Ditetapkan Sebagai Kota Kreatif Prioritas, Bukti Semangat Inovasi Anak Muda

Penulis : Ponaryo Robani

Editor : Murni A

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

DPR Soroti Potensi Penyalahgunaan AI, Pemerintah Didorong Segera Siapkan Regulasi
Program Perlindungan Anak Diperluas, Pemerintah Siapkan Makan Bergizi hingga Aturan Media Sosial
Ramadan Bersama Gen Z Lintas Negara di UIN Saizu, Kemenag Dorong Internasionalisasi Kampus Islam
Kemenag Tetapkan Standar Nasional Zakat Produktif melalui PMA 16 Tahun 2025
Embung Plosorejo Sragen Diresmikan, 50 Hektare Sawah Kini Punya Cadangan Air Saat Kemarau
Harga Minyak Dunia Tembus 80 Dolar AS, Menkeu Purbaya Pastikan APBN Tetap Aman
Menag Nasaruddin Umar Soroti Penguatan SDM, Pendidikan Ekonomi Syariah Jadi Kunci Daya Saing Global
Revitalisasi Website Desa Leyangan, Upaya Mahasiswa KKN UPGRIS Menguatkan Informasi dan Promosi Potensi Desa

Berita Terkait

Senin, 9 Maret 2026 - 15:39 WIB

DPR Soroti Potensi Penyalahgunaan AI, Pemerintah Didorong Segera Siapkan Regulasi

Senin, 9 Maret 2026 - 06:06 WIB

Program Perlindungan Anak Diperluas, Pemerintah Siapkan Makan Bergizi hingga Aturan Media Sosial

Minggu, 8 Maret 2026 - 07:46 WIB

Ramadan Bersama Gen Z Lintas Negara di UIN Saizu, Kemenag Dorong Internasionalisasi Kampus Islam

Kamis, 5 Maret 2026 - 12:17 WIB

Kemenag Tetapkan Standar Nasional Zakat Produktif melalui PMA 16 Tahun 2025

Rabu, 4 Maret 2026 - 14:28 WIB

Harga Minyak Dunia Tembus 80 Dolar AS, Menkeu Purbaya Pastikan APBN Tetap Aman

Berita Terbaru