Mahasiswa KKNT Inovasi IPB University Dorong Inovasi Pangan Lokal melalui Program RACIK di Desa Mijen, Demak

waktu baca 2 menit
Selasa, 4 Agu 2026 12:16 5 jatengvox

Jatengvox.com – Mahasiswa KKNT Inovasi IPB University melaksanakan program RACIK (Ragam Cipta Inovasi Kuliner) pada Jumat, 31 Juli 2026, di Balai Desa Mijen, Kecamatan Mijen, Kabupaten Demak.

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran dan keterampilan ibu rumah tangga dalam memenuhi gizi keluarga serta pencegahan stuting, wasting, dan obesitas melalui pemanfaatan pangan lokal.

Program RACIK diikuti oleh kader PKK, ibu-ibu masyarakat, perwakilan perangkat desa, serta perwakilan Karang Taruna Desa Mijen.

Baca juga:  Tradisi Bertemu Generasi: KKN UIN Walisongo Hidupkan Merti Desa Bumen dan Peringatan HUT ke-80 RI

Kegiatan ini diawali dengan penyampaian materi sebagai latar belakang berjalannya program mengenai estimasi malnutrisi terbanyak di dunia menurut WHO 2024, yaitu stunting atau kondisi gagal tumbuh akibat kekurangan gizi dalam jangka panjang, dan terkait pentingnya pemenuhan zat gizi, seperti karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral, sebagai upaya mendukung pertumbuhan dan menjaga kesehatan keluarga.

Mahasiswa KKNT Inovasi IPB University memperkenalkan beberapa inovasi produk, seperti Nugget Tempok (tempe dan pokcoy), Permen Dragona berbahan dasar buah naga dan kulit pisang sebagai produk olahan, serta Kriba (Keripik Bawang Merah) sebagai alternatif produk bernilai ekonomi.

Melalui bentuk praktik langsung, peserta mengikuti demonstrasi pembuatan nugget tempok yang dipandu oleh mahasiswa KKNT IPB University.

Baca juga:  Upacara Penyambutan Mahasiswa KKN Tematik IDBU 15 Universitas Diponegoro oleh Perangkat Desa Banyudono dan Sejumlah Tokoh Masyarakat

Demonstrasi nugget tempok ini dipilih karena menggunakan bahan sederhana, kaya zat gizi, serta proses pembuatannya mudah diterapkan di rumah. Selama kegiatan berlangsung, peserta menunjukkan antusiasme tinggi dengan aktif berdiskusi mengenai teknik pengolahan, dan alternatif metode yang digunakan.

Melalui program RACIK, masyarakat memperoleh wawasan baru melalui pemanfaatan pangan lokal yang kreatif, sehat dan bergizi.

Dengan meningkatnya wawasan dan keterampilan dalam mengolah pangan bergizi, diharapkan dapat mendukung tumbuh kembang anak yang optimal serta membantu mencegah stunting, wasting, dan obesitas.

 

Penulis: Tim Mahasiswa KKNT Inovasi IPB University

Baca juga:  Gus Dur Jadi Inspirasi, MenHAM Natalius Pigai Resmikan Gedung KH Abdurrahman Wahid

 

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA