Mahasiswa KKN-T IDBU-07 Undip Dampingi UMKM Ecoprint Kemala Rancang Inovasi Topi Ecoprint di Desa Sobokerto

waktu baca 2 menit
Senin, 3 Agu 2026 20:00 5 jatengvox

Jatengvox.com – Mahasiswa Tim Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Tim IDBU-07 Universitas Diponegoro (Undip) mendampingi UMKM Ecoprint Kemala dalam mengembangkan inovasi produk berupa topi ecoprint, sebagai bagian dari program kerja pendampingan UMKM wisata Waduk Cengklik di Desa Sobokerto, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali pada Senin (3/8/2026).

Program ini digagas oleh Fadhil Resmana Putra, mahasiswa Agribisnis Fakultas Peternakan dan Pertanian Undip, sebagai bentuk dukungan terhadap UMKM lokal yang selama ini dikenal melalui produk kain ecoprint.

Kegiatan ini bertujuan memperluas variasi produk Kemala Ecoprint agar lebih menarik minat wisatawan yang berkunjung ke kawasan Waduk Cengklik.

Baca juga:  Resmi! Lee Junho Jadi Ambassador Global Cuckoo, Merek Rice Cooker asal Korea

Kemala Ecoprint sendiri telah berdiri sejak tahun 2023 sebagai program lanjutan dari kegiatan biogas yang sebelumnya berjalan di desa, dengan dukungan Pertamina.

Selama ini, produk andalan kelompok berupa kain dengan motif alami hasil cetakan daun-daun lokal seperti daun jati dan kenikir.

Setiap lembar kain yang dihasilkan memiliki motif yang berbeda, sebab kandungan tanin pada daun dapat bereaksi secara tidak seragam meski melalui proses yang sama.

Bersama Ibu Devi Kurnia dan Ibu Sri Handayani selaku pengelola UMKM, mahasiswa turut mendiskusikan pengembangan produk baru berupa topi berbahan kain serat alami.

Baca juga:  Mahasiswa KKN FK Undip Gelar Edukasi Kesehatan Remaja di Desa Plosowangi

Prosesnya diawali dengan membasahi topi agar serat kain lebih terbuka, dilanjutkan penataan daun segar pada permukaan topi sesuai motif yang diinginkan.

Daun tersebut kemudian dilapisi plastik bening agar posisinya tidak bergeser selama proses pemukulan berlangsung.

Tahap berikutnya adalah proses pounding, yaitu memukul permukaan topi yang telah dilapisi plastik menggunakan palu kayu di atas alas kayu, hingga warna dan motif daun tercetak jelas pada kain.

Setelah warna menempel sempurna, plastik pelapis diangkat dan sisa daun yang masih menempel dibersihkan secara perlahan. Topi kemudian dikeringkan di tempat teduh hingga benar-benar kering sebelum siap dipasarkan.

Baca juga:  Sosialisasi dan Workshop Anti-Bullying di SDN Kalicari 02, Mahasiswa KKN UPGRIS Tanamkan Sikap Empati Sejak Dini

Ibu Sri Handayani menyambut baik kehadiran mahasiswa KKN yang tidak sekadar mengamati, tetapi juga aktif memberikan gagasan pengembangan produk.

“Kami senang karena mahasiswa tidak hanya datang melihat proses produksi, tetapi juga ikut memberikan ide pengembangan produk. Semoga inovasi topi ecoprint ini bisa menjadi langkah awal untuk menarik lebih banyak pembeli,” ujar Ibu Sri.

Melalui pendampingan ini, diharapkan Kemala Ecoprint dapat terus berinovasi tanpa meninggalkan nilai kearifan lokal yang selama ini menjadi ciri khas produknya, sekaligus memperkuat daya tarik UMKM di kawasan wisata Waduk Cengklik.

Penulis: Fadhil Resmana Putra, Tim KKN Desa Sobokerto, Boyolali

Dukung Jurnalisme Tanpa Batas

Dukung keberlangsungan artikel ini dengan berpartisipasi dalam program apresiasi pembaca.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ADVERTISEMENT
Pasang Iklan Anda Disini
Promosikan bisnis, produk, jasa, atau toko online Anda dengan tampilan premium di JatengVox.
Hubungi Kami
LAINNYA