Berita  

Mahasiswa KKN UNNES GIAT 13 Tingkatkan Keterampilan PKK Desa Genengsari Melalui Shibori

Shibori

Jatengvox.com – Mahasiswa KKN GIAT 13 Universitas Negeri Semarang (UNNES) melaksanakan pelatihan teknik Shibori bagi ibu-ibu PKK Desa Genengsari, Kecamatan Polokarto, sebagai upaya memperkuat kreativitas sekaligus membuka peluang ekonomi kreatif bagi masyarakat desa.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program pengabdian masyarakat yang berfokus pada pemanfaatan keterampilan tekstil untuk meningkatkan kapasitas perempuan desa.

Pelatihan yang berlangsung di kediaman salah satu warga ini mendapat respons positif dari para peserta.

Materi dibuka dengan penjelasan mengenai teknik dasar Shibori, yaitu metode pewarnaan kain tradisional Jepang yang menghasilkan motif melalui proses melipat, mengikat, dan mencelup. Pengetahuan ini menjadi dasar bagi peserta sebelum menerapkan teknik tersebut dalam praktik.

Baca juga:  Mahasiswa KKN 25 UPGRIS dan Warga Desa Gebugan Wujudkan Gaya Hidup Sehat Melalui Kegiatan Senam Pagi Bersama

Pada tahap praktik, ibu-ibu PKK diberikan kesempatan untuk membuat karya Shibori secara mandiri.

Mereka memulai dengan memilih pola lipatan, mengikat kain menggunakan karet, kemudian mencelupkannya ke dalam pewarna yang telah disiapkan.

Selama kegiatan berlangsung, suasana tampak aktif dan penuh interaksi, dengan peserta saling berbagi ide serta mencoba variasi motif dan warna yang berbeda.

Hasil karya yang dihasilkan menunjukkan kreativitas tinggi dari para peserta. Motif-motif yang muncul beragam dan memiliki nilai estetika, dengan perpaduan warna yang menarik.

Hasil ini menunjukkan bahwa masyarakat memiliki potensi besar untuk mengembangkan Shibori sebagai produk kreatif yang bernilai ekonomi.

Baca juga:  Mahasiswa KKN Tematik UPGRIS Bantu Kegiatan Posyandu Mugirahayu di Kelurahan Ngempon

Selain menambah keterampilan dalam bidang kriya tekstil, pelatihan ini juga membuka peluang usaha baru bagi ibu-ibu PKK.

Produk Shibori yang dihasilkan berpotensi diolah menjadi berbagai barang bernilai jual, seperti tas, taplak meja, syal, hingga aksesori fesyen.

Hal ini memungkinkan peserta untuk merintis usaha rumahan yang dapat membantu meningkatkan pendapatan keluarga.

Melalui kerja sama antara UNNES dan PKK Desa Genengsari, pelatihan ini diharapkan menjadi dasar pengembangan desa kreatif yang mampu bersaing.

Dengan meningkatnya keterampilan dan wawasan mengenai pewarnaan ramah lingkungan, masyarakat diharapkan dapat terus mengembangkan potensi lokal melalui produk tekstil yang inovatif.

Baca juga:  Cara Praktis Mengecek BPNT 2025 Agar Tidak Ketinggalan Bantuan

Kegiatan ini menegaskan bahwa pemberdayaan masyarakat dapat terwujud melalui pendekatan edukatif dan kolaboratif.

Keberhasilan pelatihan Shibori ini memberikan manfaat nyata dalam pelestarian seni tekstil, peningkatan kemampuan masyarakat, serta pengembangan ekonomi kreatif desa secara berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *