Jatengvox.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas PGRI Semarang 2026 menggelar kegiatan sosialisasi edukasi bertajuk “Etika Bermedia Sosial dan Bijak Berinternet” pada Selasa, 4 Agustus 2026, di SD Negeri 3 Karangjati, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang.
Kegiatan ini diikuti oleh siswa-siswi kelas 6 dengan tujuan mendukung terbentuknya generasi muda yang tidak hanya mahir berteknologi, tetapi juga memiliki benteng etika yang kuat saat berinteraksi di ruang digital.
Siswa kelas 6 SD dipilih sebagai sasaran utama karena usia mereka berada di masa transisi menuju jenjang SMP, di mana intensitas penggunaan ponsel pintar dan akses media sosial biasanya mulai meningkat pesat.
Tanpa pendampingan dan edukasi yang tepat, mereka rentan terpapar dampak negatif internet, seperti penyebaran berita bohong (hoax), perundungan siber (cyberbullying), hingga pencurian data pribadi.
Kegiatan tersebut diawali dengan pemaparan materi yang dikemas secara interaktif dan ramah anak. Mahasiswa KKN UPGRIS memfokuskan sosialisasi pada dua pilar utama, yaitu:
1. Etika Berinteraksi dan Santun Berkomentar
Para siswa diajak untuk memahami bahwa setiap kata yang diketik di media sosial memiliki dampak nyata. Mahasiswa KKN UPGRIS memperkenalkan prinsip “T.H.I.N.K.” (True, Helpful, Inspiring, Necessary, Kind) sebagai panduan sederhana sebelum mengunggah atau berkomentar di dunia maya.
2. Bijak Berinternet dan Menjaga Data Pribadi
Para siswa dibekali pemahaman mendasar mengenai pentingnya menjaga kerahasiaan informasi sensitif seperti nama lengkap, alamat rumah, nomor telepon orang tua, hingga kata sandi akun agar tidak sembarangan dibagikan kepada orang tak dikenal di internet.
Kegiatan tersebut juga diisi dengan interaksi berupa kuis tanya jawab seputar perilaku internet yang aman dan berbahaya.
Mahasiswa KKN Universitas PGRI Semarang 2026 menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan investasi moral untuk masa depan anak-anak di era digital.
“Kami ingin memastikan adik-adik kelas 6 SD ini memiliki ‘rem’ etika saat memegang ponsel. Tujuan kami bukan untuk melarang mereka menggunakan internet, melainkan mengarahkan agar jempol mereka selalu digunakan untuk hal-hal yang positif dan aman,” jelas perwakilan mahasiswa.
Kepala Sekolah SD Negeri 3 Karangjati mengapresiasi inisiatif dan kepedulian yang ditunjukkan oleh para mahasiswa KKN Universitas PGRI Semarang.
“Materi ini sangat tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan anak-anak saat ini. Pembawaannya yang santai dan mudah dipahami membuat anak-anak sangat menikmati proses belajar ini. Ini menjadi bekal yang sangat berharga bagi mereka sebelum melangkah ke jenjang sekolah menengah,” ungkapnya.
Melalui program ini, mahasiswa KKN Universitas PGRI Semarang 2026 berharap benih-benih etika digital yang ditanamkan dapat terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Langkah kecil ini diharapkan dapat membawa dampak jangka panjang dalam mencetak generasi penerus bangsa yang cerdas, santun, dan bijak di era transformasi digital.
Tidak ada komentar