Jatengvox.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro (Undip) tahun 2026 menyusun dan mengenalkan panduan pemanfaatan air limbah budidaya ikan lele menjadi Pupuk Organik Cair (POC) bagi masyarakat Desa Tanjung, 1 Agustus 2026.
Kegiatan ini merupakan langkah pendampingan bagi warga untuk mengolah limbah budidaya agar memiliki nilai guna.
Air kolam lele yang sudah tidak terpakai umumnya mengandung sisa pakan dan kotoran ikan. Jika dibuang langsung ke lingkungan, limbah tersebut berpotensi menimbulkan bau tidak sedap.
Menanggapi hal itu, mahasiswa KKN memperkenalkan metode pengolahan limbah menjadi POC sebagai solusi pemanfaatan yang ramah lingkungan.
Salah satu warga yang mengikuti pendampingan tersebut menyambut baik inovasi ini.
Menurutnya, penggunaan POC menjadi alternatif yang bermanfaat untuk perawatan tanaman di sekitar rumah.
“Kalau bisa dipakai untuk tanaman, limbah air kolam ini jadi ada manfaatnya. Apalagi bisa digunakan untuk tanaman di sekitar rumah,” ujarnya.
Dalam panduan yang disusun, pembuatan POC dilakukan dengan mencampurkan air limbah kolam lele, 20 mililiter molase, dan 10 mililiter EM4.
Campuran bahan tersebut dimasukkan ke dalam galon yang telah berisi air limbah hingga tiga perempat bagian.
Proses fermentasi dilakukan di tempat teduh selama satu hingga dua minggu, dengan catatan tutup galon harus dibuka sedikit setiap tiga hari sekali untuk mengeluarkan gas.
POC yang telah matang ditandai dengan perubahan warna menjadi cokelat kehitaman dan aroma yang menyerupai tape.
Untuk pengaplikasiannya, sebanyak 5 mililiter POC dicampurkan dengan 1 liter air sebelum disiramkan ke tanaman.
Selain teknis pembuatan, panduan tersebut juga memuat catatan penting mengenai kondisi air limbah dan penyimpanan produk pascafermentasi.
Penyusunan materi ini melibatkan pembagian tugas antaranggota mahasiswa KKN. Alvi Dwiningrum dari Program Studi Manajemen Sumber Daya Perairan berfokus pada materi teknis pengolahan limbah dan POC.
Selanjutnya, untuk mempermudah akses informasi bagi masyarakat, materi disusun menjadi leaflet dengan pendampingan teknis oleh Rizka Muhammad Rashif dari Program Studi Teknik Industri untuk versi Bahasa Indonesia, dan Raphaella Nathania A. S. T. untuk versi Bahasa Inggris.
Dengan adanya panduan tertulis tersebut, masyarakat Desa Tanjung kini memiliki acuan praktis yang dapat digunakan kembali saat ingin mengolah limbah budidaya lele secara mandiri di kemudian hari.
Dukung keberlangsungan artikel ini dengan berpartisipasi dalam program apresiasi pembaca.
Tidak ada komentar