Jatengvox.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) 74 Universitas Diponegoro yang berlokasi di Kelurahan Purwosari, Kecamatan Mijen, pada tahun 2026, menjadi ruang bagi mahasiswa lintas jurusan untuk menerapkan ilmu secara langsung di tengah masyarakat. Sebagai mahasiswa jurusan Antropologi Sosial, Fakultas Ilmu Budaya, fokus kerja diarahkan pada pemetaan sosial dan dokumentasi profil sosial budaya di RT 03, wilayah posko tempat mahasiswa menetap, sejak 22 Juni hingga 6 Juli 2026.
Kegiatan diawali dengan wawancara kepada tokoh masyarakat, mulai dari Ketua RW 03, Ketua RW 02, hingga Ketua RT 03, guna mendapatkan gambaran umum wilayah sebelum menggali kondisi RT 03 secara mendalam. Dari wawancara di kediaman Ketua RT 03, terungkap sejumlah norma yang masih dijunjung warga.
“Warga di sini biasanya sudah tidak keluar rumah lagi setelah jam 9 malam, apalagi jalannya juga gelap, jadi demi keamanan bersama,” ujar Pak RT 03.
Selain menyoroti aspek keamanan, beliau juga berpesan kepada mahasiswa agar senantiasa menjaga sikap. Pola hunian warga setempat bersifat kekeluargaan, di mana rumah-rumah yang berdekatan umumnya masih memiliki hubungan darah. Di bidang kesehatan, pemeriksaan rutin untuk lansia diadakan sebulan sekali melalui posyandu setempat.

Namun, di balik kerukunan tersebut, Pak RT 03 mencatat masih adanya anak-anak yang belum mengenyam pendidikan formal serta beberapa kasus stunting akibat keterbatasan ekonomi keluarga.
Hasil pemetaan menunjukkan penduduk RT 03 berjumlah sekitar 280 jiwa, dengan mayoritas bekerja sebagai buruh bangunan dan petani. Meskipun program bantuan sosial seperti beras dan Bantuan Langsung Tunai (BLT) telah berjalan, akses pendidikan masih terkendala faktor ekonomi.
Kehidupan sosial warga ditopang kegiatan rutin seperti tahlilan mingguan, PKK, pertemuan bapak-bapak, dan karang taruna, meski tingkat partisipasi tergolong rendah lantaran mayoritas warga merupakan pekerja harian.
Sebagai pembanding, wawancara dengan Ketua RW 02 mengungkap kebiasaan warga yang telah lama menerapkan pemilahan sampah mandiri untuk dijadikan pupuk. Sebagian warga RW 02 juga aktif beternak dan membuat kerajinan tangan dari sampah daur ulang.
Di lingkup RT 03, Ibu Sumuah, salah satu warga setempat, memberikan gambaran mendalam mengenai dinamika sosial yang ada. Menurutnya, ibu-ibu di wilayah ini tergolong aktif mengikuti kegiatan RT maupun RW, sementara sebagian besar warga usia produktif memilih merantau.
“Yang muda-muda banyak yang merantau, kerja di Semarang, ada juga yang ke Jakarta. Tapi walau begitu warga di sini tetap saling silaturahmi,” tutur Ibu Sumuah.
Selama pengumpulan data, mahasiswa juga menangkap kebiasaan menarik dari interaksi transaksi sehari-hari, yakni kecenderungan warga menolak menerima uang lebih atau kembalian dari pihak luar. Hal ini mencerminkan nilai kemandirian dan harga diri yang masih dijunjung tinggi.
Selain pemetaan, mahasiswa juga melakukan identifikasi kader potensial. Ibu Sumuah teridentifikasi sebagai tokoh perempuan berpengaruh yang aktif memimpin kegiatan, menjadi pembawa acara, hingga mengarahkan persiapan acara. Kepemimpinan informal ini menunjukkan adanya aset sosial kuat di luar struktur formal.

Dokumentasi visual juga dilakukan, mencakup warung sebagai ruang sosial, suasana pengajian Waliyullah, kegiatan PKK, hingga momen kebersamaan dengan anak-anak.
Memasuki minggu ke-5 dan ke-6, fokus kegiatan beralih pada pembuatan video profil UMKM binaan KKNT 74, yaitu Boemi Maggot. Wawancara dilakukan kepada konsumen, lurah, dan perwakilan RT 02 untuk menggali manfaat budidaya maggot bagi lingkungan dan ekonomi.
Lurah Purwosari menegaskan dukungannya terhadap program tersebut. “Budidaya maggot bermanfaat sekali karena sementara ini pengelolaan limbah organik yang murah, mudah, dan bermanfaat adalah dengan maggot. Maggot juga memiliki banyak manfaat ekonomis seperti untuk pakan ternak,” ujarnya.
Kegiatan ini diharapkan mampu memperkenalkan Boemi Maggot sekaligus menunjukkan potensi pengelolaan limbah organik sebagai penggerak ekonomi masyarakat setempat.
Penulis: Putrisia Ayu & Fadiyya Miamoira Karamoy, Mahasiswa Program Studi Antropologi Sosial, Universitas Diponegoro
Editor: Murni Anggita
Dukung keberlangsungan artikel ini dengan berpartisipasi dalam program apresiasi pembaca.
PILIHAN NOMINAL

Tidak ada komentar