Mahasiswa KKN Undip Kembangkan Modul Info Wisata Dua Bahasa untuk Dukung Desa Sobokerto Menuju Desa Wisata

waktu baca 3 menit
Senin, 3 Agu 2026 20:00 9 jatengvox

Jatengvox.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik IDBU-07 Universitas Diponegoro (Undip) menyusun informasi wisata Desa Sobokerto dalam dua bahasa (Bahasa Indonesia – Bahasa Inggris) melalui Modul Info Wisata KALOKA selama pelaksanaan KKN tahun 2026.

Program ini menjadi bagian dari pengembangan KALOKA (Kearifan dan Literasi Lokal Desa), sebuah media informasi digital yang dirancang untuk mendokumentasikan berbagai potensi lokal Desa Sobokerto, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali.

Melalui penyajian informasi dalam dua bahasa, potensi wisata desa diharapkan dapat lebih mudah dikenal oleh masyarakat luas, termasuk pengunjung dari luar daerah maupun wisatawan dengan latar belakang yang beragam.

Penyusunan informasi wisata dwibahasa ini dilakukan sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan potensi Desa Sobokerto yang saat ini mulai diarahkan menuju desa wisata.

Dengan semakin berkembangnya potensi wisata dan usaha lokal masyarakat, keberadaan media informasi yang terstruktur menjadi salah satu aspek penting untuk memperkenalkan daya tarik desa serta memberikan akses informasi yang lebih mudah bagi masyarakat dan pengunjung.

Dalam proses penyusunannya, mahasiswa melakukan pengumpulan data melalui observasi lapangan, dokumentasi, serta wawancara dengan masyarakat dan pelaku usaha lokal di sekitar Desa Sobokerto, khususnya kawasan Waduk Cengklik.

Baca juga:  Mahasiswa KKN-T IDBU-07 Undip Gelar Storytelling dan Reading Time, Ajak Anak-anak TK Islam Bakti I Sobokerto Asah Imajinasi dan Minat Baca

Informasi yang diperoleh kemudian melalui beberapa tahap pengolahan, mulai dari seleksi data, penyusunan narasi, kurasi informasi, hingga penerjemahan ke dalam Bahasa Inggris agar informasi yang disajikan tetap akurat, informatif, dan mudah dipahami.

Informasi yang dikembangkan mencakup beberapa kategori dalam Modul Info Wisata KALOKA, seperti destinasi wisata, kuliner, dan kerajinan lokal.

Beberapa data berasal dari pelaku usaha masyarakat sekitar yang memiliki potensi untuk diperkenalkan sebagai bagian dari daya tarik wisata Desa Sobokerto.

Melalui pendokumentasian tersebut, potensi lokal yang sebelumnya belum banyak dikenal diharapkan dapat memiliki media promosi yang lebih terarah.

Baca juga:  Mahasiswa FEB UNDIP Latih UMKM Branjang Baca Kesehatan Usaha Lewat Analisis Keuangan Sederhana

Selain menyusun deskripsi mengenai potensi wisata, mahasiswa juga melakukan penyesuaian format informasi agar lebih rapi, konsisten, dan mudah digunakan dalam sistem KALOKA.

Penggunaan Bahasa Inggris dalam penyajian informasi dilakukan dengan gaya bahasa yang sederhana dan komunikatif sehingga dapat menjangkau pembaca dari berbagai latar belakang.

Pemerintah Desa Sobokerto menyambut baik adanya penyusunan informasi wisata dwibahasa ini sebagai salah satu langkah untuk memperkuat publikasi dan dokumentasi potensi desa melalui media digital.

Terlebih, Desa Sobokerto memiliki berbagai potensi lokal yang terus dikembangkan sebagai bagian dari upaya menuju desa wisata.

Kepala Desa Sobokerto turut mengapresiasi kontribusi mahasiswa KKN Tematik IDBU-07 Undip dalam mendukung pengembangan informasi wisata desa.

Keberadaan Modul Info Wisata KALOKA diharapkan dapat menjadi salah satu media pendukung dalam memperkenalkan berbagai potensi yang dimiliki Desa Sobokerto, mulai dari destinasi wisata, kuliner, hingga produk lokal masyarakat.

Baca juga:  Mahasiswa KKN-T IDBU-07 Undip Klasifikasikan Buku Hibah dari Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Boyolali untuk KALOKA

Menurut Nisaa Ul Jannah Wahyu Mokti, mahasiswa KKN Tematik IDBU-07 Program Studi Bahasa Asing Terapan, penyusunan informasi wisata dwibahasa tidak hanya berfokus pada proses penerjemahan, tetapi juga pada pengolahan informasi agar potensi desa dapat tersampaikan secara lebih menarik, informatif, dan mudah diakses.

“Melalui penyusunan informasi dwibahasa ini, harapannya potensi Desa Sobokerto dapat lebih mudah dikenal oleh masyarakat luas. Program ini tidak hanya menjadi media informasi wisata, tetapi juga menjadi bentuk dokumentasi terhadap potensi dan kearifan lokal yang dimiliki desa,” ujar Nisaa.

Melalui program ini, Modul Info Wisata KALOKA diharapkan dapat menjadi salah satu media pendukung dalam memperkenalkan potensi wisata, usaha lokal, serta kearifan Desa Sobokerto kepada masyarakat yang lebih luas.

Program ini juga menjadi bentuk kontribusi mahasiswa dalam mendukung literasi digital dan pengembangan media informasi berbasis potensi lokal, sekaligus mendukung langkah Desa Sobokerto dalam mengembangkan diri sebagai desa wisata.

 

Penulis: Nisaa Ul Jannah Wahyu Mokti

 

Dukung Jurnalisme Tanpa Batas

Dukung keberlangsungan artikel ini dengan berpartisipasi dalam program apresiasi pembaca.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ADVERTISEMENT
Pasang Iklan Anda Disini
Promosikan bisnis, produk, jasa, atau toko online Anda dengan tampilan premium di JatengVox.
Hubungi Kami
LAINNYA