Mahasiswa KKN UNDIP Memanfaatkan Cerita Rakyat sebagai Media Pembelajaran sesuai Konsep Dulce et Utile

waktu baca 3 menit
Jumat, 14 Agu 2026 21:39 10 jatengvox

Jatengvox.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro (UNDIP) melaksanakan program Literasi Sastra Anak sebagai Pengenalan Karakter Hitam-Putih sesuai Konsep Dulce et Utile di SDN 02 Wonokerso pada 14 Juli.

Kegiatan yang menyasar anak-anak kelas 5 tersebut menggunakan cerita rakyat sebagai media pembelajaran untuk mengenalkan karakter baik dan jahat sekaligus menggali manfaat dan nilai moral yang terdapat dalam sebuah cerita.

Program ini dilaksanakan sebagai upaya mempertahankan literasi sastra anak di tengah mulai berkurangnya minat terhadap literasi dan pengetahuan mengenai cerita-cerita rakyat Indonesia.

Melalui cerita rakyat, anak-anak tidak hanya diajak untuk mengenal kembali berbagai cerita dari Indonesia, tetapi juga memahami karakter tokoh serta nilai moral yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan diawali dengan perkenalan antara mahasiswa KKN dan peserta didik. Setelah itu, mahasiswa mengajak anak-anak berdiskusi mengenai definisi cerita rakyat serta menanyakan judul-judul cerita rakyat yang pernah mereka baca.

Sesi tersebut berlangsung secara interaktif karena anak-anak menunjukkan antusiasme dalam menyebutkan dan menjelaskan cerita yang mereka ketahui.

Baca juga:  Rayakan Hari Wayang Nasional, Surakarta Bikin Karnaval Seru untuk Generasi Muda

Berbagai cerita rakyat telah dibaca oleh para peserta. Bawang Merah Bawang Putih menjadi cerita yang paling banyak dibaca, yaitu oleh enam anak. Selanjutnya, Malin Kundang dan Nyi Roro Kidul masing-masing dibaca oleh lima anak, sedangkan Timun Mas dibaca oleh empat anak.

Sementara itu, Keong Mas dibaca oleh dua anak. Beberapa cerita lain yang disebutkan peserta adalah Jaka Tingkir, Roro Jonggrang, dan Tangkuban Perahu.

Setelah menggali pengalaman membaca peserta, kegiatan dilanjutkan dengan storytelling cerita rakyat. Anak-anak kemudian mengikuti sesi tanya jawab untuk membahas cerita yang telah disampaikan.

Baca juga:  Kendaraan Bekas Jadi Alternatif Favorit, Pembiayaan BRI Finance Naik 77,64% Hingga Mei 2026

Dalam sesi tersebut, peserta memperoleh kesempatan untuk memahami cerita dari sudut pandang yang berbeda melalui cerita yang dibaca dan disampaikan oleh teman-temannya.

Salah satu peserta yang membaca cerita Keong Mas menyampaikan pesan moral yang diperolehnya dari cerita tersebut, yaitu bahwa sebagai manusia tidak boleh iri terhadap sesama.

Pesan tersebut menjadi salah satu contoh nilai moral yang dapat ditemukan anak melalui kegiatan membaca dan memahami cerita rakyat.

Kegiatan ini memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk mengetahui sudut pandang lain dari cerita yang dibaca oleh teman-temannya.

Baca juga:  Lebih dari Setengah Juta Pasien TBC Jalani Pengobatan, Pemerintah Optimis Capai Eliminasi 2030

Selain itu, mereka memperoleh pesan moral yang beragam dari berbagai cerita rakyat yang telah mereka kenal.

Dengan demikian, cerita rakyat dapat menjadi media untuk memperkenalkan karakter baik dan jahat sekaligus memberikan pembelajaran mengenai nilai-nilai kehidupan.

Melalui kegiatan Literasi Sastra Anak, anak-anak diharapkan dapat lebih mengeksplorasi berbagai macam cerita anak, tidak hanya dari satu daerah, tetapi juga dari berbagai daerah lainnya di Indonesia.

Mereka juga diharapkan mampu mengambil pesan atau nilai moral dari setiap cerita yang dibaca sehingga kegiatan membaca tidak hanya memberikan hiburan, tetapi juga manfaat bagi kehidupan.

 

 

Penulis/Reporter: Berliyanti Putri Maharani

Fotografer: Noviona Surya Anughraheni

Editor: Murni Anggita

 

Dukung Jurnalisme Tanpa Batas

Dukung keberlangsungan artikel ini dengan berpartisipasi dalam program apresiasi pembaca.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ADVERTISEMENT
Pasang Iklan Anda Disini
Promosikan bisnis, produk, jasa, atau toko online Anda dengan tampilan premium di JatengVox.
Hubungi Kami
LAINNYA