Mahasiswa KKN Undip Hidupkan Kembali Website Desa Dringo dengan Panduan AI

waktu baca 3 menit
Kamis, 13 Agu 2026 20:30 5 jatengvox

Jatengvox.com – Mahasiswa KKN Universitas Diponegoro (Undip) lintas disiplin menghidupkan kembali website Desa Dringo sekaligus membekali perangkat desa dengan panduan pemanfaatan Artificial Intelligence (AI). Pemberdayaan ini diinisiasikan oleh mahasiswa KKN Undip, salah satunya Maudy Wahyu Safitri dari Program Studi S-1 Statistika, Fakultas Sains dan Matematika, melalui program unggulan tentang pembangunan pusat informasi digital. Program ini menyasar perangkat desa, khususnya Kepala Urusan (Kaur) Perencanaan.

Program berlangsung selama satu bulan, pada 13 Juli–13 Agustus 2026, dimulai dengan sowan ke Kaur Perencanaan, Bapak M. Susanto, selaku pengelola website desa. Program ini dijalankan di Desa Dringo, salah satu desa di Kabupaten Batang yang menyimpan beragam potensi, antara lain UMKM lokal (bakery, keripik, telur ayam, nasi megono, bengkel), komoditas pertanian padi dan jagung yang ditunjang sistem irigasi memadai, serta kehidupan pendidikan PAUD, TK, SD, dan TPQ. Kegiatan sosial seperti posyandu dan tahlilan juga rutin berjalan di tengah masyarakat.

Baca juga:  Dupoin Futures Awali 2026 dengan Serangkaian Inisiatif Sosial dan Kolaborasi Industri

Melalui program tersebut, mahasiswa KKN dan tim penyusun menulis buku “Panduan Pengelolaan Website Desa dan Pemanfaatan AI dalam Penulisan Konten Berita” sebagai bentuk keberlanjutan program.

Dalam sosialisasi 1-on-1 terhadap buku panduan tersebut, mahasiswa KKN memperkenalkan alur kerja pemanfaatan AI untuk membantu penulisan konten berita, mulai dari penyusunan poin 5W+1H, hasil draf awal, hingga penyuntingan gaya bahasa.

Selain pemanfaatan AI, mahasiswa KKN juga menyampaikan rekomendasi jadwal pembaruan konten, contoh redaksi sebelum dan setelah penyuntingan gaya bahasa, keunggulan dan kelemahan penggunaan AI, serta ragam AI yang bisa digunakan dan fungsionalitasnya. Semua panduan dipraktikkan selama sosialisasi 1-on-1 dengan Kaur Perencanaan pada 10 Agustus 2026 di kediaman beliau.

“Saya merasa terbantu. Menulis berita desa kini lebih mudah dengan dukungan AI,” ujar M. Susanto, Kaur Perencanaan Desa Dringo.

Baca juga:  Mahasiswa KKN-R Tim II UNDIP Memberikan Edukasi Siswa SD Karangrejo tentang Batasan Tubuh

“Kami menyambut baik inisiatif mahasiswa KKN Undip. Website desa makin menjadi sarana penting bagi warga untuk memperoleh informasi desa secara terbuka,” tambah Sutrisno, Kepala Desa Dringo.

Dampaknya, Bapak Susanto menyadari bahwa teknologi AI tidak hanya bermanfaat untuk kebutuhan sehari-hari, tetapi juga dapat mendukung produksi konten berita yang lebih efektif dengan proses penyuntingan gaya bahasa yang tetap dilakukan oleh pengelola website desa.

Program ini diinisiasikan berdasarkan temuan mahasiswa bahwa Desa Dringo memiliki website desa, tetapi kosong dan jarang diperbarui. Ketika website desa dibiarkan kosong, warga kehilangan hak kemudahan akses terhadap informasi resmi tentang program dan potensi desanya.

Di sisi lain, dokumentasi kegiatan dan informasi desa masih bergantung penuh pada arsip fisik yang berisiko hilang atau rusak.

Berdasarkan temuan itulah, program pusat informasi digital ini hadir. Mahasiswa KKN tidak hanya mengisi konten website desa, tetapi juga membangun kebiasaan mengarsipkan informasi desa secara digital. Program ini juga mendukung pencapaian SDG 16 (Peace, Justice, and Strong Institutions/Perdamaian, Keadilan, dan Institusi yang Kuat), tepatnya target 16.6 dan 16.10.

Baca juga:  Mahasiswa KKN Undip Dorong Digitalisasi UMKM Desa Klunjukan melalui Sosialisasi dan Pendampingan Usaha

Dengan latar belakang Statistika, mahasiswa tidak hanya menyusun panduan teknis, tetapi juga memastikan pengelola website desa dapat menggunakan dan memanfaatkan setidaknya satu produk AI dalam penulisan konten berita. Pendekatan berbasis teknologi ini menjadi nilai tambah dalam mendukung transparansi publik dan memperkuat kemandirian desa.

Harapannya, website desa tidak berhenti aktif setelah masa KKN berakhir. Dengan adanya buku panduan yang telah disosialisasikan, pengelola website desa memiliki gambaran lebih luas untuk terus memperbarui informasi secara mandiri. Website desa diharapkan menjadi wajah informasi digital desa yang hidup, transparan, dan berkelanjutan.

Penulis: Maudy Wahyu Safitri, Mahasiswi Prodi Statistika, Fakultas Sains dan Matematika

Editor: Murni Angita

Dukung Jurnalisme Tanpa Batas

Dukung keberlangsungan artikel ini dengan berpartisipasi dalam program apresiasi pembaca.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ADVERTISEMENT
Pasang Iklan Anda Disini
Promosikan bisnis, produk, jasa, atau toko online Anda dengan tampilan premium di JatengVox.
Hubungi Kami
LAINNYA