Jatengvox.com – Mahasiswa KKN Tim II Universitas Diponegoro (Undip) Desa Banyuurip memperkenalkan Banyuurip Digital Gateway, sebuah portal digital terpadu yang dirancang untuk memudahkan masyarakat mengakses berbagai informasi mengenai Desa Banyuurip.
Program tersebut disosialisasikan kepada perangkat desa di Balai Desa Banyuurip, Kecamatan Klego, Kabupaten Boyolali, pada Kamis (13/8/2026).
Kegiatan yang berlangsung pukul 09.30–11.00 WIB tersebut diikuti oleh 11 perangkat Desa Banyuurip. Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan oleh Koordinator Desa, dilanjutkan dengan pemaparan mengenai Banyuurip Digital Gateway dan sesi tanya jawab bersama perangkat desa, kemudian ditutup oleh Koordinator Desa.
Banyuurip Digital Gateway dikembangkan karena sebelumnya Desa Banyuurip belum memiliki media informasi digital yang terintegrasi untuk menyampaikan profil desa, potensi ekonomi, transparansi anggaran, hingga layanan kesehatan. Informasi mengenai UMKM, APBDes, dan layanan kesehatan masih tersebar sehingga belum dapat diakses secara cepat dalam satu media.
Kondisi tersebut mendorong mahasiswa KKN Undip mengembangkan portal digital sebagai pintu gerbang informasi resmi Desa Banyuurip.
Portal tersebut mengintegrasikan berbagai informasi desa, mulai dari profil desa, data UMKM, potensi pertanian, transparansi APBDes, regulasi dan administrasi desa, layanan kesehatan, hingga informasi budaya.
Pengembangan dilakukan secara multidisiplin melalui proses perancangan konsep, pengumpulan data, penyusunan konten, pengembangan, hingga uji coba website bersama perangkat desa.
Dalam pengembangannya, mahasiswa turut melakukan pendataan potensi pertanian Desa Banyuurip, termasuk komoditas padi, jagung, cabai, dan komoditas lainnya.
Data tersebut disusun sebagai database awal potensi agribisnis yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber informasi sekaligus media promosi potensi ekonomi desa.
Selain sektor pertanian, tim juga melakukan pendataan dan pemetaan UMKM yang mencakup identitas usaha, jenis usaha, produk unggulan, lokasi, serta informasi pendukung lainnya.
Data tersebut disusun menjadi database UMKM yang dimuat dalam website dan dilengkapi dengan leaflet sebagai media informasi dan promosi produk lokal.
Dari sisi pelayanan publik, Banyuurip Digital Gateway turut memuat informasi mengenai dokumen hukum dan administrasi desa, alur peminjaman aset desa, serta informasi kesehatan.
Tim juga mengembangkan fitur visualisasi APBDes untuk menampilkan realisasi anggaran dalam bentuk grafik sehingga informasi mengenai sumber pendapatan dan alokasi belanja desa dapat dipahami secara lebih sederhana oleh masyarakat.
Sementara itu, aspek edukasi kesehatan diwujudkan melalui penyusunan materi pencegahan ISPA dalam bentuk ebook yang dapat diakses melalui website desa.
Materi tersebut mencakup pengertian ISPA, tanda bahaya, kelompok rentan, faktor penyebab dan risiko, bahaya asap pembakaran sampah, cara pencegahan, hingga etika batuk.
Media leaflet juga disediakan untuk masyarakat yang memiliki keterbatasan dalam mengakses internet.
Tidak hanya informasi administratif dan pelayanan, Banyuurip Digital Gateway juga menghadirkan konten budaya melalui materi budaya Jepang 5S, yaitu Seiri (Ringkas), Seiton (Rapi), Seiso (Resik), Seiketsu (Rawat), dan Shitsuke (Disiplin).
Materi tersebut dikaitkan dengan kebiasaan sehari-hari yang dapat diterapkan masyarakat, seperti menjaga kebersihan, kerapian, keteraturan, dan kedisiplinan.
Antusiasme perangkat desa terhadap kehadiran portal digital tersebut terbilang tinggi.
Program berjalan lancar tanpa kendala berarti, dengan dukungan perangkat desa dalam penyediaan data serta kerja sama mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu selama proses pengembangan website.
Salah satu pelaksana program, Sekar Ayu Tiara Murti, menyampaikan bahwa digitalisasi informasi UMKM diharapkan dapat memperluas jangkauan promosi usaha lokal.
“Dengan adanya pendataan dan informasi UMKM melalui website desa, kami berharap usaha dan produk UMKM di Banyuurip dapat lebih dikenal oleh masyarakat dan memiliki peluang untuk berkembang lebih luas,” ujar Sekar.
Melalui Banyuurip Digital Gateway, mahasiswa KKN Tim II Undip berharap portal tersebut dapat terus dikelola dan diperbarui oleh Pemerintah Desa Banyuurip secara berkelanjutan.
Keberadaan portal ini diharapkan tidak hanya menjadi pusat informasi desa, tetapi juga membantu memperkenalkan potensi Banyuurip, memperluas promosi UMKM, meningkatkan keterbukaan informasi, serta memudahkan masyarakat dalam memperoleh informasi dan pelayanan desa.
Penulis: Nabila Putri Wibowo, Wakil Koordinator Desa KKN Tim II Universitas Diponegoro Desa Banyuurip
Editor: Mmurni Anggita
Dukung keberlangsungan artikel ini dengan berpartisipasi dalam program apresiasi pembaca.
Tidak ada komentar