Jatengvox.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim II Universitas Diponegoro Tahun Akademik 2025/2026 melaksanakan program edukasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) bertajuk “Utamakan Keselamatan!” bagi petugas Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R) di Desa Sumub Kidul, Kecamatan Sragi, Kabupaten Pekalongan.
Kegiatan ini dilaksanakan secara langsung di lokasi operasional TPS 3R, dengan bertemu langsung kepada pekerja saat menjalankan aktivitas pemilahan dan pengangkutan sampah sehari-hari.
Edukasi disampaikan melalui media poster visual yang memuat pesan-pesan keselamatan kerja, mulai dari penggunaan masker, penggunaan sarung tangan, hingga cara mengenali potensi bahaya di lingkungan kerja.
Program ini merupakan bagian dari proker unggulan TPS 3R BERDAYA yang digagas oleh Nur Jihad Faisal Akbar, mahasiswa Program Studi D4 Teknologi Rekayasa Konstruksi Perkapalan, sebagai upaya revitalisasi fasilitas pengolahan sampah desa yang sebelumnya tidak berfungsi optimal sekaligus membangun kesadaran keselamatan kerja bagi para pekerja.
Materi yang disampaikan berfokus pada pengenalan jenis-jenis bahaya kerja di TPS, mulai dari bahaya fisik seperti luka akibat benda tajam, bahaya biologis dari mikroorganisme pada sampah organik, hingga pentingnya penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) standar seperti masker dan sarung tangan secara konsisten.
“Selama ini pekerja yang bekerja tanpa masker atau sarung tangan karena dianggap merepotkan, padahal risiko yang mereka hadapi setiap hari itu nyata, mulai dari luka sampai gangguan pernapasan,” ujar Faisal menjelaskan latar belakang program ini.
Salah satu petugas TPS 3R Desa Sumub Kidul mengaku menyadari pentingnya penggunaan APD masker dan sarung tangan secara rutin.
“Biasanya saya kerja apa adanya saja, tidak pakai masker atau sarung tangan karena sudah terbiasa. Setelah dijelaskan bahayanya, saya jadi lebih hati-hati sekarang,” katanya.
Dalam pelaksanaannya, tim menemukan tantangan tersendiri. Sejumlah petugas masih menganggap penggunaan APD seperti masker dan sarung tangan sebagai hal yang tidak terlalu penting, mengingat kebiasaan bekerja tanpa alat pelindung sudah berlangsung lama, sesuatu yang dinilai wajar karena perubahan kebiasaan kerja membutuhkan proses dan tidak dapat terjadi secara instan.
“Responnya sangat baik dan menerima. Ada yang langsung menerapkan setelah diberi edukasi, tapi ada juga yang masih perlu diingatkan berulang kali. Itu kami pahami sebagai bagian dari proses perubahan kebiasaan, tidak bisa langsung berubah dalam waktu singkat,” tambah Faisal.
Meski demikian, program ini diharapkan dapat menjadi langkah awal bagi pekerja TPS 3R Desa Sumub Kidul untuk mulai membiasakan diri menerapkan prinsip keselamatan dan kesehatan kerja secara konsisten, sebagai pondasi menuju pengelolaan sampah yang lebih aman, sehat, dan berkelanjutan di masa mendatang.
Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian program sosial kemasyarakatan KKN Tim II Undip 2025/2026 di Desa Sumub Kidul, yang turut mencakup program TPS 3R BERDAYA.
(Nur Jihad Faisal Akbar — KKN-R Tim II Undip Desa Sumub Kidul, Kec. Sragi, Kab. Pekalongan)
Dukung keberlangsungan artikel ini dengan berpartisipasi dalam program apresiasi pembaca.
Tidak ada komentar