Mahasiswa KKN Undip Dorong Kemandirian Warga Desa Depok Lewat Panduan Pembuatan Pupuk Limbah Organik

waktu baca 2 menit
Kamis, 6 Agu 2026 20:30 6 jatengvox

Jatengvox.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Program Studi Sastra Indonesia Universitas Diponegoro (UNDIP), Lintang Dewi A. R, melaksanakan program kerja bertajuk “Penyusunan Panduan Pembuatan Pupuk dari Limbah Organik sebagai Upaya Peningkatan Literasi Masyarakat Terkait Pemanfaatan Limbah” di Desa Depok, Kabupaten Batang, (6/8/2026).

Program ini diwujudkan melalui sosialisasi pembuatan pupuk dari limbah organik serta penyerahan booklet panduan kepada anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) Desa Depok.

Kegiatan tersebut diikuti oleh 14 anggota KWT Desa Depok. Dalam sosialisasi, mahasiswa KKN memberikan pemaparan mengenai pemanfaatan limbah organik dan mempraktikkan tahapan pembuatan pupuk.

Baca juga:  Mahasiswa KKN UNDIP Susun SOP Budidaya Maggot untuk Dukung Ketahanan Pangan Perikanan Lele BUMDes Desa Segaran

Mahasiswa KKN dari program studi Ilmu Kelautan turut berperan dalam penyusunan panduan, praktik pembuatan pupuk, dan penyampaian materi kepada peserta.

Selain praktik, program ini menghasilkan booklet panduan pembuatan pupuk berwarna setebal delapan halaman.

Sosialisasi dan praktik pembuatan pupuk dari limbah organik bersama anggota KWT Desa Depok.

Booklet tersebut disusun sebagai media belajar yang dapat digunakan masyarakat untuk mengingat kembali tahapan pembuatan pupuk setelah kegiatan KKN berakhir.

Baca juga:  Mahasiswa KKN UNDIP Perkuat Potensi UMKM Desa Jatilawang melalui Pelatihan Diversifikasi Nugget Jagung dan Pengembangan Branding Produk

Penyusunan panduan dilatarbelakangi oleh potensi limbah organik yang cukup besar di Desa Depok.

Desa Depok dikenal sebagai salah satu wilayah penghasil padi di Kabupaten Batang sehingga menghasilkan limbah pertanian, seperti sekam padi.

Selain itu, sebagian masyarakat juga membudidayakan melati yang berpotensi menghasilkan limbah organik untuk dimanfaatkan kembali.

Salah seorang anggota KWT Desa Depok menyampaikan harapannya setelah menerima panduan tersebut.

“Baik, Mbak. Mungkin dengan adanya panduan ini, kami bisa membuat pupuk secara mandiri nantinya,” ujarnya.

Penyerahan modul panduan pembuatan pupuk dari limbah organik kepada anggota KWT Desa Depok.

Booklet panduan disusun dengan bahasa yang mudah dipahami oleh masyarakat serta tetap memperhatikan kaidah bahasa Indonesia yang baik dan benar.

Baca juga:  Cegah Bullying di Lingkungan Sekolah, Mahasiswa KKN MIT 20 Posko 134 Gelar Sosialisasi Stop Bullying di MIN 03 Semarang

Isinya memuat informasi mengenai pemanfaatan limbah organik dan tahapan pembuatan pupuk.

Dengan demikian, anggota KWT dapat menggunakan booklet tersebut sebagai rujukan apabila lupa terhadap proses pembuatan pupuk atau ingin mempraktikkannya kembali secara mandiri.

Melalui program ini, mahasiswa KKN berharap pemanfaatan limbah organik di Desa Depok tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi.

Keberadaan booklet panduan diharapkan dapat membantu masyarakat melanjutkan praktik pengolahan limbah organik menjadi pupuk secara mandiri dan berkelanjutan setelah mahasiswa KKN menyelesaikan kegiatan di Desa Depok.

 

Penulis: Lintang Dewi A. R, Tim KKN II Undip 2026

 

Dukung Jurnalisme Tanpa Batas

Dukung keberlangsungan artikel ini dengan berpartisipasi dalam program apresiasi pembaca.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ADVERTISEMENT
Pasang Iklan Anda Disini
Promosikan bisnis, produk, jasa, atau toko online Anda dengan tampilan premium di JatengVox.
Hubungi Kami
LAINNYA